tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim meteor jatuh di Lampung Utara. Video berdurasi 18 detik tersebut memperlihatkan kobaran api dan sekumpulan orang disekitarnya.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Ahmad Jailani” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan kerumunan masyarakat dan kobaran api terlihat seperti di kebun yang memiliki pepohonan, lalu pada detik ke 16, tayangan memperlihatkan tulisan: “Meteor jatuh di Lampung Utara dipeladangan.”
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Meteor sudah jatuh di Lampung Utara,” begitu keterangan dalam unggahan tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video tersebut, Tirto menemukan beberapa kejanggalan, dimana tempat yang disebutkan yaitu Lampung Utara, namun dalam cuplikan video terdengar suara gaduh dan orang-orang yang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Sugan etana, apal meren, eta, heula,” begitu kata-kata yang terdengar bersahutan dengan gaduh.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 155 likes, 48 komentar, 24 kali dibagikan, dan 24 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan yang lainnya mempertanyakan kebenarannya. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook ini, ini, dan ini.
Lantas, benarkah meteor jatuh di Lampung Utara?
Baca juga:Kapan Puncak Hujan Meteor Geminid? Catat Tanggal & Jamnya
periksa fakta Meteor di Lampung.
Tidak Benar, Meteor Jatuh di Lampung Utara
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa meteor jatuh di Lampung Utara.
Kami justru diarahkan ke laman Kompas, Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda bercahaya misterius yang melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa benda itu bukanlah fenomena alam alami seperti meteor atau komet.
Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut teridentifikasi sebagai sampah antariksa dari bagian roket asal China. Fenomena langit di benda bercahaya yang melintasi Lampung bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China, dikonfirmasi, pada Minggu (5/4/2026).
Dalam rilis Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan, informasi benda langit jatuh di Lampung adalah hoaks. Visualisasi pada video pun disebut terjadi kebakaran akibat pecahan roket tersebut.
“Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” begitu keterangan Yuni, Minggu (5/4/2026).
Melansir Instagram @polres_oki, video tersebut juga pernah beredar menampilkan cuplikan video yang sama terkait jatuhnya meteor, namun berbeda tempat, yaitu di OKI. Polres Oki menegaskan dalam unggahan tersebut: “Tidak ada meteor jatuh di Oki, berita yang beredar adalah hoaks.”
Teranyar, beredar video yang mengklaim adanya meteor jatuh di wilayah Tugumulyo, OKI, informasi tersebut bukan merupakan peristiwa jatuhnya benda dari langit di wilayah OKI, melainkan kejadian lain yang tidak berkaitan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Meteor jatuh di Lampung Utara”. Hasil pencarian mengarahkan pada laman arus media utama Antara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilansir dari ANTARA, mengkonfirmasi benda langit bercahaya tersebut melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China.
Analisis menunjukkan bahwa objek yang terlihat merupakan benda yang memasuki atmosfer dan terbakar akibat gesekan saat berada di ketinggian sekitar 120 kilometer. Peristiwa tersebut menimbulkan cahaya terang di langit, tetapi tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
Senada dengan hal itu, Tirto dalam artikel berjudul "BRIN Jelaskan Benda Langit Bercahaya di Lampung: Eks Roket Cina"menulis, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).
Space-Track
Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi saat dihubungi terpisah juga menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.
Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Baca juga:Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?
Kami justru diarahkan ke laman Kompas, Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda bercahaya misterius yang melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa benda itu bukanlah fenomena alam alami seperti meteor atau komet.
Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut teridentifikasi sebagai sampah antariksa dari bagian roket asal China. Fenomena langit di benda bercahaya yang melintasi Lampung bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China, dikonfirmasi, pada Minggu (5/4/2026).
Dalam rilis Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan, informasi benda langit jatuh di Lampung adalah hoaks. Visualisasi pada video pun disebut terjadi kebakaran akibat pecahan roket tersebut.
“Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” begitu keterangan Yuni, Minggu (5/4/2026).
Melansir Instagram @polres_oki, video tersebut juga pernah beredar menampilkan cuplikan video yang sama terkait jatuhnya meteor, namun berbeda tempat, yaitu di OKI. Polres Oki menegaskan dalam unggahan tersebut: “Tidak ada meteor jatuh di Oki, berita yang beredar adalah hoaks.”
Teranyar, beredar video yang mengklaim adanya meteor jatuh di wilayah Tugumulyo, OKI, informasi tersebut bukan merupakan peristiwa jatuhnya benda dari langit di wilayah OKI, melainkan kejadian lain yang tidak berkaitan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Meteor jatuh di Lampung Utara”. Hasil pencarian mengarahkan pada laman arus media utama Antara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilansir dari ANTARA, mengkonfirmasi benda langit bercahaya tersebut melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China.
Analisis menunjukkan bahwa objek yang terlihat merupakan benda yang memasuki atmosfer dan terbakar akibat gesekan saat berada di ketinggian sekitar 120 kilometer. Peristiwa tersebut menimbulkan cahaya terang di langit, tetapi tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
Senada dengan hal itu, Tirto dalam artikel berjudul "BRIN Jelaskan Benda Langit Bercahaya di Lampung: Eks Roket Cina"menulis, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).
Space-Track
Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi saat dihubungi terpisah juga menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.
Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Baca juga:Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan meteor jatuh di Lampung adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, bahwa situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung.
Adapun fenomena benda langit bercahaya melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China dan tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, bahwa situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung.
Adapun fenomena benda langit bercahaya melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China dan tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/26367732869549658
- https://archive.ph/lyiHK
- https://www.facebook.com/reel/1245580991118867
- https://www.facebook.com/reel/932231349802437
- https://www.facebook.com/reel/2262794987873837
- https://tirto.id/kapan-puncak-hujan-meteor-geminid-catat-tanggal-jamnya-hnEF
- https://regional.kompas.com/read/2026/04/05/164440378/bukan-meteor-ini-penjelasan-oail-itera-terkait-fenomena-cahaya-misterius-di?page=all
- https://regional.kompas.com/read/2026/04/06/090645578/hoaks-pecahan-roket-jatuh-di-lampung-polisi-pastikan-tak-ada-benda-langit
- https://www.instagram.com/reels/DWwbQspAAq3/
- https://www.antaranews.com/berita/5519815/cek-fakta-video-meteor-jatuh-di-lampung-membakar-daratan
- https://tirto.id/brin-jelaskan-benda-langit-bercahaya-di-lampung-eks-roket-cina-htK5
- https://tirto.id/kapan-hujan-meteor-leonis-minorid-cara-lihat-jam-berapa-hkai
Hoaks, Dana Hibah Rp11 Miliar dari Menteri Purbaya
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2026
Berita
tirto.id - Belakangan ini beredar informasi yang mengklaim bahwa Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, membagikan dana hibah kepada masyarakat sebesar Rp11 miliar.
Klaim tersebut disebarkan oleh “program.dana_hibah” (arsip) pada 10 April 2026 di akun TikTok miliknya. “DANA SENILAI 11 MILYAR SIAP DISALURKAN KE MASYARAKAT INDONESIA AYO SEGERA DAFTAR SEBELUM TERLAMBAT.” Tulis pengunggah di dalam video.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam unggahan itu, pengunggah mengklaim bahwa masyarakat dapat memperoleh dana hibah dalam jumlah besar dengan cara mendaftar melalui tautan atau tombol yang disediakan dalam unggahan tersebut. Klaim tersebut disertai dengan audio yang menirukan suara Menteri Keuangan, seolah-olah berasal langsung dari Purbaya Yudhi Sadewa untuk meyakinkan publik.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Saya Menteri Keuangan ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk anda, jangan lupa klik semua tombol di samping.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026) unggahan tersebut telah memperoleh 23 tanda suka dan 9 komentar. Dari pantauan Tirto, warganet yang berkomentar terlihat mempercayai klaim tersebut.
Baca juga:Purbaya Sebut Akan Ada Insentif Baru untuk Motor Listrik
Periksa Fakta Dana HIbah dari Purbaya. foto/hotline periska fakta tirto
Klaim tersebut disebarkan oleh “program.dana_hibah” (arsip) pada 10 April 2026 di akun TikTok miliknya. “DANA SENILAI 11 MILYAR SIAP DISALURKAN KE MASYARAKAT INDONESIA AYO SEGERA DAFTAR SEBELUM TERLAMBAT.” Tulis pengunggah di dalam video.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam unggahan itu, pengunggah mengklaim bahwa masyarakat dapat memperoleh dana hibah dalam jumlah besar dengan cara mendaftar melalui tautan atau tombol yang disediakan dalam unggahan tersebut. Klaim tersebut disertai dengan audio yang menirukan suara Menteri Keuangan, seolah-olah berasal langsung dari Purbaya Yudhi Sadewa untuk meyakinkan publik.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Saya Menteri Keuangan ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk anda, jangan lupa klik semua tombol di samping.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026) unggahan tersebut telah memperoleh 23 tanda suka dan 9 komentar. Dari pantauan Tirto, warganet yang berkomentar terlihat mempercayai klaim tersebut.
Baca juga:Purbaya Sebut Akan Ada Insentif Baru untuk Motor Listrik
Periksa Fakta Dana HIbah dari Purbaya. foto/hotline periska fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mengamati konten dengan seksama. Dari hasil pantauan, Tirto menemukan kejanggalan pada audio yang diklaim sebagai suara Purbaya. Suara Purbaya cenderung datar layaknya robot, dengan intonasi yang tidak alami, minim penekanan emosi, serta ritme bicara yang terlalu konsisten.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi yakni 98,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Purbaya Yudhi Sadewa.
Hive Moderation Dana Hibah Rp11M Purbaya. (FOTO/Hive Moderation)
Tirto lantas menelusuri akun resmi Kementerian Keuangan untuk memverifikasi klaim. Hasilnya, kami menemukan unggahan di Instagram dan X resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan pada 10 April 2026 yang membantah klaim tersebut.
“Video yang mengatasnamakan Menteri Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah senilai 11 M karena bukan pinjaman, merupakan video deep fake.” Tulis PPID Kemenkeu dalam takarir.
PPID Kemenkeu mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.
Baca juga:Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Mulai Berjalan Mei
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi yakni 98,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Purbaya Yudhi Sadewa.
Hive Moderation Dana Hibah Rp11M Purbaya. (FOTO/Hive Moderation)
Tirto lantas menelusuri akun resmi Kementerian Keuangan untuk memverifikasi klaim. Hasilnya, kami menemukan unggahan di Instagram dan X resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan pada 10 April 2026 yang membantah klaim tersebut.
“Video yang mengatasnamakan Menteri Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah senilai 11 M karena bukan pinjaman, merupakan video deep fake.” Tulis PPID Kemenkeu dalam takarir.
PPID Kemenkeu mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.
Baca juga:Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Mulai Berjalan Mei
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Menkeu Purbaya membagikan dana hibah sebesar Rp11 miliar adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Purbaya, melainkan dibuat menggunakan AI. PPID Kemenkeu juga menyatakan di akun Instagram dan X resmi miliknya bahwa konten tersebut adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Purbaya, melainkan dibuat menggunakan AI. PPID Kemenkeu juga menyatakan di akun Instagram dan X resmi miliknya bahwa konten tersebut adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@program.dana_hibah/video/7626578360491166997?is_from_webapp=1&sender_device=pc
- https://archive.ph/H7euR
- https://tirto.id/purbaya-sebut-akan-ada-insentif-baru-untuk-motor-listrik-ht7r
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.instagram.com/p/DW7aGnyk66m/?igsh=MTByenBjejQ2bWNyNA%3D%3D
- https://x.com/ppidkemenkeu/status/2042375275024097636?s=46&t=Wn2GhZ5sq_rvd_HKJgCXNA
- https://tirto.id/purbaya-targetkan-legalisasi-rokok-ilegal-mulai-berjalan-mei-ht7G
Tidak Benar, Meteor Jatuh di Lampung Utara
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim meteor jatuh di Lampung Utara. Video berdurasi 18 detik tersebut memperlihatkan kobaran api dan sekumpulan orang disekitarnya.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Ahmad Jailani” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan kerumunan masyarakat dan kobaran api terlihat seperti di kebun yang memiliki pepohonan, lalu pada detik ke 16, tayangan memperlihatkan tulisan: “Meteor jatuh di Lampung Utara dipeladangan.”
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Meteor sudah jatuh di Lampung Utara,” begitu keterangan dalam unggahan tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video tersebut, Tirto menemukan beberapa kejanggalan, dimana tempat yang disebutkan yaitu Lampung Utara, namun dalam cuplikan video terdengar suara gaduh dan orang-orang yang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Sugan etana, apal meren, eta, heula,” begitu kata-kata yang terdengar bersahutan dengan gaduh.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 155 likes, 48 komentar, 24 kali dibagikan, dan 24 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan yang lainnya mempertanyakan kebenarannya. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook ini, ini, dan ini.
Lantas, benarkah meteor jatuh di Lampung Utara?
Baca juga:Kapan Puncak Hujan Meteor Geminid? Catat Tanggal & Jamnya
periksa fakta Meteor di Lampung.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Ahmad Jailani” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan kerumunan masyarakat dan kobaran api terlihat seperti di kebun yang memiliki pepohonan, lalu pada detik ke 16, tayangan memperlihatkan tulisan: “Meteor jatuh di Lampung Utara dipeladangan.”
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Meteor sudah jatuh di Lampung Utara,” begitu keterangan dalam unggahan tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video tersebut, Tirto menemukan beberapa kejanggalan, dimana tempat yang disebutkan yaitu Lampung Utara, namun dalam cuplikan video terdengar suara gaduh dan orang-orang yang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Sugan etana, apal meren, eta, heula,” begitu kata-kata yang terdengar bersahutan dengan gaduh.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 155 likes, 48 komentar, 24 kali dibagikan, dan 24 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan yang lainnya mempertanyakan kebenarannya. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook ini, ini, dan ini.
Lantas, benarkah meteor jatuh di Lampung Utara?
Baca juga:Kapan Puncak Hujan Meteor Geminid? Catat Tanggal & Jamnya
periksa fakta Meteor di Lampung.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa meteor jatuh di Lampung Utara.
Kami justru diarahkan ke laman Kompas, Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda bercahaya misterius yang melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa benda itu bukanlah fenomena alam alami seperti meteor atau komet.
Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut teridentifikasi sebagai sampah antariksa dari bagian roket asal China. Fenomena langit di benda bercahaya yang melintasi Lampung bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China, dikonfirmasi, pada Minggu (5/4/2026).
Dalam rilis Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan, informasi benda langit jatuh di Lampung adalah hoaks. Visualisasi pada video pun disebut terjadi kebakaran akibat pecahan roket tersebut.
“Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” begitu keterangan Yuni, Minggu (5/4/2026).
Melansir Instagram @polres_oki, video tersebut juga pernah beredar menampilkan cuplikan video yang sama terkait jatuhnya meteor, namun berbeda tempat, yaitu di OKI. Polres Oki menegaskan dalam unggahan tersebut: “Tidak ada meteor jatuh di Oki, berita yang beredar adalah hoaks.”
Teranyar, beredar video yang mengklaim adanya meteor jatuh di wilayah Tugumulyo, OKI, informasi tersebut bukan merupakan peristiwa jatuhnya benda dari langit di wilayah OKI, melainkan kejadian lain yang tidak berkaitan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Meteor jatuh di Lampung Utara”. Hasil pencarian mengarahkan pada laman arus media utama Antara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilansir dari ANTARA, mengkonfirmasi benda langit bercahaya tersebut melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China.
Analisis menunjukkan bahwa objek yang terlihat merupakan benda yang memasuki atmosfer dan terbakar akibat gesekan saat berada di ketinggian sekitar 120 kilometer. Peristiwa tersebut menimbulkan cahaya terang di langit, tetapi tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
Senada dengan hal itu, Tirto dalam artikel berjudul "BRIN Jelaskan Benda Langit Bercahaya di Lampung: Eks Roket Cina"menulis, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).
Space-Track
Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi saat dihubungi terpisah juga menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.
Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Baca juga:Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?
Kami justru diarahkan ke laman Kompas, Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda bercahaya misterius yang melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa benda itu bukanlah fenomena alam alami seperti meteor atau komet.
Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut teridentifikasi sebagai sampah antariksa dari bagian roket asal China. Fenomena langit di benda bercahaya yang melintasi Lampung bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China, dikonfirmasi, pada Minggu (5/4/2026).
Dalam rilis Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan, informasi benda langit jatuh di Lampung adalah hoaks. Visualisasi pada video pun disebut terjadi kebakaran akibat pecahan roket tersebut.
“Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” begitu keterangan Yuni, Minggu (5/4/2026).
Melansir Instagram @polres_oki, video tersebut juga pernah beredar menampilkan cuplikan video yang sama terkait jatuhnya meteor, namun berbeda tempat, yaitu di OKI. Polres Oki menegaskan dalam unggahan tersebut: “Tidak ada meteor jatuh di Oki, berita yang beredar adalah hoaks.”
Teranyar, beredar video yang mengklaim adanya meteor jatuh di wilayah Tugumulyo, OKI, informasi tersebut bukan merupakan peristiwa jatuhnya benda dari langit di wilayah OKI, melainkan kejadian lain yang tidak berkaitan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Meteor jatuh di Lampung Utara”. Hasil pencarian mengarahkan pada laman arus media utama Antara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilansir dari ANTARA, mengkonfirmasi benda langit bercahaya tersebut melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China.
Analisis menunjukkan bahwa objek yang terlihat merupakan benda yang memasuki atmosfer dan terbakar akibat gesekan saat berada di ketinggian sekitar 120 kilometer. Peristiwa tersebut menimbulkan cahaya terang di langit, tetapi tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
Senada dengan hal itu, Tirto dalam artikel berjudul "BRIN Jelaskan Benda Langit Bercahaya di Lampung: Eks Roket Cina"menulis, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).
Space-Track
Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi saat dihubungi terpisah juga menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.
Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Baca juga:Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan meteor jatuh di Lampung adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, bahwa situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung.
Adapun fenomena benda langit bercahaya melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China dan tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, bahwa situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung.
Adapun fenomena benda langit bercahaya melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China dan tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/26367732869549658
- https://archive.ph/lyiHK
- https://www.facebook.com/reel/1245580991118867
- https://www.facebook.com/reel/932231349802437
- https://www.facebook.com/reel/2262794987873837
- https://tirto.id/kapan-puncak-hujan-meteor-geminid-catat-tanggal-jamnya-hnEF
- https://regional.kompas.com/read/2026/04/05/164440378/bukan-meteor-ini-penjelasan-oail-itera-terkait-fenomena-cahaya-misterius-di?page=all
- https://regional.kompas.com/read/2026/04/06/090645578/hoaks-pecahan-roket-jatuh-di-lampung-polisi-pastikan-tak-ada-benda-langit
- https://www.instagram.com/reels/DWwbQspAAq3/
- https://www.antaranews.com/berita/5519815/cek-fakta-video-meteor-jatuh-di-lampung-membakar-daratan
- https://tirto.id/brin-jelaskan-benda-langit-bercahaya-di-lampung-eks-roket-cina-htK5
- https://tirto.id/kapan-hujan-meteor-leonis-minorid-cara-lihat-jam-berapa-hkai
Hoaks, Dana Hibah Rp11 Miliar dari Menteri Purbaya
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2026
Berita
tirto.id - Belakangan ini beredar informasi yang mengklaim bahwa Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, membagikan dana hibah kepada masyarakat sebesar Rp11 miliar.
Klaim tersebut disebarkan oleh “program.dana_hibah” (arsip) pada 10 April 2026 di akun TikTok miliknya. “DANA SENILAI 11 MILYAR SIAP DISALURKAN KE MASYARAKAT INDONESIA AYO SEGERA DAFTAR SEBELUM TERLAMBAT.” Tulis pengunggah di dalam video.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam unggahan itu, pengunggah mengklaim bahwa masyarakat dapat memperoleh dana hibah dalam jumlah besar dengan cara mendaftar melalui tautan atau tombol yang disediakan dalam unggahan tersebut. Klaim tersebut disertai dengan audio yang menirukan suara Menteri Keuangan, seolah-olah berasal langsung dari Purbaya Yudhi Sadewa untuk meyakinkan publik.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Saya Menteri Keuangan ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk anda, jangan lupa klik semua tombol di samping.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026) unggahan tersebut telah memperoleh 23 tanda suka dan 9 komentar. Dari pantauan Tirto, warganet yang berkomentar terlihat mempercayai klaim tersebut.
Baca juga:Purbaya Sebut Akan Ada Insentif Baru untuk Motor Listrik
Periksa Fakta Dana HIbah dari Purbaya. foto/hotline periska fakta tirto
Klaim tersebut disebarkan oleh “program.dana_hibah” (arsip) pada 10 April 2026 di akun TikTok miliknya. “DANA SENILAI 11 MILYAR SIAP DISALURKAN KE MASYARAKAT INDONESIA AYO SEGERA DAFTAR SEBELUM TERLAMBAT.” Tulis pengunggah di dalam video.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam unggahan itu, pengunggah mengklaim bahwa masyarakat dapat memperoleh dana hibah dalam jumlah besar dengan cara mendaftar melalui tautan atau tombol yang disediakan dalam unggahan tersebut. Klaim tersebut disertai dengan audio yang menirukan suara Menteri Keuangan, seolah-olah berasal langsung dari Purbaya Yudhi Sadewa untuk meyakinkan publik.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Saya Menteri Keuangan ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk anda, jangan lupa klik semua tombol di samping.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026) unggahan tersebut telah memperoleh 23 tanda suka dan 9 komentar. Dari pantauan Tirto, warganet yang berkomentar terlihat mempercayai klaim tersebut.
Baca juga:Purbaya Sebut Akan Ada Insentif Baru untuk Motor Listrik
Periksa Fakta Dana HIbah dari Purbaya. foto/hotline periska fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mengamati konten dengan seksama. Dari hasil pantauan, Tirto menemukan kejanggalan pada audio yang diklaim sebagai suara Purbaya. Suara Purbaya cenderung datar layaknya robot, dengan intonasi yang tidak alami, minim penekanan emosi, serta ritme bicara yang terlalu konsisten.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi yakni 98,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Purbaya Yudhi Sadewa.
Hive Moderation Dana Hibah Rp11M Purbaya. (FOTO/Hive Moderation)
Tirto lantas menelusuri akun resmi Kementerian Keuangan untuk memverifikasi klaim. Hasilnya, kami menemukan unggahan di Instagram dan X resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan pada 10 April 2026 yang membantah klaim tersebut.
“Video yang mengatasnamakan Menteri Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah senilai 11 M karena bukan pinjaman, merupakan video deep fake.” Tulis PPID Kemenkeu dalam takarir.
PPID Kemenkeu mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.
Baca juga:Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Mulai Berjalan Mei
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi yakni 98,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Purbaya Yudhi Sadewa.
Hive Moderation Dana Hibah Rp11M Purbaya. (FOTO/Hive Moderation)
Tirto lantas menelusuri akun resmi Kementerian Keuangan untuk memverifikasi klaim. Hasilnya, kami menemukan unggahan di Instagram dan X resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan pada 10 April 2026 yang membantah klaim tersebut.
“Video yang mengatasnamakan Menteri Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah senilai 11 M karena bukan pinjaman, merupakan video deep fake.” Tulis PPID Kemenkeu dalam takarir.
PPID Kemenkeu mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.
Baca juga:Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Mulai Berjalan Mei
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Menkeu Purbaya membagikan dana hibah sebesar Rp11 miliar adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Purbaya, melainkan dibuat menggunakan AI. PPID Kemenkeu juga menyatakan di akun Instagram dan X resmi miliknya bahwa konten tersebut adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Purbaya, melainkan dibuat menggunakan AI. PPID Kemenkeu juga menyatakan di akun Instagram dan X resmi miliknya bahwa konten tersebut adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@program.dana_hibah/video/7626578360491166997?is_from_webapp=1&sender_device=pc
- https://archive.ph/H7euR
- https://tirto.id/purbaya-sebut-akan-ada-insentif-baru-untuk-motor-listrik-ht7r
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.instagram.com/p/DW7aGnyk66m/?igsh=MTByenBjejQ2bWNyNA%3D%3D
- https://x.com/ppidkemenkeu/status/2042375275024097636?s=46&t=Wn2GhZ5sq_rvd_HKJgCXNA
- https://tirto.id/purbaya-targetkan-legalisasi-rokok-ilegal-mulai-berjalan-mei-ht7G
Halaman: 96/8352



