• Keliru, Rudal Israel Hantam Kedutaan Korea Utara di Teheran

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim Israel melakukan kesalahan besar karena rudal Israel menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran.



    Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Aal Septian” (arsip) pada Minggu (15/04/2026). Dalam unggahan disebutkan bahwa rudal nyasar menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran secara tidak sengaja.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Israel melakukan kesalahan besar rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Taheran. Lah, ko serangannya makin kesini makin ngaur Israel. Bagaimana nanti kedepannya setelah kedutaan Korea Utara dapat serangan dari Israel,” begitu narasi dalam gambar unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan bahwa serangan rudal tersebut terjadi secara tidak sengaja. Gambar dalam video memperlihatkan Kim Jong Un sedang menunjuk Benjamin Netanyahu dengan latar belakang gedung yang hancur.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Rudal israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan besar korea utara di taheran,” begitu narasi dituliskan pengunggah.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (22/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 295 likes, 17 komentar, 7 kali dibagikan, dan 67 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

    periksa fakta Israel Bom Kedubes Korut.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Tempo yang menyatakan bahwa bukan Kedutaan Besar Korea Utara yang terkena serangan, melainkan Kedutaan Besar Korea Selatan yang lokasinya berdekatan dengan titik ledakan rudal Israel. Narasi yang mengatakan rudal Israel tanpa sengaja menyasar Kedubes Korea Utara di Teheran adalah hoaks.

    Menurut Snopes, peta lokasi tersebut dirilis guna membuktikan posisi Kedutaan Besar Korea Utara tidak berada di sekitar area pengeboman Israel dan Amerika Serikat di Teheran. Ledakan tersebut terjadi di dekat gedung Kedutaan Besar Korea Selatan di Teheran pada 10 Maret 2026, bukan menyasar kantor perwakilan Korea Utara. Insiden ini pecah di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang terjadi sejak 28 Februari lalu.

    Lebih lanjut, Tirto mengamati gambar pada video tersebut. Gambar terlihat tidak proporsional dan tidak nyata. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 99,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan gambar asli Netanyahu dan Kim Jong Un.

    Dalam laporan FN News dan sejumlah media Korea, foto ledakan tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, menegaskan pada 17 Maret 2026 bahwa negaranya bukan musuh Iran. Menurut Cho, kedutaan mereka adalah salah satu kantor diplomatik asing yang masih bertahan di Teheran.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah. Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:Update Perang Iran-AS: Trump Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung Kedutaan Korea Utara di Teheran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan di dalam video bukan merupakan gambar asli, melainkan dibuat menggunakan AI.

    Foto ledakan tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Ledakan tersebut terjadi di dekat gedung Kedutaan Besar Korea Selatan di Teheran pada 10 Maret 2026, bukan menyasar kantor perwakilan Korea Utara.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Rudal Israel Hantam Kedutaan Korea Utara di Teheran

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim Israel melakukan kesalahan besar karena rudal Israel menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran.



    Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Aal Septian” (arsip) pada Minggu (15/04/2026). Dalam unggahan disebutkan bahwa rudal nyasar menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran secara tidak sengaja.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Israel melakukan kesalahan besar rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Taheran. Lah, ko serangannya makin kesini makin ngaur Israel. Bagaimana nanti kedepannya setelah kedutaan Korea Utara dapat serangan dari Israel,” begitu narasi dalam gambar unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan bahwa serangan rudal tersebut terjadi secara tidak sengaja. Gambar dalam video memperlihatkan Kim Jong Un sedang menunjuk Benjamin Netanyahu dengan latar belakang gedung yang hancur.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Rudal israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan besar korea utara di taheran,” begitu narasi dituliskan pengunggah.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (22/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 295 likes, 17 komentar, 7 kali dibagikan, dan 67 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

    periksa fakta Israel Bom Kedubes Korut.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Tempo yang menyatakan bahwa bukan Kedutaan Besar Korea Utara yang terkena serangan, melainkan Kedutaan Besar Korea Selatan yang lokasinya berdekatan dengan titik ledakan rudal Israel. Narasi yang mengatakan rudal Israel tanpa sengaja menyasar Kedubes Korea Utara di Teheran adalah hoaks.

    Menurut Snopes, peta lokasi tersebut dirilis guna membuktikan posisi Kedutaan Besar Korea Utara tidak berada di sekitar area pengeboman Israel dan Amerika Serikat di Teheran. Ledakan tersebut terjadi di dekat gedung Kedutaan Besar Korea Selatan di Teheran pada 10 Maret 2026, bukan menyasar kantor perwakilan Korea Utara. Insiden ini pecah di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang terjadi sejak 28 Februari lalu.

    Lebih lanjut, Tirto mengamati gambar pada video tersebut. Gambar terlihat tidak proporsional dan tidak nyata. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 99,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan gambar asli Netanyahu dan Kim Jong Un.

    Dalam laporan FN News dan sejumlah media Korea, foto ledakan tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, menegaskan pada 17 Maret 2026 bahwa negaranya bukan musuh Iran. Menurut Cho, kedutaan mereka adalah salah satu kantor diplomatik asing yang masih bertahan di Teheran.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah. Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:Update Perang Iran-AS: Trump Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung Kedutaan Korea Utara di Teheran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan di dalam video bukan merupakan gambar asli, melainkan dibuat menggunakan AI.

    Foto ledakan tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Ledakan tersebut terjadi di dekat gedung Kedutaan Besar Korea Selatan di Teheran pada 10 Maret 2026, bukan menyasar kantor perwakilan Korea Utara.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Jusuf Kalla Mengaku Pernah Memimpin Pembakaran Gereja”

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “ima.nuel65” pada Rabu (8/4/2026) yang memuat narasi :

    “Jusuf Kalla Akui Pimpin Pembakaran Gereja 1967

    Terungkap pengakuan Jusuf Kalla memimpin pembakaran 11 gereja tahun 1967. Simak kronologi dan motif di balik peristiwa kontroversial ini.”

    Hingga Kamis (23/4/2026) unggahan telah mendapatkan 23 ribu tanda suka, 621 komentar, dan telah dibagikan ulang 4.852 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Unggahan memperlihatkan potongan video Jusuf Kalla sedang diwawancarai oleh Andy F. Noya. Dalam pembicaraan tersebut Andy Noya melontarkan pernyataan bahwa JK menjadi pemimpin pembakaran 11 gereja di tahun 1967, menanggapi pernyataan itu JK dengan bangga mengiyakan tuduhan tersebut.

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memastikan kebenaran tersebut dengan mencari video full-nya di YouTube dengan memasukan kata kunci pencarian “wawancara Andy F Noya dengan Jusuf Kalla”.

    Hasil penelusuran menghasilkan temuan video di kanal YouTube Metro TV berjudul “KICK ANDY DOUBLE CHECK - Siapa Bilang Saya Sengkuni! [FULL]” yang tayang Jumat (9/7/2023). Pembahasan tentang isu pembakaran gereja ada di menit ke 23:53 hingga menit ke 31:10.

    Setelah ditonton secara utuh, yang justru terjadi adalah JK dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa isu mengenai keterlibatannya dalam pembakaran gereja tahun 1967 adalah fitnah. Sepanjang wawancara, tidak ada satu pun pernyataan yang menunjukkan bahwa ia mengakui keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

    Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa video yang beredar di TikTok telah disunting dengan cara dipotong-potong, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah JK mengaku sebagai dalang pembakaran gereja.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang beredar di TikTok tersebut telah disunting. Dalam versi aslinya, Jusuf Kalla justru membantah tuduhan bahwa dirinya merupakan dalang pembakaran gereja pada tahun 1967. Unggahan dengan klaim “Jusuf Kalla mengaku pernah memimpin pembakaran gereja” adalah konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran BSU Kemnaker Periode April - Juni 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) periode April - Juni 2026 sebesar Rp 600.000 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Informasi! BSU cair lagi senilai Rp 600.000 Buruan Daftar!"
    Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
    "BSU CAIR LAGI RP600 RIBU
    Kemnaker resmi menyalurkan Bantuan Subsidi Upah untuk periode April - Juni 2026"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran BSU periode April - Juni 2026 sebesar Rp 600.000? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BSU periode April - Juni 2026 sebesar Rp 600.000. Penelusuran mengarah pada siaran pers dari website resmi Kemnaker berjudul "Kemnaker Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks tentang BSU 2026" yang tayang pada 7 Januari 2026.
    Dalam artikel ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, terutama yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi dan berpotensi penipuan.
    Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai, hingga berita di media massa yang mencatut program BSU 2026, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
    Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menyikapi informasi BSU yang beredar di luar kanal resmi pemerintah.
    "Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri. Informasi resmi BSU hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Faried melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (7/1/2026).
    Sebagai informasi, penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku.
    Faried menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BSU periode April - Juni 2026 sebesar Rp 600.000 yang beredar di Facebook merupakan hoaks. 

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini