• Cek Fakta: Hoaks Artikel Raja Salman Beri Gelar Amirul Kazzab bagi Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/06/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Raja Salman memberikan gelar Amirul Kazzab pada mantan Presiden Jokowi. Postingan itu beredar sejak bulan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Mei 2026.
    Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari Antara berjudul:
    "Raja Salman Memberikan Gelar Kepada Jokowi Sebagai AMIRUL KAZZAB"
    Lalu benarkah postingan artikel Raja Salman memberikan gelar Amirul Kazzab pada mantan Presiden Jokowi?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah Antara Kalteng dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Raja Salman Undang 42 WNI Berangkat Haji Gratis"
    Artikel asli sama sekali tidak membahas pemberian gelar dari Raja Salman pada mantan Presiden Jokowi. Artikel asli membahas 42 WNI yang diundang Raja Salam untuk berangkat haji secara gratis.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel Raja Salman memberikan gelar Amirul Kazzab pada mantan Presiden Jokowi adalah hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Dandhy Laksono Temui Miliarder Amerika Serikat

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Dandhy Laksono, sutradara di balik film dokumenter investigatif berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, bertemu dengan seorang miliarder asal Amerika Serikat, George Soros, terkait film dokumenter yang dibuatnya.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Laska Prilanti” (arsip) pada Selasa (02/06/2026). Unggahan tersebut menampilkan foto George Soros dan Dandhy yang diklaim sebagai berita yang ditulis oleh BBC pada 2 Juni 2026.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “BBC, News Indonesia. Dhandy Laksono Bertemu Miliarder Amerika Serikat, siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam keterangan yang ditulis pengunggah, dicantumkan tautan yang diklaim dari BBC yang memuat berita tersebut. “Sutradara Film Pesta Babi dikabarkan bertemu Miliarder Amerika Serikat, Siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi? Cek selengkapnya sebelum dihapus https://www.bbc.com/indonesia/articles/cg5plj1q1p3p.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 605 komentar, dan 81 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi ketidakpercayaan masyarakat terhadap informasi itu dan menyebutkan foto tersebut hasil suntingan.

    Lantas, benarkah Dandhy menemui George Soros dan adakah kaitannya dengan film Pesta Babi?

    Baca juga:4 Alasan Kenapa Nobar Pesta Babi Seharusnya Tidak Dibubarkan

    Periksa Fakta Dhandy Laksono bertemu George Soros. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Akun tersebut menggunakan foto tiga gadis pada profilnya dan memiliki 6,1 ribu pengikut. Ditemukan beberapa unggahan video terkait film Pesta Babi, seperti pada video ini yang menyebutkan bahwa sutradara film Pesta Babi Papua, Dandhy Dwi Laksono, mendapatkan aliran dana produksi dari Cypri Paju Dale. Bahkan, muncul tuntutan agar sumber pendanaan film dibuka secara transparan kepada publik supaya tidak memunculkan spekulasi liar.

    Lebih lanjut, untuk menemukan gambar asli Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Dalam laman Owrite ditemukan foto identik dengan unggahan yang beredar, namun tidak ditemukan Dandy berfoto bersama George Soros di dalamnya.

    Kemudian, Tirto mencermati gambar yang beredar dan menemukan kejanggalan dalam judul berita tersebut, penulisan nama Dandhy yang ditulis "Dhandy" dan penulisan besar dan kecilnya huruf dalam judul berita tersebut tidak konsisten.

    Lantas, Tirto melakukan pencarian di laman BBC Indonesia, namun tidak ditemukan informasi bahwa Dandhy bertemu dengan George Soros. Selain itu, link yang dituliskan pada unggahan tersebut yaitu ini, tidak merujuk pada laman BBC Indonesia, tapi justru merujuk pada laman bertuliskan 404 Not Found.

    Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Dandhy bertemu dengan George Soros terkait film Pesta Babi.” Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa unggahan yang mencatut BBC Indonesia memberitakan Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah hoaks. Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan pihaknya tidak pernah menerbitkan konten seperti dalam unggahan yang beredar. Unggahan itu merupakan hasil rekayasa.

    Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan informasi yang menyebut BBC menulis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros adalah hoaks. Jerome mengecam adanya konten yang secara tidak bertanggung jawab mencatut BBC Indonesia.

    “Saya mengecam kemunculan konten yang mencatut nama dan situs BBC News Indonesia. BBC News Indonesia tidak pernah membuat apalagi menayangkan konten tersebut. Dengan demikian, konten itu patut disebut hoaks yang menyesatkan pembaca,” begitu keterangan Jerome kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

    Melansir laman Tempo, Cypri Dale juga pernah diisukan membiayai film Pesta Babi. Faktanya, Cypri Dale tidak pernah menyatakan film tersebut didanai oleh negara asing. Film Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale, hasil kolaborasi sejumlah lembaga di Indonesia.

    Sebagai informasi, Cypri Jehan Paju Dale adalah antropolog yang aktif membangun narasi seputar politik pembangunan, kedaulatan masyarakat adat, relasi multi-spesies, dan model keagamaan pribumi. Risetnya menjadi basis data awal film Pesta Babi, sekaligus mempermudah pendekatan dengan masyarakat setempat.

    Menurut Cypri, film Pesta Babi diproduksi lewat kolaborasi banyak individu dan lembaga dalam bentuk tenaga, keahlian, peralatan, hingga dana. Nama dan logo semua kontributor tercantum dalam film beserta posternya.

    Hal senada disampaikan Dandhy Laksono yang menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga, seperti Koperasi Indonesia Baru, Watchdog, Greenpeace Indonesia, Lembaga Riset Pusaka Bentala Rakyat, LBH Merauke, serta media asal Papua, Jubi.

    “Tidak semua kontribusi berbentuk uang. Lebih banyak dalam bentuk waktu, tenaga atau kerja-kerja probono, seperti peralatan shooting atau hasil riset. Dan semua yang terlibat tidak ada yang dibayar,” ujar Dandhy saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 Mei 2026.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa sutradara dan jurnalis Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.

    Baca juga:Polisi: Mama Sinta Juga Laporkan Dandhy Laksono soal Pesta Babi

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim Dandhy bertemu dengan miliarder Amerika Serikat George Soros bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    BBC membantah pihaknya pernah merilis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros pada laman BBC Indonesia dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

    Sutradara utama sekaligus konseptor di balik pembuatan film dokumenter investigatif Pesta Babi, Dandhy Laksono, menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Dokumentasi "Israel Dihantam Rudal Khorramshahr"

    Sumber: X
    Tanggal publish: 04/06/2026

    Berita

    Pada Jumat (24/04/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “blackrengers” (@blackrenge85717) dengan narasi: 

    “🚨🚨 BERITA TERKINI: Israel dilaporkan telah dihantam oleh rudal Khorramshahr beberapa menit yang lalu — momen yang tak akan terlupakan!💥🔥🔥🔥

    Alhamdulillah 

    🎥 @Tehran_Reports”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 30 ribu kali, mendapatkan 43 jawaban, di-post ulang 384 kali, dan disukai 1.9 ribu pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa gambar pratinjau (thumbnail) dari video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang membagikan video sebelumnya dengan konteks yang benar. 

    Media internasional “Anadolu Ajansi” (aa.com.tr) membagikan foto yang cocok di artikel yang dipublikasikan pada 16 Oktober 2025, yang dikoroborasi didukung oleh Al Jazeera (aljazeera.com) yang mempublikasikan video yang mirip sehari sesudahnya.

    Sumber-sumber di atas menjelaskan bahwa video yang dibagikan adalah video serangan Israel ke Libanon pada tahun 2025 lalu, kutipan artikel oleh “Anadolu Ajansi”: “Tentara Israel melancarkan 12 serangan udara di Lebanon selatan dan timur pada hari Kamis, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya tujuh orang, yang merupakan pelanggaran baru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024, kata pihak berwenang Lebanon.” (diterjemahkan dari Bahasa Inggris).

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan adalah video serangan Israel ke Libanon pada tahun 2025 lalu. Jadi, unggahan yang berisi video dengan klaim Israel dihantam rudal Khorramshahr merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Pendaftaran Undian Berhadiah Bank Bengkulu

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 04/06/2026

    Berita

    Akun Facebook “Program Bank Bengkulu Berhadiah Tahun 2026” pada Kamis (28/05/2026) mengunggah informasi [arsip] mengenai undian berhadiah Bank Bengkulu, unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Khusus Nasabah,(Bank Bengkulu), Yg sudah aktif terdaftar "Bengkulu Mobile"

    Ayo buruan daftar 𝙐𝙣𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙂𝙚𝙗𝙮𝙖𝙧 Bank Bengkulu, Undian Gebyar Apresiasi dari, Bengkulu Mobile bisa langsung menang & bawa pulang banyak hadiah Menarik Di Bawah ini...!!!

    150 Tiket Umroh Gratis & Haji Gratis

    20 Mobile Honda BRIO

    20 Mobile Pajero Sport

    20 Mobile Fortuner

    200 Motor Honda Vario

    25 TV Led 31in

    50 Hp Iphone 17 promax

    50 Kulkas Dua Pintu

    100 Emas & Logam Mulia

    Masih Banyak Hadiah Lainnya di Bank Bengkulu

    Untuk melanjut kan pendaftaran kupon undian BANK BENGKULU, ( BENGKULU MOBILE )

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri akun Facebook yang membagikan informasi mengenai program undian berhadiah mengatasnamakan Bank Bengkulu. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa akun tersebut bukan merupakan akun resmi milik Bank Bengkulu. Akun Facebook resmi bank tersebut telah terverifikasi dengan tanda centang biru, sedangkan akun yang menyebarkan informasi undian tidak memiliki tanda verifikasi tersebut.

    Penelusuran lebih lanjut pada kanal resmi Bank Bengkulu, termasuk situs web resminya, tidak menemukan adanya informasi mengenai program undian berhadiah dengan mekanisme sebagaimana yang diklaim dalam unggahan yang beredar. Tidak ada pengumuman maupun publikasi resmi yang mendukung narasi tersebut.

    Sementara itu, Bank Bengkulu melalui Instagram resminya @bankbengkuluofficial telah menyampaikan peringatan kepada nasabah agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan bank tersebut.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai program undian berhadiah yang beredar tidak berasal dari akun resmi Bank Bengkulu dan tidak didukung oleh pengumuman pada kanal resmi bank tersebut. Dengan demikian, informasi “pendaftaran undian berhadiah Bank Bengkulu” merupakan konten tiruan (Impostor Content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini