Cek Fakta: Tidak Benar Video Purbaya Umumkan Program Bantuan Dana Pensiun
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa umumkan program bantuan dana pensiun, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 Mei 2026.
Klaim video Purbaya umumkan program bantuan dana pensiun menampilkan Purbaya sedang berbicara, berikut transkripnya.
"Program bantuan dana pensiun resmi dibuka ini kesempatan bagi seluruh pensiunan di Indonesia daftar segera dan lengkapi persyaratan yang dibutuhkan."
Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
"PROGRAM BANTUAN DANA PENSIUN 2026 RESMI DIBUKA!!!
Kesempatan bagi seluruh pensiunan di Indonesia untuk mendapat bantuan dana pensiunan demi menunjang kesejahteraan di masa pensiun.
Segera lakukan pendaftaran dan lengkapi persyaratan yang dibutuhkan"
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"BANTUAN DANA PENSIUNAN 2026
Saatnya menikmati masa pensiun dengan lebih tenang, aman, dan sejahtera. Program Bantuan Dana Pensiunan 2026 hadir sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi para pensiunan Indonesia untuk bangsa dan negara. 🇮🇩
💰 Dukungan dana pensiun
🏥 Akses layanan kesehatan
🛒 Bantuan kebutuhan pokok
🏅 Penghargaan atas jasa dan pengabdian
Program ini dirancang untuk membantu para pensiunan menjalani masa depan yang lebih nyaman, mandiri, dan bahagia bersama keluarga tercinta. Dengan penyaluran yang tepat waktu, aman, dan transparan, kesejahteraan pensiunan menjadi prioritas utama.
🙏 Terima kasih atas pengabdian Anda.
Kini saatnya menikmati masa pensiun yang lebih bermartabat, karena jasa Anda adalah inspirasi bagi Indonesia maju."
Benarkah Klaim video Purbaya umumkan program bantuan dana pensiun? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Purbaya umumkan program bantuan dana pensiun, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "[HOAKS] Dana Bantuan Para Pensiunan Tahun 2026" yang dimuat situs e-ppid.kemenkeu.go.id.
Situs e-ppid.kemenkeu.go.id menyebutkan, video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia, merupakan video hoaks deep fake.
Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa umumkan program bantuan dana pensiun tidak benar.
Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia, merupakan video hoaks deep fake.
Hoaks, Hantavirus 2026 Sudah Diprediksi Sejak 2022
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim pemilik akun di platform X bernama @iamasoothsayer telah memprediksi akan ada kemunculan hantavirus pada tahun 2026 setelah pandemi coronavirus berakhir pada tahun 2023.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Marlintho Aditama Ishal” (arsip) dalam grup obrolan “Kabar Palestina Terkini” pada Jumat (08/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar akun ‘soothsayer’ dengan tulisan “2023: Corona ended, 2026: Hantavirus” yang diunggah pada 11 Juni 22.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Tanggal 11 juni 2022 Pemilik akun X ini sudah memprediksi akan ada HANTAVIRUS ditahun 2026. Mungkin Pemilik Akun ini Rajin membaca Teori-Teori konspirasi dan berita-berita perkembangan teknologi...😁😁😁” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 101 likes, 23 komentar, dan 30 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Di edit gak tuuu...?” begitu salah satu komentar dalam unggahan tersebut.
Lantas, benarkah Hantavirus sudah diprediksi sejak tahun 2022?
Baca juga:Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Periksa Fakta Prediksi Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Marlintho Aditama Ishal” (arsip) dalam grup obrolan “Kabar Palestina Terkini” pada Jumat (08/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar akun ‘soothsayer’ dengan tulisan “2023: Corona ended, 2026: Hantavirus” yang diunggah pada 11 Juni 22.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Tanggal 11 juni 2022 Pemilik akun X ini sudah memprediksi akan ada HANTAVIRUS ditahun 2026. Mungkin Pemilik Akun ini Rajin membaca Teori-Teori konspirasi dan berita-berita perkembangan teknologi...😁😁😁” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 101 likes, 23 komentar, dan 30 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Di edit gak tuuu...?” begitu salah satu komentar dalam unggahan tersebut.
Lantas, benarkah Hantavirus sudah diprediksi sejak tahun 2022?
Baca juga:Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Periksa Fakta Prediksi Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada akun Instagram @jawapos yang menampilkan gambar serupa dan menyatakan bahwa unggahan hantavirus dari sebuah akun X tahun 2022 mendadak viral usai kasus kematian di kapal pesiar ramai dibahas. Warganet menyebut postingan tersebut seperti prediksi karena kembali disorot setelah muncul laporan dugaan infeksi hantavirus di Samudra Atlantik.
Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia, sementara satu penumpang lain masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.
WHO menyebut hantavirus umumnya menular melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Virus ini dapat menyerang paru-paru dan ginjal dengan gejala berat. Meski penularan antar manusia tergolong jarang, otoritas kesehatan tetap menyelidiki kemungkinan penyebaran di antara penumpang kapal.
Lebih lanjut, akun bernama “Soothsayer” tersebut bergabung dengan X sejak Juni 2022 dan berbasis di Filipina, persis di tengah situasi pandemi Covid-19. Cuitan akun Soothsayer tersebut beredar tanpa konteks sejarah yang utuh.
Melansir laman Tempo, pihaknya telah melayangkan permohonan konfirmasi kepada pemilik akun melalui platform X, namun belum menerima tanggapan hingga artikel ini diterbitkan.
Faktanya, virus hanta bukan hal baru melainkan ancaman lama yang telah memicu wabah besar di Korea Selatan sejak era 1950-an.
Artikel berjudul Hantaviruses pada laman ScienceDirect, menuliskan bahwa sebuah riset yang dilakukan Mohammed A. Mir, peneliti Kansas University Medical Center, terbitan tahun 2010, mengungkapkan bahwa demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) menyerang lebih dari 3.000 pasukan PBB saat Perang Korea pada kurun 1951 sampai 1953. Rentetan kasus mematikan ini mendorong para ilmuwan melacak asal-usul penyakit.
Hasilnya, pada 1978 peneliti berhasil mengisolasi virus penyebab demam tersebut dari tikus yang terinfeksi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Temuan itu kemudian dinamai virus Hantaan, merujuk pada nama sungai tersebut, sebelum akhirnya diklasifikasikan dalam genus baru bernama Hantavirus pada 1981.
Artikel pada laman Centers for Disease Control berjudul “COVID-19 vs. Hantavirus Pulmonary Syndrome” merangkum perbedaan mendasar antara Covid-19 dan hantavirus pemicu Sindrom Paru Hantavirus (HPS). Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “IDAI Sebut Risiko Penyebaran Hantavirus Tidak seperti COVID-19” menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyusul merebaknya pembahasan mengenai Hantavirus, khususnya varian Andes yang dikaitkan dengan kasus kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius. IDAI menegaskan risiko penyebaran hantavirus tidak seperti COVID-19 dan kecil kemungkinan memicu wabah besar.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, mengatakan Hantavirus berbeda dengan SARS-CoV-2 maupun influenza dari sisi pola penularan.
“Yang jelas virus Hanta ini relatif jarang bermutasi, tidak seperti SARS-CoV-2 itu atau yang lebih jahat adalah influenza dan HIV. Jadi dia ini relatif lebih jarang mengalami mutasi ya,” begitu keterangan Dominicus dalam seminar yang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/5/2026).
Menurut Dominicus, hantavirus, khususnya varian Andes, memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan campak maupun COVID-19. Ia menyebut sejumlah literatur bahkan tidak mencantumkan angka reproduksi dasar atau basic reproduction number (R0) virus tersebut karena sangat kecil. Ia pun membandingkan tingkat penularan hantavirus dengan campak yang dikenal sangat mudah menular.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa kemunculan hantavirus pada 2026 sudah diprediksi sejak tahun 2022 adalah tidak benar dan tidak didukung dengan fakta ilmiah.
Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer
Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia, sementara satu penumpang lain masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.
WHO menyebut hantavirus umumnya menular melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Virus ini dapat menyerang paru-paru dan ginjal dengan gejala berat. Meski penularan antar manusia tergolong jarang, otoritas kesehatan tetap menyelidiki kemungkinan penyebaran di antara penumpang kapal.
Lebih lanjut, akun bernama “Soothsayer” tersebut bergabung dengan X sejak Juni 2022 dan berbasis di Filipina, persis di tengah situasi pandemi Covid-19. Cuitan akun Soothsayer tersebut beredar tanpa konteks sejarah yang utuh.
Melansir laman Tempo, pihaknya telah melayangkan permohonan konfirmasi kepada pemilik akun melalui platform X, namun belum menerima tanggapan hingga artikel ini diterbitkan.
Faktanya, virus hanta bukan hal baru melainkan ancaman lama yang telah memicu wabah besar di Korea Selatan sejak era 1950-an.
Artikel berjudul Hantaviruses pada laman ScienceDirect, menuliskan bahwa sebuah riset yang dilakukan Mohammed A. Mir, peneliti Kansas University Medical Center, terbitan tahun 2010, mengungkapkan bahwa demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) menyerang lebih dari 3.000 pasukan PBB saat Perang Korea pada kurun 1951 sampai 1953. Rentetan kasus mematikan ini mendorong para ilmuwan melacak asal-usul penyakit.
Hasilnya, pada 1978 peneliti berhasil mengisolasi virus penyebab demam tersebut dari tikus yang terinfeksi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Temuan itu kemudian dinamai virus Hantaan, merujuk pada nama sungai tersebut, sebelum akhirnya diklasifikasikan dalam genus baru bernama Hantavirus pada 1981.
Artikel pada laman Centers for Disease Control berjudul “COVID-19 vs. Hantavirus Pulmonary Syndrome” merangkum perbedaan mendasar antara Covid-19 dan hantavirus pemicu Sindrom Paru Hantavirus (HPS). Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “IDAI Sebut Risiko Penyebaran Hantavirus Tidak seperti COVID-19” menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyusul merebaknya pembahasan mengenai Hantavirus, khususnya varian Andes yang dikaitkan dengan kasus kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius. IDAI menegaskan risiko penyebaran hantavirus tidak seperti COVID-19 dan kecil kemungkinan memicu wabah besar.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, mengatakan Hantavirus berbeda dengan SARS-CoV-2 maupun influenza dari sisi pola penularan.
“Yang jelas virus Hanta ini relatif jarang bermutasi, tidak seperti SARS-CoV-2 itu atau yang lebih jahat adalah influenza dan HIV. Jadi dia ini relatif lebih jarang mengalami mutasi ya,” begitu keterangan Dominicus dalam seminar yang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/5/2026).
Menurut Dominicus, hantavirus, khususnya varian Andes, memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan campak maupun COVID-19. Ia menyebut sejumlah literatur bahkan tidak mencantumkan angka reproduksi dasar atau basic reproduction number (R0) virus tersebut karena sangat kecil. Ia pun membandingkan tingkat penularan hantavirus dengan campak yang dikenal sangat mudah menular.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa kemunculan hantavirus pada 2026 sudah diprediksi sejak tahun 2022 adalah tidak benar dan tidak didukung dengan fakta ilmiah.
Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa hantavirus sudah diprediksi sejak 2022 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Tidak ada argumen dan bukti ilmiah yang mendasari klaim tersebut.
Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://x.com/search?q=soothsayer%20hantavirus&src=typeahead_click&f=top
- https://www.facebook.com/groups/352975460433426/posts/981157087615257/
- https://archive.today/5lpK5
- https://tirto.id/salah-video-klaim-rekayasa-produksi-hantavirus-gunakan-apd-hwHT
- https://www.instagram.com/p/DYEuqoVEfaT/
- https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-pandemi-virus-hanta-2026-telah-diprediksi-sejak-2022-2139300
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0272271210000053?via%3Dihub
- https://stacks.cdc.gov/view/cdc/103616
- https://tirto.id/idai-sebut-risiko-penyebaran-hantavirus-tidak-seperti-covid-19-hvPZ
- https://tirto.id/hoaks-hantavirus-efek-samping-dari-vaksin-pfizer-hwiZ
Keliru, Purbaya Siap Bagikan Bantuan Dana Pensiun 2026
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim Menteri Keuangan RI memberikan klarifikasi adanya bantuan dana pensiunan 2026 yang sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat di Indonesia.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @purbaya_yudhireal (arsip) pada Minggu (31/05/2026). Unggahan video berdurasi 20 detik tersebut menampilkan gambar presenter berita yang menyampaikan bahwa Purbaya memberikan klarifikasi terkait bantuan dana pensiun 2026. Kemudian pada detik ke-8 cuplikan video menampilkan gambar Purbaya yang menyampaikan bahwa bantuan diberikan jika masyarakat membantu memviralkan dan menekan tombol di samping unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Pemirsa, Kementerian Keuangan ingin memberikan klarifikasi dan atas suara mengenai bantuan dana pensiunan 2026. Berikut penjelasannya.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Disini saya Purbaya Yudi Sadewa ingin menyampaikan bantuan dana pensiunan 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Mohon dibantu viralkan cukup tekan tombol yang ada di samping.” Begitu narasi diucapkan dalam video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan juga dicantumkan bahwa video klarifikasi Purbaya terkait dana pensiunan 2026 disampaikan pada 30 Mei 2026. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yaitu salinan KTP, proposal singkat dan data diri lengkap.
“KLARIFIKASI PURBAYA YUDHI SADEWA MEMBERIKAN KLARIFIKASI TERKAIT DANA PENSIUNAN 2026 UNTUK SELURUH UMAT ISLAM SE-INDONESIA. Viral Hari ini, Bantuan Untuk Pensiunan 30 Mei 2026,” demikian keterangan tertulis dalam video.
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 158 likes, 71 komentar, 82 kali disimpan, dan 3366 kali ditayangkan.
Dalam kolom komentar ditemukan bahwa pengunggah mengarahkan pengunjung untuk menghubungi nomor yang tertera di bio akun untuk mendapatkan bantuan dana pensiun tersebut.
“Rusmijati.saya.mau dana pensiunan P.Purbaya bgm caranya? chat no yang ada di bio,” begitu reaksi pengunggah terhadap salah satu komentar.
Lantas, benarkah Purbaya berikan bantuan dana pensiun 2026 melalui nomor tersebut?
Baca juga:Purbaya Buka Peluang Sisipkan Anak Buahnya di PT DSI
Periksa Fakta Bantuan untuk pensiunan. foto/Hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @purbaya_yudhireal (arsip) pada Minggu (31/05/2026). Unggahan video berdurasi 20 detik tersebut menampilkan gambar presenter berita yang menyampaikan bahwa Purbaya memberikan klarifikasi terkait bantuan dana pensiun 2026. Kemudian pada detik ke-8 cuplikan video menampilkan gambar Purbaya yang menyampaikan bahwa bantuan diberikan jika masyarakat membantu memviralkan dan menekan tombol di samping unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Pemirsa, Kementerian Keuangan ingin memberikan klarifikasi dan atas suara mengenai bantuan dana pensiunan 2026. Berikut penjelasannya.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Disini saya Purbaya Yudi Sadewa ingin menyampaikan bantuan dana pensiunan 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Mohon dibantu viralkan cukup tekan tombol yang ada di samping.” Begitu narasi diucapkan dalam video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan juga dicantumkan bahwa video klarifikasi Purbaya terkait dana pensiunan 2026 disampaikan pada 30 Mei 2026. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yaitu salinan KTP, proposal singkat dan data diri lengkap.
“KLARIFIKASI PURBAYA YUDHI SADEWA MEMBERIKAN KLARIFIKASI TERKAIT DANA PENSIUNAN 2026 UNTUK SELURUH UMAT ISLAM SE-INDONESIA. Viral Hari ini, Bantuan Untuk Pensiunan 30 Mei 2026,” demikian keterangan tertulis dalam video.
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 158 likes, 71 komentar, 82 kali disimpan, dan 3366 kali ditayangkan.
Dalam kolom komentar ditemukan bahwa pengunggah mengarahkan pengunjung untuk menghubungi nomor yang tertera di bio akun untuk mendapatkan bantuan dana pensiun tersebut.
“Rusmijati.saya.mau dana pensiunan P.Purbaya bgm caranya? chat no yang ada di bio,” begitu reaksi pengunggah terhadap salah satu komentar.
Lantas, benarkah Purbaya berikan bantuan dana pensiun 2026 melalui nomor tersebut?
Baca juga:Purbaya Buka Peluang Sisipkan Anak Buahnya di PT DSI
Periksa Fakta Bantuan untuk pensiunan. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan foto Purbaya sebagai foto profil dan memiliki 219 pengikut. Ditemukan beberapa unggahan video terkait Purbaya menawarkan bantuan dengan cara menekan tombol pada unggahan dan menghubungi nomor tertera. Namun, cuplikan video tersebut menampilkan video yang berbeda, seperti pada video ini dan ini.
Pengunggah juga mencantumkan keterangan pada bio akun sebagai berikut: “Daftarkan segera Dana Bantuan. Modal usaha, melunasi hutang HUB.0882-2068-7578.”
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 467,9 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 98,9 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.
Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Metro TV News Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Contact Center Kemenkeu PRIME mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai beredarnya video hoaks yang mencatut nama dan wajah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait klaim penyaluran dana bantuan pensiun tahun 2026.
Dalam laman Instagram resmi @kemenkeu.prime, Kementerian Keuangan RI memberikan klarifikasi bahwa video yang beredar mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia merupakan video hoaks.
Senada dengan hal tersebut, dalam laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan, Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar adalah deepfake.
“[HOAKS] Dana Bantuan Para Pensiunan Tahun 2026. Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip laman PPID Kemenkeu.
Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.
Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan selalu waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber, serta bukti yang terpercaya.
Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Kemenkeu Sebut Video Purbaya Bagi-bagi Bantuan Modal Usaha Hoaks
Pengunggah juga mencantumkan keterangan pada bio akun sebagai berikut: “Daftarkan segera Dana Bantuan. Modal usaha, melunasi hutang HUB.0882-2068-7578.”
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 467,9 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 98,9 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.
Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Metro TV News Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Contact Center Kemenkeu PRIME mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai beredarnya video hoaks yang mencatut nama dan wajah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait klaim penyaluran dana bantuan pensiun tahun 2026.
Dalam laman Instagram resmi @kemenkeu.prime, Kementerian Keuangan RI memberikan klarifikasi bahwa video yang beredar mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia merupakan video hoaks.
Senada dengan hal tersebut, dalam laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan, Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar adalah deepfake.
“[HOAKS] Dana Bantuan Para Pensiunan Tahun 2026. Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip laman PPID Kemenkeu.
Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.
Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan selalu waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber, serta bukti yang terpercaya.
Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Kemenkeu Sebut Video Purbaya Bagi-bagi Bantuan Modal Usaha Hoaks
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Purbaya melakukan klarifikasi bahwa bantuan dana pensiun 2026 siap dibagikan ke masyarakat bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya tidak pernah mengatakan atau mengumumkan perihal adanya bantuan dana pensiun 2026 dan menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya tidak pernah mengatakan atau mengumumkan perihal adanya bantuan dana pensiun 2026 dan menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@purbaya_yudhireal/video/7645721908197002516?is_from_webapp=1&web_id=7496041695453365767
- https://archive.today/rUU0D
- https://tirto.id/purbaya-buka-peluang-sisipkan-anak-buahnya-di-pt-dsi-hw3M
- https://www.tiktok.com/@purbaya_yudhireal/video/7646272185581014292
- https://www.tiktok.com/@purbaya_yudhireal/video/7646943314305994005
- https://www.tiktok.com/@menkeuri
- https://www.instagram.com/menkeuri/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.metrotvnews.com/read/kBVCMAXG-kemenkeu-tegaskan-video-bantuan-pensiun-2026-yang-mencatut-purbaya-adalah-hoaks-deep-fake
- https://www.instagram.com/p/DZFHQNmkg-h/?img_index=1&igsh=NjV0NWcyamkyamU0
- https://e-ppid.kemenkeu.go.id/in/post/%5Bhoaks%5D-dana-bantuan-para-pensiunan-tahun-2026
- https://tirto.id/kemenkeu-sebut-video-purbaya-bagi-bagi-bantuan-modal-usaha-hoaks-hwiY
Hoaks, Hantavirus 2026 Sudah Diprediksi Sejak 2022
Sumber:Tanggal publish: 03/06/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim pemilik akun di platform X bernama @iamasoothsayer telah memprediksi akan ada kemunculan hantavirus pada tahun 2026 setelah pandemi coronavirus berakhir pada tahun 2023.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Marlintho Aditama Ishal” (arsip) dalam grup obrolan “Kabar Palestina Terkini” pada Jumat (08/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar akun ‘soothsayer’ dengan tulisan “2023: Corona ended, 2026: Hantavirus” yang diunggah pada 11 Juni 22.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Tanggal 11 juni 2022 Pemilik akun X ini sudah memprediksi akan ada HANTAVIRUS ditahun 2026. Mungkin Pemilik Akun ini Rajin membaca Teori-Teori konspirasi dan berita-berita perkembangan teknologi...😁😁😁” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 101 likes, 23 komentar, dan 30 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Di edit gak tuuu...?” begitu salah satu komentar dalam unggahan tersebut.
Lantas, benarkah Hantavirus sudah diprediksi sejak tahun 2022?
Baca juga:Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Periksa Fakta Prediksi Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Marlintho Aditama Ishal” (arsip) dalam grup obrolan “Kabar Palestina Terkini” pada Jumat (08/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar akun ‘soothsayer’ dengan tulisan “2023: Corona ended, 2026: Hantavirus” yang diunggah pada 11 Juni 22.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Tanggal 11 juni 2022 Pemilik akun X ini sudah memprediksi akan ada HANTAVIRUS ditahun 2026. Mungkin Pemilik Akun ini Rajin membaca Teori-Teori konspirasi dan berita-berita perkembangan teknologi...😁😁😁” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 101 likes, 23 komentar, dan 30 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Di edit gak tuuu...?” begitu salah satu komentar dalam unggahan tersebut.
Lantas, benarkah Hantavirus sudah diprediksi sejak tahun 2022?
Baca juga:Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Periksa Fakta Prediksi Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada akun Instagram @jawapos yang menampilkan gambar serupa dan menyatakan bahwa unggahan hantavirus dari sebuah akun X tahun 2022 mendadak viral usai kasus kematian di kapal pesiar ramai dibahas. Warganet menyebut postingan tersebut seperti prediksi karena kembali disorot setelah muncul laporan dugaan infeksi hantavirus di Samudra Atlantik.
Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia, sementara satu penumpang lain masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.
WHO menyebut hantavirus umumnya menular melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Virus ini dapat menyerang paru-paru dan ginjal dengan gejala berat. Meski penularan antar manusia tergolong jarang, otoritas kesehatan tetap menyelidiki kemungkinan penyebaran di antara penumpang kapal.
Lebih lanjut, akun bernama “Soothsayer” tersebut bergabung dengan X sejak Juni 2022 dan berbasis di Filipina, persis di tengah situasi pandemi Covid-19. Cuitan akun Soothsayer tersebut beredar tanpa konteks sejarah yang utuh.
Melansir laman Tempo, pihaknya telah melayangkan permohonan konfirmasi kepada pemilik akun melalui platform X, namun belum menerima tanggapan hingga artikel ini diterbitkan.
Faktanya, virus hanta bukan hal baru melainkan ancaman lama yang telah memicu wabah besar di Korea Selatan sejak era 1950-an.
Artikel berjudul Hantaviruses pada laman ScienceDirect, menuliskan bahwa sebuah riset yang dilakukan Mohammed A. Mir, peneliti Kansas University Medical Center, terbitan tahun 2010, mengungkapkan bahwa demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) menyerang lebih dari 3.000 pasukan PBB saat Perang Korea pada kurun 1951 sampai 1953. Rentetan kasus mematikan ini mendorong para ilmuwan melacak asal-usul penyakit.
Hasilnya, pada 1978 peneliti berhasil mengisolasi virus penyebab demam tersebut dari tikus yang terinfeksi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Temuan itu kemudian dinamai virus Hantaan, merujuk pada nama sungai tersebut, sebelum akhirnya diklasifikasikan dalam genus baru bernama Hantavirus pada 1981.
Artikel pada laman Centers for Disease Control berjudul “COVID-19 vs. Hantavirus Pulmonary Syndrome” merangkum perbedaan mendasar antara Covid-19 dan hantavirus pemicu Sindrom Paru Hantavirus (HPS). Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “IDAI Sebut Risiko Penyebaran Hantavirus Tidak seperti COVID-19” menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyusul merebaknya pembahasan mengenai Hantavirus, khususnya varian Andes yang dikaitkan dengan kasus kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius. IDAI menegaskan risiko penyebaran hantavirus tidak seperti COVID-19 dan kecil kemungkinan memicu wabah besar.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, mengatakan Hantavirus berbeda dengan SARS-CoV-2 maupun influenza dari sisi pola penularan.
“Yang jelas virus Hanta ini relatif jarang bermutasi, tidak seperti SARS-CoV-2 itu atau yang lebih jahat adalah influenza dan HIV. Jadi dia ini relatif lebih jarang mengalami mutasi ya,” begitu keterangan Dominicus dalam seminar yang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/5/2026).
Menurut Dominicus, hantavirus, khususnya varian Andes, memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan campak maupun COVID-19. Ia menyebut sejumlah literatur bahkan tidak mencantumkan angka reproduksi dasar atau basic reproduction number (R0) virus tersebut karena sangat kecil. Ia pun membandingkan tingkat penularan hantavirus dengan campak yang dikenal sangat mudah menular.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa kemunculan hantavirus pada 2026 sudah diprediksi sejak tahun 2022 adalah tidak benar dan tidak didukung dengan fakta ilmiah.
Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer
Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia, sementara satu penumpang lain masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.
WHO menyebut hantavirus umumnya menular melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Virus ini dapat menyerang paru-paru dan ginjal dengan gejala berat. Meski penularan antar manusia tergolong jarang, otoritas kesehatan tetap menyelidiki kemungkinan penyebaran di antara penumpang kapal.
Lebih lanjut, akun bernama “Soothsayer” tersebut bergabung dengan X sejak Juni 2022 dan berbasis di Filipina, persis di tengah situasi pandemi Covid-19. Cuitan akun Soothsayer tersebut beredar tanpa konteks sejarah yang utuh.
Melansir laman Tempo, pihaknya telah melayangkan permohonan konfirmasi kepada pemilik akun melalui platform X, namun belum menerima tanggapan hingga artikel ini diterbitkan.
Faktanya, virus hanta bukan hal baru melainkan ancaman lama yang telah memicu wabah besar di Korea Selatan sejak era 1950-an.
Artikel berjudul Hantaviruses pada laman ScienceDirect, menuliskan bahwa sebuah riset yang dilakukan Mohammed A. Mir, peneliti Kansas University Medical Center, terbitan tahun 2010, mengungkapkan bahwa demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) menyerang lebih dari 3.000 pasukan PBB saat Perang Korea pada kurun 1951 sampai 1953. Rentetan kasus mematikan ini mendorong para ilmuwan melacak asal-usul penyakit.
Hasilnya, pada 1978 peneliti berhasil mengisolasi virus penyebab demam tersebut dari tikus yang terinfeksi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Temuan itu kemudian dinamai virus Hantaan, merujuk pada nama sungai tersebut, sebelum akhirnya diklasifikasikan dalam genus baru bernama Hantavirus pada 1981.
Artikel pada laman Centers for Disease Control berjudul “COVID-19 vs. Hantavirus Pulmonary Syndrome” merangkum perbedaan mendasar antara Covid-19 dan hantavirus pemicu Sindrom Paru Hantavirus (HPS). Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “IDAI Sebut Risiko Penyebaran Hantavirus Tidak seperti COVID-19” menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyusul merebaknya pembahasan mengenai Hantavirus, khususnya varian Andes yang dikaitkan dengan kasus kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius. IDAI menegaskan risiko penyebaran hantavirus tidak seperti COVID-19 dan kecil kemungkinan memicu wabah besar.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, mengatakan Hantavirus berbeda dengan SARS-CoV-2 maupun influenza dari sisi pola penularan.
“Yang jelas virus Hanta ini relatif jarang bermutasi, tidak seperti SARS-CoV-2 itu atau yang lebih jahat adalah influenza dan HIV. Jadi dia ini relatif lebih jarang mengalami mutasi ya,” begitu keterangan Dominicus dalam seminar yang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/5/2026).
Menurut Dominicus, hantavirus, khususnya varian Andes, memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan campak maupun COVID-19. Ia menyebut sejumlah literatur bahkan tidak mencantumkan angka reproduksi dasar atau basic reproduction number (R0) virus tersebut karena sangat kecil. Ia pun membandingkan tingkat penularan hantavirus dengan campak yang dikenal sangat mudah menular.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa kemunculan hantavirus pada 2026 sudah diprediksi sejak tahun 2022 adalah tidak benar dan tidak didukung dengan fakta ilmiah.
Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa hantavirus sudah diprediksi sejak 2022 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Tidak ada argumen dan bukti ilmiah yang mendasari klaim tersebut.
Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.
Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://x.com/search?q=soothsayer%20hantavirus&src=typeahead_click&f=top
- https://www.facebook.com/groups/352975460433426/posts/981157087615257/
- https://archive.today/5lpK5
- https://tirto.id/salah-video-klaim-rekayasa-produksi-hantavirus-gunakan-apd-hwHT
- https://www.instagram.com/p/DYEuqoVEfaT/
- https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-pandemi-virus-hanta-2026-telah-diprediksi-sejak-2022-2139300
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0272271210000053?via%3Dihub
- https://stacks.cdc.gov/view/cdc/103616
- https://tirto.id/idai-sebut-risiko-penyebaran-hantavirus-tidak-seperti-covid-19-hvPZ
- https://tirto.id/hoaks-hantavirus-efek-samping-dari-vaksin-pfizer-hwiZ
Halaman: 14/8664



