• Cek Fakta: Tidak Benar Video Sri Mulyani Berbagi Rezeki untuk Masyarakat Sebesar Rp 60 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berbagi rezeki kepada masyarakat sebesar Rp 60 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Saya ingin berbagi rezeki sebesar 60 juta rupiah, semoga dengan dana ini semua masyarat dapat terbantu amin ya robbal alamin"
    Unggahan menyertakan video dari Sri Mulyani, berikut isinya:
    "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Sri Mulyani ingin menyampaikan untuk semua masyarakat Indonesia bahwa saya ingin berbagi rezeki sebesar Rp 60 juta. Yang komen amin semoga menjadi pemenang, yang hanya melihat semoga Allah mencukupkan rezekinya."
    Terdapat menu kirim pesan dalam unggahan tersebut.
    Lalu benarkah klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki kepada masyarakat sebesar Rp 60 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki kepada masyarakat sebesar Rp 60 juta. Cek Fakta Liputan6.commenelusuri klaim video menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
    Dari hasil penelusuran, video klaim Sri Mulyani menunjukkan 99,7 persen hasil buatan AI, sedangkan audio menunjukkan 51,5 persen dihasilkan oleh AI.
     
    Penelusuran pun dilakukan menggunakan google image. Penelusuran menemukan, video tersebut identik dengan kegiatan Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan dan menghadiri talk show bertajuk "Perempuan Sehat, Generasi Hebat" di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa 22 April 2025.
    Acara yang diselenggarakan secara virtual ini dihadiri oleh pejabat Kemenkeu, para narasumber, serta ratusan pegawai dari berbagai daerah.  
    Sri Mulyani Indrawati, dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran perempuan dalam membentuk masa depan bangsa. Mengambil inspirasi dari pemikiran Raden Ajeng Kartini yang ditulis 125 tahun silam, Menkeu mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pembangunan, tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai perempuan.
    "Perempuan adalah simbol peradaban. Mereka adalah jembatan antar-generasi yang mampu menanamkan nilai-nilai positif untuk anak-anak bangsanya," ujar Sri Mulyani.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki kepada masyarakat sebesar Rp 60 juta, tidaklah benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Australia Umumkan Bantuan Rp50 Juta Dolar Untuk Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Australia umumkan beri bantuan kemanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran.



    Unggahan video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Roky Pranata” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Perdana Menteri Australia ke-31, Anthony Albanese dengan latar belakang bendera Iran dan kondisi bangunan runtuh dan truk bergambarkan bendera Australia.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Australia umumkan bantuan kemanusiaan untuk Iran sebesar Rp 50 juta Dollar. Setelah Spanyol berikan bantuan kemanusiaan ke Iran, kini menyusul Australia juga berikan bantuan 50 juta dollar untuk Iran.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video berdurasi 12 detik tersebut juga memperlihatkan gambar jalanan dan ditambahkan foto yang mengklaim seolah-olah Australia memberi bantuan kepada Iran tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    ‘TERIMA KASIH AUSTRALIA. Tidak perlu menjadi manusia untuk menjadi baik dan murah hati. Anda hanya perlu akal sehat untuk mengakui bahwa kedaulatan Iran dilanggar melalui pengeboman provokatif, warga yang tidak bersalah menjadi sasaran puluhan tahun hukuman ekonomi yang melumpuhkan hanya karena salah satu yang disebut kekuatan super menganggapnya sebagai ancaman dan menuduh #Iran ingin membangun nuklir. Aku akan mengulangi ini sekali lagi; Bom dan rudal tidak akan merusak perang dunia III. Tapi kemunafikan teman dan penonton bisa menjadi apa yang akhirnya akan dan akan memakan kita semua..” Begitu narasi ditambahkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapatkan 10,3 ribu tanda suka, 564 komentar, 377 kali dibagikan, dan 342 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, masyarakat yang mempercayai informasi tersebut mendukung tindakan Australia dan sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @syahid_elrumi, @khairulhariansah, dan akun Facebook bernama “Kisah Ulama Dan Sejarah Nusantara”. Semua unggahan tersebut menampilkan foto Anthony Albanese namun dengan tambahan narasi lain terkait Australia memberikan bantuan sebesar 50 juta dolar untuk Iran.

    Lantas, benarkah Australia umumkan beri bantuan Rp 50 juta Dollar untuk Iran?

    Baca juga:Rangkuman Berita Perang Iran Terbaru Hari ke-55

    Periksa Fakta Australia Umumkan Bantuan Kemanusiaan Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Dubawa, yang menyatakan bahwa ‘False! Australia has not paid $50m to Iran.’ Pemerintah Australia mengambil sikap tegas terhadap Iran dalam konflik Iran-Israel yang sedang berlangsung, Australia memperkuat dukungannya kepada Amerika Serikat dan Israel sambil mengutuk tindakan destabilisasi Teheran di seluruh Timur Tengah.

    Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan bahwa Australia tidak akan mendukung pemerintah Iran dalam keadaan apa pun. “Rekam jejak panjang Teheran dalam destabilisasi melalui program rudal balistik, ambisi nuklir, dan dukungan terhadap kelompok bersenjata proksi,” begitu alasan yang disampaikan Anthony.

    Dalam pernyataan bersama, pemerintah Australia berpihak pada AS melawan Iran, menyatakan bahwa mereka akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk mencegah Iran mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

    Menteri Luar Negeri Penny Wong menggemakan sentimen tersebut, menekankan bahwa perilaku Iran menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan keamanan Australia sendiri.

    Namun, seorang pengguna Facebook, Shop A3, menuduh bahwa Pemerintah Australia telah memberikan bantuan sebesar $50 juta kepada Iran. Mayoritas pengikut percaya klaim tersebut benar.

    Menurut Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, bantuan kemanusiaan sebesar $50 juta telah diberikan kepada Afghanistan. Pada Maret 2026, pemerintah Australia mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang dengan Iran.

    Namun, mereka mempertimbangkan permintaan bantuan dari negara-negara Timur Tengah yang diserang oleh Iran, menurut Menteri Luar Negeri Penny Wong. Salah satu negara yang mendapat manfaat dari dukungan mereka adalah Afghanistan, dan bukan Iran, seperti yang diklaim.

    Pemerintah Australia akan memberikan tambahan $50 juta dalam bentuk dukungan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan untuk mengatasi situasi yang memburuk di sana. Ini menjadikan total dukungan kemanusiaan yang diberikan kepada rakyat Afghanistan sejak jatuhnya Kabul pada tahun 2021 menjadi $310 juta. Rakyat Afghanistan sedang mengalami salah satu krisis kemanusiaan berkepanjangan terburuk di dunia, yang diperburuk oleh kegagalan Taliban untuk memenuhi kebutuhan dasar.

    “Situasi di Afghanistan sangat buruk. Pemerintah Australia tetap berkomitmen penuh untuk mendukung rakyat Afghanistan, dengan fokus yang kuat pada perempuan dan anak perempuan. Dukungan kemanusiaan Australia akan membantu menyelamatkan nyawa, mengurangi penderitaan, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis Afghanistan yang sedang berlangsung.” Begitu keterangan Menteri Luar Negeri Penny Wong.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Australia mengumumkan bantuan kemanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Perang Amerika-Iran: Islamabad Bak Dikarantina Imbas Perundingan

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Australia umumkan bantuan kemuanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan Australia sebesar $50 juta telah diberikan kepada Afganistan pada Maret 2026. Pemerintah Australia mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang dengan Iran.

    Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rudal Iran Menghantam Bunker Utama Pasukan Pertahanan Israel (IDF)

    Sumber: X
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    Pada Selasa (17/03/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “BP™” (@BangPino__) dengan narasi: 

    “Menurut laporan media Rusia yang belum terverifikasi, sebuah rudal Iran disebut menghantam bunker utama Israel Defense Forces yang diduga menampung pejabat tinggi.
    Jika terbukti benar, insiden ini berpotensi memicu guncangan besar di tingkat global.”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 15.9 ribu kali, mendapatkan 21 jawaban, di-post ulang 293 kali, disukai 925 kali, dan  disimpan sebagai favorit oleh 16 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa gambar pratinjau (thumbnail) dari video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang membagikan video sebelumnya dengan konteks yang benar. 

    Al Jazeera English (aljazeera.com) membagikan video dengan segmen yang sama dengan yang disebarkan oleh @BangPino__ pada 17 Oktober 2025 lalu di salah satu artikelnya, artikel tersebut menjelaskan bahwa video yang ditampilkan adalah video serangan Israel ke Libanon pada 16 Oktober 2025 lalu. 

    Sumber-sumber lainnya yang mengkoroborasi mendukung sumber di atas adalah artikel oleh situs Türkiye Today (turkiyetoday.com) dan situs Yeni Safak English (en.yenisafak.com) yang terbit sehari sebelumnya, 16 Oktober 2025, yang menampilkan foto yang mirip dengan gambar pratinjau (thumbnail) yang digunakan oleh video yang dimuat oleh Al Jazeera English.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan adalah video serangan Israel ke Libanon pada tahun 2025 lalu. Unggahan yang berisi video dengan klaim rudal Iran menghantam bunker utama pasukan pertahanan Israel (IDF) merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Australia Umumkan Bantuan Rp50 Juta Dolar Untuk Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Australia umumkan beri bantuan kemanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran.



    Unggahan video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Roky Pranata” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Perdana Menteri Australia ke-31, Anthony Albanese dengan latar belakang bendera Iran dan kondisi bangunan runtuh dan truk bergambarkan bendera Australia.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Australia umumkan bantuan kemanusiaan untuk Iran sebesar Rp 50 juta Dollar. Setelah Spanyol berikan bantuan kemanusiaan ke Iran, kini menyusul Australia juga berikan bantuan 50 juta dollar untuk Iran.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video berdurasi 12 detik tersebut juga memperlihatkan gambar jalanan dan ditambahkan foto yang mengklaim seolah-olah Australia memberi bantuan kepada Iran tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    ‘TERIMA KASIH AUSTRALIA. Tidak perlu menjadi manusia untuk menjadi baik dan murah hati. Anda hanya perlu akal sehat untuk mengakui bahwa kedaulatan Iran dilanggar melalui pengeboman provokatif, warga yang tidak bersalah menjadi sasaran puluhan tahun hukuman ekonomi yang melumpuhkan hanya karena salah satu yang disebut kekuatan super menganggapnya sebagai ancaman dan menuduh #Iran ingin membangun nuklir. Aku akan mengulangi ini sekali lagi; Bom dan rudal tidak akan merusak perang dunia III. Tapi kemunafikan teman dan penonton bisa menjadi apa yang akhirnya akan dan akan memakan kita semua..” Begitu narasi ditambahkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapatkan 10,3 ribu tanda suka, 564 komentar, 377 kali dibagikan, dan 342 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, masyarakat yang mempercayai informasi tersebut mendukung tindakan Australia dan sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @syahid_elrumi, @khairulhariansah, dan akun Facebook bernama “Kisah Ulama Dan Sejarah Nusantara”. Semua unggahan tersebut menampilkan foto Anthony Albanese namun dengan tambahan narasi lain terkait Australia memberikan bantuan sebesar 50 juta dolar untuk Iran.

    Lantas, benarkah Australia umumkan beri bantuan Rp 50 juta Dollar untuk Iran?

    Baca juga:Rangkuman Berita Perang Iran Terbaru Hari ke-55

    Periksa Fakta Australia Umumkan Bantuan Kemanusiaan Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Dubawa, yang menyatakan bahwa ‘False! Australia has not paid $50m to Iran.’ Pemerintah Australia mengambil sikap tegas terhadap Iran dalam konflik Iran-Israel yang sedang berlangsung, Australia memperkuat dukungannya kepada Amerika Serikat dan Israel sambil mengutuk tindakan destabilisasi Teheran di seluruh Timur Tengah.

    Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan bahwa Australia tidak akan mendukung pemerintah Iran dalam keadaan apa pun. “Rekam jejak panjang Teheran dalam destabilisasi melalui program rudal balistik, ambisi nuklir, dan dukungan terhadap kelompok bersenjata proksi,” begitu alasan yang disampaikan Anthony.

    Dalam pernyataan bersama, pemerintah Australia berpihak pada AS melawan Iran, menyatakan bahwa mereka akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk mencegah Iran mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

    Menteri Luar Negeri Penny Wong menggemakan sentimen tersebut, menekankan bahwa perilaku Iran menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan keamanan Australia sendiri.

    Namun, seorang pengguna Facebook, Shop A3, menuduh bahwa Pemerintah Australia telah memberikan bantuan sebesar $50 juta kepada Iran. Mayoritas pengikut percaya klaim tersebut benar.

    Menurut Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, bantuan kemanusiaan sebesar $50 juta telah diberikan kepada Afghanistan. Pada Maret 2026, pemerintah Australia mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang dengan Iran.

    Namun, mereka mempertimbangkan permintaan bantuan dari negara-negara Timur Tengah yang diserang oleh Iran, menurut Menteri Luar Negeri Penny Wong. Salah satu negara yang mendapat manfaat dari dukungan mereka adalah Afghanistan, dan bukan Iran, seperti yang diklaim.

    Pemerintah Australia akan memberikan tambahan $50 juta dalam bentuk dukungan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan untuk mengatasi situasi yang memburuk di sana. Ini menjadikan total dukungan kemanusiaan yang diberikan kepada rakyat Afghanistan sejak jatuhnya Kabul pada tahun 2021 menjadi $310 juta. Rakyat Afghanistan sedang mengalami salah satu krisis kemanusiaan berkepanjangan terburuk di dunia, yang diperburuk oleh kegagalan Taliban untuk memenuhi kebutuhan dasar.

    “Situasi di Afghanistan sangat buruk. Pemerintah Australia tetap berkomitmen penuh untuk mendukung rakyat Afghanistan, dengan fokus yang kuat pada perempuan dan anak perempuan. Dukungan kemanusiaan Australia akan membantu menyelamatkan nyawa, mengurangi penderitaan, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis Afghanistan yang sedang berlangsung.” Begitu keterangan Menteri Luar Negeri Penny Wong.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Australia mengumumkan bantuan kemanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Perang Amerika-Iran: Islamabad Bak Dikarantina Imbas Perundingan

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Australia umumkan bantuan kemuanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan Australia sebesar $50 juta telah diberikan kepada Afganistan pada Maret 2026. Pemerintah Australia mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang dengan Iran.

    Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini