• Hoaks, Tautan Pendaftaran Bantuan Budidaya Ikan

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim pemerintah berikan bantuan budidaya ikan air tawar. Dalam unggahan disebutkan pendaftaran bantuan dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “PROGRAM PEMERINTAH 2025/2026” (arsip) pada 16 April 2026. Dalam unggahan menampilkan poster suasana perairan dan gambar ikan dengan narasi utama “Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar Dari Pemerintah.”

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “� Program Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar dari Pemerintah! �
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui bantuan budidaya ikan air tawar. � Kriteria penerima: Petani pemula, Kelompok tani, Pekerja yang membutuhkan dukungan usaha, � Segera manfaatkan kesempatan ini! � Berlaku sampai bulan Desember. � Bersama kita tingkatkan produksi ikan air tawar Indonesia! � LINK DAFTAR ADA DI BIO PROFIL.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Pengunggah mencantumkan tautan https://pendaftaran-terbuka02.xrem.pro pada bio akun profil. Tautan ini diklaim untuk mendaftar bantuan budidaya ikan air tawar tersebut.

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (23/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1,1 ribu tanda suka, 232 komentar, dan 51 kali dibagikan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Mushof Gabluker Chanel” dalam obrolan grup “mancing mania waduk cengklik.” Unggahan tersebut menampilkan gambar yang sama terkait bantuan budidaya ikan air tawar.

    Lantas. bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Tips Budidaya Ikan Arwana untuk Pemula yang Perlu Diketahui

    Periksa Fakta Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut menggunakan logo Kemensos sebagai foto profil dan memiliki 10 ribu pengikut. Ditemukan bahwa akun tersebut beberapa kali mengunggah informasi terkait bantuan budidaya ikan yang diklaim berasal dari pemerintah melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun. Dari situ diketahui bahwa akun tersebut merupakan akun tidak resmi milik pemerintah maupun Kemensos,

    Adapun akun Facebook resmi milik Kemensos bernama “Kementerian Sosial RI” dengan 344 ribu pengikut dan memiliki centang biru.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Liputan6, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui akun Instagram resminya yakni @budidayakkp, minta masyarakat waspada terhadap penipuan dan hoaks yang mengatasnamakan pihaknya.

    “Pastikan selalu cek kebenaran informasi melalui kanal resmi, seperti media sosial Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Tetap waspada, jangan sampai tertipu ya,” begitu tulis Ditjen Budidaya KKP yang dikutip pada Kamis (9/4/2026).

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan yang diklaim untuk mendaftar bantuan budidaya ikan air tawar yang dicantumkan pada bio profil akun https://pendaftaran-terbuka02.xrem.pro. Tautan tersebut mengarahkan pengunjung ke laman dengan tulisan “Pendaftaran Umum Republik Indonesia” dan pengisian data diri berupa nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

    Setelah mengisi data pribadi, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirim melalui Telegram. Pengunggah juga mencantumkan keterangan bahwa laman pendaftaran dilindungi oleh hak cipta dan semua hak dilindungi.

    Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.

    Selanjutnya, Tirto mencoba mengecek keaslian tautan yang diklaim untuk mendaftar bantuan budidaya ikan air tawar tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island dengan domain terbuka02.xrem.pro, dibuat pada 2 April 2026, dan berlaku selama 3 bulan. Dengan demikian, tautan yang beredar bukanlah tautan resmi dan berpotensi penipuan.

    Dalam Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 81 Tahun 2025, pendaftaran bantuan budidaya ikan air tawar tidak dilakukan melalui link online, melainkan pengajuan proposal resmi kepada Dinas Perikanan Kabupaten/Kota atau Dinas Provinsi. Bantuan biasanya ditujukan bagi kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang terdaftar. Dengan demikian tautan yang mengklaim untuk pendaftaran bantuan budidaya ikan air tawar adalah tidak benar.

    Penyaluran bantuan sarana berupa bantuan benih ikan diberikan kepada calon penerima bantuan yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

    Kelompok Masyarakat;Kelompok Masyarakat Hukum Adat;Lembaga Swadaya Masyarakat;Lembaga Pendidikan; danLembaga Keagamaan.

    memiliki Kusuka elektronik (e-Kusuka);berbadan hukum atau terdaftar di Dinas; dansalah satu pengurus atau anggota Kelompok Masyarakat merupakan peserta aktif dalam program Jaminan Kesehatan nasional.

    kkp.go.id.

    Baca juga:Dinas Peternakan Sumatra Selatan Ajukan 500 Ribu Vaksin PMK

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar PPPK bantuan budidaya ikan air tawar bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Adapun tautan yang disertakan tidak berasal dari kanal resmi milik pemerintah dan berujung pada permintaan data pribadi. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    Pendaftaran bantuan budidaya ikan air tawar tidak dilakukan melalui link online, melainkan pengajuan proposal resmi kepada Dinas Perikanan Kabupaten/Kota atau Dinas Provinsi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Purbaya Alihkan Gaji DPR ke Program BPJS dan Sekolah Gratis

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Kombad123” pada Selasa (21/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “K3BIJAKAN PURB4YA DI BUL4N 4PRIL IN!.

    PURB4YA: 5AYA AK4N PAN9KAS GAJI D3P3R, AK4N 5AYA 4LIHKAN DI BPJ5 DAN SEKOLAH 9RATIS UNTUK R4KYAT A9AR T4K TERLALU TERBEB4NI 5aya tid4k peduli mau para elit n9amuk, penguasa n9amuk yan9 pentin9 r4kyat 5ejahtera mohon dukungannya”

    Per Rabu (22/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 179 tanda suka, menuai 56 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 4 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Purbaya alihkan gaji DPR ke BPJS dan sekolah gratis” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Artikel turnbackhoax.id “[SALAH] Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Gaji Guru Harus Setara DPR”, tayang Selasa (9/12/2025). Artikel ini menyatakan bahwa klaim Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menyebut gaji guru harus setara DPR adalah hoaks.

    • Berita cnbcindonesia.com “Purbaya Respons Soal Usulan Potong Gaji Menteri & Anggota DPR”, tayang Senin (6/4/2026). Berita ini melaporkan bahwa Menkeu Purbaya tidak mempermasalahkan jika Presiden Prabowo memutuskan untuk memangkas gaji pejabat pemerintahan setara menteri di tengah upaya penghematan untuk menjaga anggaran negara.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Menkeu Purbaya alihkan gaji DPR ke program BPJS dan sekolah gratis”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya alihkan gaji DPR ke program BPJS dan sekolah gratis” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ayam, Ikan, Kambing, dan Sapi

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ayam, ikan, kambing, dan sapi dari pemerintah. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 22 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Program Pemerintah Tahun Anggaran 2026 Bantuan Bibit Ayam,ikan,kambing dan Sapi
    Kuota nasional terbatas 5.000 peserta
    Fasilitas Bantuan :
    Ternak Ayam
    Ternak Ikan
    Ternak Kambing/Domba
    Ternak Sapi
    Pakan Ternak
    Imunisasi Dan Pelatihan Beternak
    Modal Usaha
    Syarat Peserta:
    Warga Negara Indonesia
    Memiliki lahan atau kandang ternak
    Bersedia irtengikuti pelatihan resmi
    Mengisi formulir pendaftaran online
    PERIODE PENDAFTARAN:2026
    Info pendaftaran silahkan klik daftar di postingan atau klik link di bawah ini ���
    GRATIS TIDAK DI PUNGUT BIAYA"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam, ikan, kambing, dan sapi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ayam, ikan, kambing, dan sapi. Penelusuran mengarah pada unggahan dari akun Instagram resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni @kkpgoid.
    Penelusuran mengarah pada unggahan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui akun Instagram resminya yakni @budidayakkp.
    Dalam unggahannya, KKP meminta masyarakat waspada terhadap penipuan dan hoaks yang mengatasnamakan pihaknya.
    "Pastikan selalu cek kebenaran informasi melalui kanal resmi, seperti media sosial Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya. Tetap waspada, jangan sampai tertipu ya," demikian tulis Ditjen Budidaya KKP.
    Penelusuran juga mengarah pada postingan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui akun Instagram resminya @ditjen_pkh.
    Dalam postingannya, Kementan meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan berkedok bantuan ternak. Sebab, marak akun palsu yang mengatasnamakan Kementerian Pertanian dan menawarkan bantuan ternak atau bibit ayam.
    "Hati-hati ya! Jangan mudah percaya pada akun mencurigakan atau tautan pendaftaran yang tidak resmi," tulis Ditjen PKH Kementan.
    Masyarakat diminta jangan pernah memberikan data pribadi seperti KTP, nomor rekening, atau identitas penting lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
    Kementan juga mengingatkan bahwa informasi hanya berasal dari akun resmi Kementerian Pertanian dan situs www.pertanian.go.id.
    "Jangan isi formulir atau tautan pendaftaran dari sumber yang tidak terverifikasi." 
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ayam, ikan, kambing, dan sapi, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Rudal Israel Hantam Kedutaan Korea Utara di Teheran

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook yang mengklaim Israel melakukan kesalahan besar karena rudal Israel menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran.



    Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Aal Septian” (arsip) pada Minggu (15/04/2026). Dalam unggahan disebutkan bahwa rudal nyasar menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran secara tidak sengaja.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Israel melakukan kesalahan besar rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Taheran. Lah, ko serangannya makin kesini makin ngaur Israel. Bagaimana nanti kedepannya setelah kedutaan Korea Utara dapat serangan dari Israel,” begitu narasi dalam gambar unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan bahwa serangan rudal tersebut terjadi secara tidak sengaja. Gambar dalam video memperlihatkan Kim Jong Un sedang menunjuk Benjamin Netanyahu dengan latar belakang gedung yang hancur.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Rudal israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan besar korea utara di taheran,” begitu narasi dituliskan pengunggah.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (22/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 295 likes, 17 komentar, 7 kali dibagikan, dan 67 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

    periksa fakta Israel Bom Kedubes Korut.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Tempo yang menyatakan bahwa bukan Kedutaan Besar Korea Utara yang terkena serangan, melainkan Kedutaan Besar Korea Selatan yang lokasinya berdekatan dengan titik ledakan rudal Israel. Narasi yang mengatakan rudal Israel tanpa sengaja menyasar Kedubes Korea Utara di Teheran adalah hoaks.

    Menurut Snopes, peta lokasi tersebut dirilis guna membuktikan posisi Kedutaan Besar Korea Utara tidak berada di sekitar area pengeboman Israel dan Amerika Serikat di Teheran. Ledakan tersebut terjadi di dekat gedung Kedutaan Besar Korea Selatan di Teheran pada 10 Maret 2026, bukan menyasar kantor perwakilan Korea Utara. Insiden ini pecah di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang terjadi sejak 28 Februari lalu.

    Lebih lanjut, Tirto mengamati gambar pada video tersebut. Gambar terlihat tidak proporsional dan tidak nyata. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 99,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan gambar asli Netanyahu dan Kim Jong Un.

    Dalam laporan FN News dan sejumlah media Korea, foto ledakan tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, menegaskan pada 17 Maret 2026 bahwa negaranya bukan musuh Iran. Menurut Cho, kedutaan mereka adalah salah satu kantor diplomatik asing yang masih bertahan di Teheran.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung kedutaan Korea Utara di Teheran adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah. Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Baca juga:Update Perang Iran-AS: Trump Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa rudal Israel secara tidak sengaja menghantam gedung Kedutaan Korea Utara di Teheran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan di dalam video bukan merupakan gambar asli, melainkan dibuat menggunakan AI.

    Foto ledakan tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Ledakan tersebut terjadi di dekat gedung Kedutaan Besar Korea Selatan di Teheran pada 10 Maret 2026, bukan menyasar kantor perwakilan Korea Utara.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini