• Keliru, Purbaya Siap Bagikan Bantuan Dana Pensiun 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim Menteri Keuangan RI memberikan klarifikasi adanya bantuan dana pensiunan 2026 yang sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat di Indonesia.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @purbaya_yudhireal (arsip) pada Minggu (31/05/2026). Unggahan video berdurasi 20 detik tersebut menampilkan gambar presenter berita yang menyampaikan bahwa Purbaya memberikan klarifikasi terkait bantuan dana pensiun 2026. Kemudian pada detik ke-8 cuplikan video menampilkan gambar Purbaya yang menyampaikan bahwa bantuan diberikan jika masyarakat membantu memviralkan dan menekan tombol di samping unggahan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Pemirsa, Kementerian Keuangan ingin memberikan klarifikasi dan atas suara mengenai bantuan dana pensiunan 2026. Berikut penjelasannya.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Disini saya Purbaya Yudi Sadewa ingin menyampaikan bantuan dana pensiunan 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Mohon dibantu viralkan cukup tekan tombol yang ada di samping.” Begitu narasi diucapkan dalam video.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dalam unggahan juga dicantumkan bahwa video klarifikasi Purbaya terkait dana pensiunan 2026 disampaikan pada 30 Mei 2026. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yaitu salinan KTP, proposal singkat dan data diri lengkap.

    “KLARIFIKASI PURBAYA YUDHI SADEWA MEMBERIKAN KLARIFIKASI TERKAIT DANA PENSIUNAN 2026 UNTUK SELURUH UMAT ISLAM SE-INDONESIA. Viral Hari ini, Bantuan Untuk Pensiunan 30 Mei 2026,” demikian keterangan tertulis dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 158 likes, 71 komentar, 82 kali disimpan, dan 3366 kali ditayangkan.

    Dalam kolom komentar ditemukan bahwa pengunggah mengarahkan pengunjung untuk menghubungi nomor yang tertera di bio akun untuk mendapatkan bantuan dana pensiun tersebut.

    “Rusmijati.saya.mau dana pensiunan P.Purbaya bgm caranya? chat no yang ada di bio,” begitu reaksi pengunggah terhadap salah satu komentar.

    Lantas, benarkah Purbaya berikan bantuan dana pensiun 2026 melalui nomor tersebut?

    Baca juga:Purbaya Buka Peluang Sisipkan Anak Buahnya di PT DSI

    Periksa Fakta Bantuan untuk pensiunan. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan foto Purbaya sebagai foto profil dan memiliki 219 pengikut. Ditemukan beberapa unggahan video terkait Purbaya menawarkan bantuan dengan cara menekan tombol pada unggahan dan menghubungi nomor tertera. Namun, cuplikan video tersebut menampilkan video yang berbeda, seperti pada video ini dan ini.

    Pengunggah juga mencantumkan keterangan pada bio akun sebagai berikut: “Daftarkan segera Dana Bantuan. Modal usaha, melunasi hutang HUB.0882-2068-7578.”

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 467,9 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 98,9 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Metro TV News Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Contact Center Kemenkeu PRIME mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai beredarnya video hoaks yang mencatut nama dan wajah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait klaim penyaluran dana bantuan pensiun tahun 2026.

    Dalam laman Instagram resmi @kemenkeu.prime, Kementerian Keuangan RI memberikan klarifikasi bahwa video yang beredar mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia merupakan video hoaks.

    Senada dengan hal tersebut, dalam laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan, Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar adalah deepfake.

    “[HOAKS] Dana Bantuan Para Pensiunan Tahun 2026. Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa dana bantuan pensiun tahun 2026 sudah siap dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip laman PPID Kemenkeu.

    Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.

    Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan selalu waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber, serta bukti yang terpercaya.

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Kemenkeu Sebut Video Purbaya Bagi-bagi Bantuan Modal Usaha Hoaks

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Purbaya melakukan klarifikasi bahwa bantuan dana pensiun 2026 siap dibagikan ke masyarakat bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Purbaya tidak pernah mengatakan atau mengumumkan perihal adanya bantuan dana pensiun 2026 dan menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Pigai Sebut Kabel Sutet Putus Melanggar HAM

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebutkan bahwa kabel sutet yang putus melanggar HAM karena menyebabkan gelap gulita.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “TruthSpeaker M” (arsip) pada Rabu (27/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan dua foto dengan gambar Pigai di bagian atas dan beberapa orang membawa kabel sutet di bagian bawah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    "PIGAI: Kabel Sutet yg putus itu melanggar HAM, karena menyebabkan gelap gulita.” Begitu narasi tertulis dalam unggahan. Pengunggah juga menambahkan keterangan bahwa blackout terjadi karena bentuk solidaritas kepada Pigai karena memiliki kulit yang gelap “Solidaritas Pak Pigai, sebagai orang Gelap.”

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 49 likes, 10 komentar, dan 6 kali dibagikan. Kolom komentar diisi dengan reaksi masyarakat yang menganggap informasi tersebut sebagai lelucon.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Irwan Rohil” yang menampilkan gambar serupa terkait klaim Pigai yang menyebut kabel sutet putus adalah pelanggaran HAM.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Mendorong PLN Lakukan Evaluasi Usai Blackout Sumatra

    Periksa Fakta Pigai Kabel Sutet Putus Melanggar HAM. Foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa kabel transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) putus di sejumlah wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026) dan menjadi pemicu blackout massal.

    Bareskrim Polri menunjukkan bukti kabel yang putus dari hasil investigasi tim gabungan bersama PT PLN di lokasi tower transmisi di Desa Temino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (24/5/2026), putusnya kabel diduga dipicu cuaca buruk, yang membuat sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatra.

    Ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang memicu trip pembangkit secara berantai, menyebabkan blackout di sejumlah wilayah Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatra Selatan. Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin memastikan, sejauh ini tidak ditemukan indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam insiden blackout tersebut.

    “Kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” begitu keterangan Nunung, dikutip Kompas.

    Dalam laman Kompas, Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengungkap dugaan sementara penyebab putusnya kabel transmisi listrik yang memicu pemadaman listrik atau blackout massal di sebagian besar wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026). Nunung menyebutkan dugaan awal mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem, bukan unsur sabotase.

    “Adapun dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem," begitu keterangan Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

    Melansir akun Instagram @merdekatdotcom, gambar yang beredar yang memperlihatkan beberapa orang memegang kabel sutet merupakan hasil suntingan yang menggabungkan foto Natalius Pigai dengan foto konferensi pers hasil investigasi gangguan sistem kelistrikan (blackout) di wilayah Sumatra oleh Bareskrim Polri pada 25 Mei 2026.

    Natalius Pigai tidak pernah mengikuti konferensi pers di Bareskrim Polri pada tanggal 25 Mei dan Natalius Pigai tidak pernah menyatakan bahwa putusnya kabel SUTET merupakan pelanggaran HAM.

    Dalam konferensi pers tersebut Bareskrim menunjukkan kabel SUTET 275 kV yang putus, yang diduga menjadi penyebab listrik mati di lima provinsi Pulau Sumatra pada Jumat (22/5/2026). Bareskrim juga menyebutkan, tidak menemukan unsur kesengajaan atau sabotase dalam peristiwa blackout massal tersebut. Mereka menduga faktor teknis dan cuaca ekstrem sebagai penyebab peristiwa blackout itu.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim Pigai menyebutkan putusnya kabel sutet merupakan pelanggaran HAM.

    Baca juga:Pemerintah Akan Relokasi 8 Tiang Transmisi Imbas Bencana Sumatra

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan, bahwa klaim yang mencatut Pigai sebut kabel sutet putus merupakan pelanggaran HAM karena menyebabkan blackout, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Pigai tidak pernah menyatakan klaim tersebut. Konferensi pers perihal hasil investigasi gangguan sistem kelistrikan di wilayah Sumatra oleh Bareskrim Polri pada 25 Mei 2026 juga menyebutkan, bahwa kabel sutet putus tersebut diakibatkan oleh faktor teknis dan cuaca ekstrem.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Artikel Presiden Prabowo Izinkan Israel Uji Coba Rudal di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/06/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto mengizinkan Israel uji coba rudal di Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 24 Mei 2026.
    Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel berjudul:
    "Prabowo: Israel Boleh Uji coba Rudal ke Indonesia Asalkan tepat sasaran"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "ISRAEL UJI RUDAL KEINDONESIA..!!
    Prabowo: Israel boleh uji coba rudal ke Indonesia asal tepat sasaran....
    🤣🤣🤣🤣
    GILA LOE WOOOO...!!!"
    Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto mengizinkan Israel uji coba rudal di Indonesia?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs berita Wartaekonomi.co.id dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Prabowo Tuai Pro Kontra, Tapi Sudah Lakukan 3 Hal Besar untuk Rakyat".
    Artikel asli sama sekali tidak membahas terkait izin uji coba rudal Israel di Indonesia. Artikel asli membahas pernyataan pengamat kebijakan publik Muhammad Said terkait pro-kontra kepemimpinan Presiden Prabowo.
    Di sisi lain tidak ada informasi kredibel yang menyebut Presiden Prabowo memberikan izin pada Israel untuk menguji coba rudal di Indonesia.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto mengizinkan Israel uji coba rudal di Indonesia adalah hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Bank Sinarmas

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 02/06/2026

    Berita

    Akun TikTok “callie store id” pada Kamis (1/5/2026) mengunggah foto [arsip] disertai takarir:

    LOWONGAN KERJA 2026 - PT Bank Sinarmas Tbk

    Kesempatan berkarier bersama bank sinarmas sebagai bagian dari industri perbankan nasional yang terus berkembang. Bank Sinarmas membuka peluang bagi lulusan baru maupun tenaga berpengalaman untuk bergabung dan mengembangkan karier di berbagai bidang perbankan.

    Posisi Tersedia:

    Teller, Customer Service, Staff Administrasi, Frontliner, Relationship Officer, Marketing Staff, Account Officer, Operational Staff, Credit Analyst, Management Development Program (MDP)

    Kualifikasi Umum: 

    Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat (sesuai posisi), D3/S1 semua jurusan untuk posisi tertentu, Fresh graduate dipersilakan melamar, Mampu mengoperasikan komputer, Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

    Hingga Selasa (2/6/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13.600-an tanda suka, 500-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 2.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman mencurigakan yang berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Pendaftaran lowongan kerja Bank Sinarmas” ke mesin pencarian Google. Penelusuran mengarah ke artikel di laman mbanksinarmas.com. Diketahui, untuk saat ini Bank Sinarmas hanya membuka rekrutmen untuk posisi manajemen risiko perusahaan strategis dan terintegrasi, serta analis utama bisnis keuangan.

    Pelamar harus memilih opsi lowongan yang tersedia pada laman tersebut. Setelah menekan tombol “apply”, pelamar akan diarahkan menuju laman LinkedIn Bank Sinarmas.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan kerja Bank Sinarmas” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini