tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim terjadi antrian warga di bank untuk memproses penarikan bantuan dana hibah dari Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @wa.82312829631 (arsip) pada Senin (11/05/2026). Dalam video berdurasi 15 detik tersebut menampilkan suasana antrian masyarakat dan menambahkan logo Kemenkeu.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Persyaratan untuk menerima bantuan dana Hibah: warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, usia 18 sampai 70 tahun, memiliki KTP dan E-KTP. Dalam satu keluarga hanya berhak satu.” Begitu narasi diucapkan dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan tambahan dalam video: “VIRAL WARGA ANTRI DI BANK UNTUK PROSES PENARIKAN DANA HIBAH DARI BAPAK MENTRI PURBAYA YUDHI SADEWA DAFTARKAN DIRI ADAN.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1050 likes, 601 komentar, 325 kali disimpan, dan 23,5 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait cara pendaftaran program tersebut.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Hoaks, Akun TikTok Mencatut Sekretariat Jenderal Kemenkeu
Periksa Fakta Penarikan Dana Hibah. foto/hotline periksa fakta tirto
Hoaks, Video Antrian Penarikan Bantuan Dana Hibah dari Purbaya
Sumber:Tanggal publish: 13/05/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan logo Kementerian Keuangan RI sebagai foto profil, memiliki 1020 pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun: “Ayo Segera Daftarkan Diri Anda Dengan Menghubungi Nomer Di Bawah Ini 0823 1282 9631.”
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 470,6 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.
Video tersebut tidak ada kaitannya dan tidak menunjukkan antrian masyarakat yang tengah menarik uang bantuan dana hibah dari Purbaya seperti pada klaim video yang beredar. Faktanya, Purbaya tidak pernah menyebarkan nomor ponsel untuk pendaftaran bantuan dana hibah. Klaim pendaftaran bantuan dana hibah melalui nomor WhatsApp tersebut bukan berasal dari Purbaya ataupun Kemenkeu dan terindikasi pada penipuan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Penarikan Bantuan Dana Hibah dari Purbaya” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime yang menyatakan bahwa berita yang beredar mengenai masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dari Menteri Keuangan Purbaya dan menyebutkan persyaratan penerima bantuan dana hibah yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
Senada dengan informasi tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan dalam laman resminya juga menyatakan bahwa klaim video yang beredar tersebut adalah tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber dan bukti yang terpercaya.
Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Purbaya Akui Rotasi Pejabat Kemenkeu karena Persoalan Internal
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 470,6 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.
Video tersebut tidak ada kaitannya dan tidak menunjukkan antrian masyarakat yang tengah menarik uang bantuan dana hibah dari Purbaya seperti pada klaim video yang beredar. Faktanya, Purbaya tidak pernah menyebarkan nomor ponsel untuk pendaftaran bantuan dana hibah. Klaim pendaftaran bantuan dana hibah melalui nomor WhatsApp tersebut bukan berasal dari Purbaya ataupun Kemenkeu dan terindikasi pada penipuan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Penarikan Bantuan Dana Hibah dari Purbaya” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime yang menyatakan bahwa berita yang beredar mengenai masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dari Menteri Keuangan Purbaya dan menyebutkan persyaratan penerima bantuan dana hibah yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
Senada dengan informasi tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan dalam laman resminya juga menyatakan bahwa klaim video yang beredar tersebut adalah tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber dan bukti yang terpercaya.
Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Purbaya Akui Rotasi Pejabat Kemenkeu karena Persoalan Internal
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim terjadi antrian masyarakat di bank untuk proses pencairan bantuan dana hibah dari Purbaya bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kemenkeu menegaskan bahwa video masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dengan persyaratan, yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kemenkeu menegaskan bahwa video masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dengan persyaratan, yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@wa.82312829631/video/7638489622993063186?is_from_webapp=1&web_id=7496041695453365767
- https://archive.today/SLTBJ
- https://tirto.id/hoaks-akun-tiktok-palsu-milik-sekretariat-jenderal-kemenkeu-hveG
- https://www.tiktok.com/@menkeuri
- https://www.instagram.com/menkeuri/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.instagram.com/p/DYO_w9aknsx/
- https://e-ppid.kemenkeu.go.id/in/post/%5Bhoaks%5D-penarikan-dana-hibah-dari-menteri-keuangan-purbaya
- https://tirto.id/purbaya-akui-rotasi-pejabat-kemenkeu-karena-persoalan-internal-huXE
Salah, Bill Gates Luncurkan Hantavirus Projek Modifikasi Manusia
Sumber:Tanggal publish: 13/05/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim Bill Gates meluncurkan projek terbarunya bernama “Hantavirus” yang sebenarnya adalah kode projek Nanotechnology lanjutan setelah Vax Kopit sebagai agen teknologi Nano modifikasi manusia atau Human Altered Nano Tech Agent.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “TruthSpeaker M” (arsip) pada Senin (11/05/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar Bill Gates dan sejenis ular atau kadal berwarna hijau menjulurkan lidahnya yang panjang.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Hanta Virus. Hanta, dalam bahasa Ibrani artinya adalah kebohongan, scam, penipuan,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan: “Bill Gate kembali Melaunching Project terbarunya, yang dinamakan "Hanta Virus". Modus mereka adalah, Hanta berasal dari Nama Sungai di Korea, yaitu "Hantan River". dimana pada tahun 1970, banyak tentara yang mengalami Penyakit Misterius. Namun sebenarnya "HANTA" adalah Kode Project Nano Technologi lanjutan (Upgrade), setelah Vax Kopit. Singkatan dari 👉 Human Altered Nano Tech Agent (Agen Teknologi Nano Modifikasi Manusia). Yang lebih gila nya lagi, dalam Bahasa Ibrani HANTA (חַנְטָה) sendiri, artinya adalah: Scam, Kebohongan, Penipuan, Omong Kosong. Begitu Terang Benderang & Blak-blakan.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (13/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 504 likes, 88 komentar, dan 349 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan menggiring kepada anti vaksin.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Christiadi Vietnanto” yang menampilkan foto serupa terkait Bill Gates luncurkan Hantavirus sebagai projek modifikasi manusia.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Wamenkes Sebut Hantavirus Tak Akan Jadi Pandemi seperti COVID
Periksa Fakta hantavirus Billgates. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “TruthSpeaker M” (arsip) pada Senin (11/05/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar Bill Gates dan sejenis ular atau kadal berwarna hijau menjulurkan lidahnya yang panjang.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Hanta Virus. Hanta, dalam bahasa Ibrani artinya adalah kebohongan, scam, penipuan,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan: “Bill Gate kembali Melaunching Project terbarunya, yang dinamakan "Hanta Virus". Modus mereka adalah, Hanta berasal dari Nama Sungai di Korea, yaitu "Hantan River". dimana pada tahun 1970, banyak tentara yang mengalami Penyakit Misterius. Namun sebenarnya "HANTA" adalah Kode Project Nano Technologi lanjutan (Upgrade), setelah Vax Kopit. Singkatan dari 👉 Human Altered Nano Tech Agent (Agen Teknologi Nano Modifikasi Manusia). Yang lebih gila nya lagi, dalam Bahasa Ibrani HANTA (חַנְטָה) sendiri, artinya adalah: Scam, Kebohongan, Penipuan, Omong Kosong. Begitu Terang Benderang & Blak-blakan.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (13/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 504 likes, 88 komentar, dan 349 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan menggiring kepada anti vaksin.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Christiadi Vietnanto” yang menampilkan foto serupa terkait Bill Gates luncurkan Hantavirus sebagai projek modifikasi manusia.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Wamenkes Sebut Hantavirus Tak Akan Jadi Pandemi seperti COVID
Periksa Fakta hantavirus Billgates. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laman Kompas, temuan wabah hantavirus di atas kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius baru-baru ini menjadi perhatian dunia. Sejauh ini telah dilaporkan delapan kasus, termasuk lima infeksi yang dikonfirmasi laboratorium dan tiga kasus yang diduga terkait dengan hantavirus strain Andes yang langka.
Menurut Kompas, Bill Gates memang pernah membuat pernyataan tentang kemungkinan pandemi lain di masa depan ketika dunia masih dilanda Covid-19. Namun, pernyataan tersebut sifatnya hanya kemungkinan dan bukan klaim.
Adapun klaim Bill Gates merencanakan pandemi adalah teori konspirasi yang telah beredar sejak era pandemi Covid-19, dan tidak terbukti. Selain itu, WHO telah menyatakan bahwa hantavirus berbeda dengan virus corona, dan secara keseluruhan memiliki risiko rendah terhadap kesehatan masyarakat.
Sebagai informasi, menurut World Health Organization, hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan seringkali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung jenis virus dan lokasi geografis.
Pada manusia, gejala biasanya mulai muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar, tergantung pada jenis virusnya, dan biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gejala gastrointestinal seperti sakit perut, mual, atau muntah.
Laman France 24 lewat artikel “Hantavirus Scare Revices Covid-Era Conspiracy Theories,” menjelaskan bahwa kemunculan wabah hantavirus kembali memicu gelombang misinformasi dan teori konspirasi seperti yang pernah terjadi pada pandemi Covid-19. Banyak narasi di media sosial menuduh wabah ini sebagai rekayasa elite global untuk memaksakan vaksin, lockdown, hingga memengaruhi politik dan pemilu di Amerika Serikat, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
“LOCKDOWN ALERT: Globalists Launch Covid 2.0 As Hantavirus Spreads Worldwide," InfoWars founder Alex Jones said on X. Just Like A Light Switch,” begitu kutipan dalam tulisan tersebut.
Artikel tersebut juga menyoroti bagaimana teori konspirasi lama dengan cepat muncul kembali karena diperkuat algoritma media sosial, tokoh anti-vaksin, dan figur politik tertentu. Selain itu, sejumlah pihak mempromosikan obat seperti ivermectin sebagai pengobatan hantavirus tanpa dasar ilmiah yang kuat, bahkan diduga untuk kepentingan politik maupun keuntungan finansial.
Para ahli menegaskan bahwa hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19. Hingga kini belum ada vaksin maupun obat yang terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
“There are no approved vaccines or known cures for the hantavirus, which is usually spread from infected rodents and can cause respiratory and cardiac distress as well as haemorrhagic fever. But online, anti-establishment physicians and some politicians immediately touted the anti-parasitic drug ivermectin and other medications as cures.”
Kementerian Kesehatan RI terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul adanya peningkatan temuan kasus di Indonesia serta laporan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) pada kapal pesiar MV Hondius yang dilaporkan otoritas kesehatan internasional.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS. Kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” begitu keterangan dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.
Menurut dr. Andi, meningkatnya temuan kasus salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.
“Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” begitu jelas dr. Andi.
Sebagai informasi, hantavirus diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama di antaranya aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.
Laman UK Health Security Agency menuliskan bahwa nama hantavirus berasal dari Sungai Hantan. Pada akhir tahun 1970-an, para ilmuwan mengidentifikasi virus pada tikus sawah yang hidup di dekat sungai tersebut saat menyelidiki kasus penyakit serius yang saat itu dikenal sebagai demam berdarah Korea. Virus tersebut diberi nama virus Hantaan sesuai nama sungai tersebut. Seiring dengan ditemukannya lebih banyak virus terkait di seluruh dunia, virus-virus tersebut dikelompokkan bersama dan diberi nama kolektif hantavirus.
Menurut laman Instagram Kemenkes, di Indonesia, kasus hantavirus yang ditemukan sejauh ini merupakan tipe HFRS yang menyerang ginjal, dengan total 23 kasus terkonfirmasi di 9 provinsi, karena itu, penting untuk tetap senantiasa menerapkan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari menyimpan makanan dengan rapat, menutup akses masuk tikus, hingga membersihkan debu menggunakan kain pel basah agar partikel virus tidak beterbangan.
Selain pemantauan kasus di dalam negeri, Kemenkes juga merespons notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif hantavirus tipe HPS maupun HFRS.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan. Pemerintah juga menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.
Kemenkes mengimbau, apabila mengalami demam tinggi, nyeri otot, atau sakit kepala setelah beraktivitas di area rawan tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk mendapatkan informasi lengkap seputar hantavirus, masyarakat bisa mengunjungi tautan s.kemkes.go.id/INFOHANTA.
Dengan demikian klaim yang menyebutkan Bill Gates luncurkan hantavirus untuk modifikasi manusia adalah klaim tidak berdasar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Kemenkes: Hantavirus Tipe HPS dari Kapal Hondius Belum Masuk RI
Menurut Kompas, Bill Gates memang pernah membuat pernyataan tentang kemungkinan pandemi lain di masa depan ketika dunia masih dilanda Covid-19. Namun, pernyataan tersebut sifatnya hanya kemungkinan dan bukan klaim.
Adapun klaim Bill Gates merencanakan pandemi adalah teori konspirasi yang telah beredar sejak era pandemi Covid-19, dan tidak terbukti. Selain itu, WHO telah menyatakan bahwa hantavirus berbeda dengan virus corona, dan secara keseluruhan memiliki risiko rendah terhadap kesehatan masyarakat.
Sebagai informasi, menurut World Health Organization, hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan seringkali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung jenis virus dan lokasi geografis.
Pada manusia, gejala biasanya mulai muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar, tergantung pada jenis virusnya, dan biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gejala gastrointestinal seperti sakit perut, mual, atau muntah.
Laman France 24 lewat artikel “Hantavirus Scare Revices Covid-Era Conspiracy Theories,” menjelaskan bahwa kemunculan wabah hantavirus kembali memicu gelombang misinformasi dan teori konspirasi seperti yang pernah terjadi pada pandemi Covid-19. Banyak narasi di media sosial menuduh wabah ini sebagai rekayasa elite global untuk memaksakan vaksin, lockdown, hingga memengaruhi politik dan pemilu di Amerika Serikat, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
“LOCKDOWN ALERT: Globalists Launch Covid 2.0 As Hantavirus Spreads Worldwide," InfoWars founder Alex Jones said on X. Just Like A Light Switch,” begitu kutipan dalam tulisan tersebut.
Artikel tersebut juga menyoroti bagaimana teori konspirasi lama dengan cepat muncul kembali karena diperkuat algoritma media sosial, tokoh anti-vaksin, dan figur politik tertentu. Selain itu, sejumlah pihak mempromosikan obat seperti ivermectin sebagai pengobatan hantavirus tanpa dasar ilmiah yang kuat, bahkan diduga untuk kepentingan politik maupun keuntungan finansial.
Para ahli menegaskan bahwa hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19. Hingga kini belum ada vaksin maupun obat yang terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
“There are no approved vaccines or known cures for the hantavirus, which is usually spread from infected rodents and can cause respiratory and cardiac distress as well as haemorrhagic fever. But online, anti-establishment physicians and some politicians immediately touted the anti-parasitic drug ivermectin and other medications as cures.”
Kementerian Kesehatan RI terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul adanya peningkatan temuan kasus di Indonesia serta laporan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) pada kapal pesiar MV Hondius yang dilaporkan otoritas kesehatan internasional.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS. Kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” begitu keterangan dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.
Menurut dr. Andi, meningkatnya temuan kasus salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.
“Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” begitu jelas dr. Andi.
Sebagai informasi, hantavirus diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama di antaranya aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.
Laman UK Health Security Agency menuliskan bahwa nama hantavirus berasal dari Sungai Hantan. Pada akhir tahun 1970-an, para ilmuwan mengidentifikasi virus pada tikus sawah yang hidup di dekat sungai tersebut saat menyelidiki kasus penyakit serius yang saat itu dikenal sebagai demam berdarah Korea. Virus tersebut diberi nama virus Hantaan sesuai nama sungai tersebut. Seiring dengan ditemukannya lebih banyak virus terkait di seluruh dunia, virus-virus tersebut dikelompokkan bersama dan diberi nama kolektif hantavirus.
Menurut laman Instagram Kemenkes, di Indonesia, kasus hantavirus yang ditemukan sejauh ini merupakan tipe HFRS yang menyerang ginjal, dengan total 23 kasus terkonfirmasi di 9 provinsi, karena itu, penting untuk tetap senantiasa menerapkan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari menyimpan makanan dengan rapat, menutup akses masuk tikus, hingga membersihkan debu menggunakan kain pel basah agar partikel virus tidak beterbangan.
Selain pemantauan kasus di dalam negeri, Kemenkes juga merespons notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif hantavirus tipe HPS maupun HFRS.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan. Pemerintah juga menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.
Kemenkes mengimbau, apabila mengalami demam tinggi, nyeri otot, atau sakit kepala setelah beraktivitas di area rawan tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk mendapatkan informasi lengkap seputar hantavirus, masyarakat bisa mengunjungi tautan s.kemkes.go.id/INFOHANTA.
Dengan demikian klaim yang menyebutkan Bill Gates luncurkan hantavirus untuk modifikasi manusia adalah klaim tidak berdasar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Kemenkes: Hantavirus Tipe HPS dari Kapal Hondius Belum Masuk RI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Bill Gates luncurkan hantavirus untuk modifikasi manusia adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19. Virus hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19. Virus hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02zMkyzP8ofjz4sNYcByeSTWtdBo4WcKHSsauPpegkm3D63jZymrzviNVRGUS2j5PQl&id=61573343554286&_rdc=1&_rdr#
- https://web.archive.org/web/20260513044631/
- https://www.facebook.com/login/?next=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fphoto%2F%3Ffbid%3D122183710208778118%26set%3Da.122134588370778118
- https://www.facebook.com/christiadi.vietnanto.2025/posts/anjing-nih-yhd-bangsat-laknat-umat-pilihan-tuhan-bermata-satu-yang-kelak-akan-da/1015933587790664/
- https://tirto.id/wamenkes-sebut-hantavirus-tak-akan-jadi-pandemi-seperti-covid-hv3b
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/05/12/161900582/-hoaks-hantavirus-adalah-proyek-bill-gates-untuk-modifikasi-manusia
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/04/06/174200182/-klarifikasi-peringatan-bill-gates-soal-pandemi-berikutnya-10-kali?page=all
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
- https://www.france24.com/en/live-news/20260508-hantavirus-scare-revives-covid-era-conspiracy-theories
- https://www.kemkes.go.id/id/antisipasi-peningkatan-kasus-kemenkes-perkuat-kewaspadaan-virus-hanta
- https://ukhsa.blog.gov.uk/2026/05/05/what-is-hantavirus-how-is-it-transmitted-and-what-are-the-symptoms/
- https://www.instagram.com/p/DYLhe2qAStE/?igsh=b29xeGpwbngxd2Rv
- https://s.kemkes.go.id/INFOHANTA
- https://tirto.id/kemenkes-hantavirus-tipe-hps-dari-kapal-hondius-belum-masuk-ri-hvWT
Hoaks, Tautan Pendaftaran Program E-Voucher Subsidi BBM 50 Liter
Sumber:Tanggal publish: 13/05/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang mengklaim tautan untuk mendaftar Program E-Voucher Subsidi BBM dari PT Pertamina (Persero).
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Program E-voucher Subsidi BBM” (arsip) pada Minggu (10/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan logo PT Pertamina (Persero) dan dua karyawan Pertamina yang menggunakan seragam serta mencantumkan narasi “PERTALITE GRATIS.” Besaran subsidi diklaim sebanyak 50 liter untuk masyarakat umum.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Program Resmi Dibuka. Informasi “Program E-Voucher Subsidi 50 liter” PT Pertamina (Persero) diumumkan resmi oleh Pertamina sebagai program voucher BBM gratis untuk masyarakat umum,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga mencantumkan tautan yang diklaim untuk mendaftar program E-Voucher Subsidi BBM tersebut, yaitu https://claim.pertamina.biz.id/.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 57 likes, 3 komentar, dan 4 kali dibagikan.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar per 1 April 2026
Periksa Fakta Voucher Pertalite Gratis. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Program E-voucher Subsidi BBM” (arsip) pada Minggu (10/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan logo PT Pertamina (Persero) dan dua karyawan Pertamina yang menggunakan seragam serta mencantumkan narasi “PERTALITE GRATIS.” Besaran subsidi diklaim sebanyak 50 liter untuk masyarakat umum.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Program Resmi Dibuka. Informasi “Program E-Voucher Subsidi 50 liter” PT Pertamina (Persero) diumumkan resmi oleh Pertamina sebagai program voucher BBM gratis untuk masyarakat umum,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga mencantumkan tautan yang diklaim untuk mendaftar program E-Voucher Subsidi BBM tersebut, yaitu https://claim.pertamina.biz.id/.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 57 likes, 3 komentar, dan 4 kali dibagikan.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar per 1 April 2026
Periksa Fakta Voucher Pertalite Gratis. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 6 pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun: “program pertamina.” Namun, tidak ditemukan tautan yang dapat diakses.
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan PT Pertamina (Persero). Akun resmi Facebook Pertamina memiliki 468 ribu pengikut yang mencantumkan keterangan pada bio “Official Facebook Fan Page PT Pertamina (Persero)”. Situs lowongan resmi: recruitment.pertamina.com, layanan E-PPID : https://ptm.id/ePPID_Pertamina.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar e-voucher subsidi BBM 50 liter” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman MyPertamina yang menyatakan bahwa untuk dapat membeli BBM bersubsidi, pelanggan harus membuat akun Subsidi Tepat dan mendaftarkan kendaraan atau usaha yang dimiliki. Pendaftaran tidak melalui tautan tidak resmi.
Melansir CNBC Indonesia, “Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter/Hari, Ini Aturan Lengkapnya.” Pemerintah Indonesia mengumumkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis BBM bersubsidi seperti Solar Subsidi dan Pertalite untuk setiap kendaraan pribadi sebanyak 50 liter per kendaraan per hari.
Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam merespons gejolak pasokan dan harga minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah, antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Distribusi BBM pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan,” kata Airlangga saat konferensi pers secara daring, dikutip Rabu (1/4/2026).
Airlangga menegaskan pembatasan pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite itu tidak berlaku untuk kendaraan umum. “Tidak berlaku untuk kendaraan umum,” tegasnya.
Berdasarkan dokumen aturan yang diterima CNBC Indonesia, aturan pengendalian pembelian BBM subsidi melalui MyPertamina tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 tentang pengendalian penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tertentu dan BBM khusus penugasan. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 01 April 2026 dan ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Maret 2026 oleh Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas.
Aturan ini mengatur distribusi subsidi solar dan bensin jenis RON 90, yakni Pertalite, yang digunakan untuk sektor transportasi kendaraan bermotor, baik untuk angkutan orang maupun barang.
Bahwa dalam rangka penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Jenis Minyak Solar (Gas Oil) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Jenis Bensin (Gasoline) RON 90 tepat sasaran dan tepat volume, perlu dilakukan pengendalian penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Jenis Minyak Solar (Gas Oil) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Jenis Bensin (Gasoline) RON 90 khusus transportasi kendaraan bermotor untuk angkutan orang dan/atau barang.
Dalam keputusan tersebut, badan usaha penugasan diwajibkan melakukan pengendalian penyaluran solar bagi konsumen pengguna transportasi dengan batasan tertentu. Untuk kendaraan bermotor perseorangan roda empat, penyaluran dibatasi maksimal 50 liter per hari per kendaraan.
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026) tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim bahwa Pertamina membuka tautan pendaftaran untuk program E-Voucher Subsidi 50 liter BBM dari PT Pertamina (Persero).
Dalam laman Indomaret, Pertamina memang pernah menyediakan e-voucher MyPertamina. E-voucher yang ada di aplikasi MyPertamina adalah fitur untuk metode pembayaran (denominasi Rp25.000 hingga Rp200.000) yang dibeli atau didapatkan melalui promo tertentu, bukan subsidi gratis 50 liter.
Pertamina Patra Niaga resmi bekerja sama dengan Indomaret untuk memperluas akses pembelian E-Voucher MyPertamina. Sebagai kado liburan akhir tahun, masyarakat mendapatkan kemudahan memperoleh E-Voucher MyPertamina hanya dengan singgah ke gerai Indomaret terdekat. Kolaborasi ini diresmikan melalui seremonial go live pembelian E-Voucher MyPertamina yang digelar di SPBU Pertamina 34.158.07 Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (9/12/2025).
E-Voucher MyPertamina tersedia dalam denominasi Rp25.000, Rp50.000, Rp100.000, dan Rp200.000. Voucher digital ini tersimpan aman di aplikasi MyPertamina dan dapat digunakan sebagai metode pembayaran di SPBU Pertamina, Bright Store, hingga Bright Café, untuk memberikan pengalaman transaksi yang modern, aman, dan efisien.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pertamina membagikan e-voucher subsidi BBM 50 liter melalui tautan tidak resmi adalah tidak benar dan terindikasi sebagai penipuan.
Baca juga:Alasan Pemerintah Tak Naikkan Pertalite hingga Akhir Tahun
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan PT Pertamina (Persero). Akun resmi Facebook Pertamina memiliki 468 ribu pengikut yang mencantumkan keterangan pada bio “Official Facebook Fan Page PT Pertamina (Persero)”. Situs lowongan resmi: recruitment.pertamina.com, layanan E-PPID : https://ptm.id/ePPID_Pertamina.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar e-voucher subsidi BBM 50 liter” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman MyPertamina yang menyatakan bahwa untuk dapat membeli BBM bersubsidi, pelanggan harus membuat akun Subsidi Tepat dan mendaftarkan kendaraan atau usaha yang dimiliki. Pendaftaran tidak melalui tautan tidak resmi.
Melansir CNBC Indonesia, “Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter/Hari, Ini Aturan Lengkapnya.” Pemerintah Indonesia mengumumkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis BBM bersubsidi seperti Solar Subsidi dan Pertalite untuk setiap kendaraan pribadi sebanyak 50 liter per kendaraan per hari.
Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam merespons gejolak pasokan dan harga minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah, antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Distribusi BBM pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan,” kata Airlangga saat konferensi pers secara daring, dikutip Rabu (1/4/2026).
Airlangga menegaskan pembatasan pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite itu tidak berlaku untuk kendaraan umum. “Tidak berlaku untuk kendaraan umum,” tegasnya.
Berdasarkan dokumen aturan yang diterima CNBC Indonesia, aturan pengendalian pembelian BBM subsidi melalui MyPertamina tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 tentang pengendalian penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tertentu dan BBM khusus penugasan. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 01 April 2026 dan ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Maret 2026 oleh Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas.
Aturan ini mengatur distribusi subsidi solar dan bensin jenis RON 90, yakni Pertalite, yang digunakan untuk sektor transportasi kendaraan bermotor, baik untuk angkutan orang maupun barang.
Bahwa dalam rangka penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Jenis Minyak Solar (Gas Oil) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Jenis Bensin (Gasoline) RON 90 tepat sasaran dan tepat volume, perlu dilakukan pengendalian penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Jenis Minyak Solar (Gas Oil) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Jenis Bensin (Gasoline) RON 90 khusus transportasi kendaraan bermotor untuk angkutan orang dan/atau barang.
Dalam keputusan tersebut, badan usaha penugasan diwajibkan melakukan pengendalian penyaluran solar bagi konsumen pengguna transportasi dengan batasan tertentu. Untuk kendaraan bermotor perseorangan roda empat, penyaluran dibatasi maksimal 50 liter per hari per kendaraan.
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026) tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim bahwa Pertamina membuka tautan pendaftaran untuk program E-Voucher Subsidi 50 liter BBM dari PT Pertamina (Persero).
Dalam laman Indomaret, Pertamina memang pernah menyediakan e-voucher MyPertamina. E-voucher yang ada di aplikasi MyPertamina adalah fitur untuk metode pembayaran (denominasi Rp25.000 hingga Rp200.000) yang dibeli atau didapatkan melalui promo tertentu, bukan subsidi gratis 50 liter.
Pertamina Patra Niaga resmi bekerja sama dengan Indomaret untuk memperluas akses pembelian E-Voucher MyPertamina. Sebagai kado liburan akhir tahun, masyarakat mendapatkan kemudahan memperoleh E-Voucher MyPertamina hanya dengan singgah ke gerai Indomaret terdekat. Kolaborasi ini diresmikan melalui seremonial go live pembelian E-Voucher MyPertamina yang digelar di SPBU Pertamina 34.158.07 Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (9/12/2025).
E-Voucher MyPertamina tersedia dalam denominasi Rp25.000, Rp50.000, Rp100.000, dan Rp200.000. Voucher digital ini tersimpan aman di aplikasi MyPertamina dan dapat digunakan sebagai metode pembayaran di SPBU Pertamina, Bright Store, hingga Bright Café, untuk memberikan pengalaman transaksi yang modern, aman, dan efisien.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pertamina membagikan e-voucher subsidi BBM 50 liter melalui tautan tidak resmi adalah tidak benar dan terindikasi sebagai penipuan.
Baca juga:Alasan Pemerintah Tak Naikkan Pertalite hingga Akhir Tahun
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim bahwa Pertamina membuka pendaftaran program e-voucher subsidi BBM 50 liter melalui tautan tidak resmi bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Sampai artikel ini ditulis, tidak ada program dari Pertamina yang memberikan E-Voucher atau jatah gratis subsidi BBM sebanyak 50 liter.
Adapun Pertamina menetapkan pembatasan pembelian (kuota maksimal) BBM subsidi (Pertalite/Solar), bukan pemberian voucher gratis 50 liter/hari.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ada program dari Pertamina yang memberikan E-Voucher atau jatah gratis subsidi BBM sebanyak 50 liter.
Adapun Pertamina menetapkan pembatasan pembelian (kuota maksimal) BBM subsidi (Pertalite/Solar), bukan pemberian voucher gratis 50 liter/hari.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid06gGakWYaTibmWFKu8DYUo9HmadF9yEC7k9hjU5qVq3Qs7npBwspQ4oucXpKNta4Ml&id=61589566409452
- https://web.archive.org/web/20260512080732/
- https://www.facebook.com/login/?next=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpermalink.php%3Fstory_fbid%3Dpfbid06gGakWYaTibmWFKu8DYUo9HmadF9yEC7k9hjU5qVq3Qs7npBwspQ4oucXpKNta4Ml%26id%3D61589566409452
- https://tirto.id/pemerintah-batasi-pembelian-pertalite-dan-solar-per-1-april-2026-htvn
- https://www.facebook.com/pertamina/?locale=id_ID
- https://ptm.id/ePPID_Pertamina
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20260401085451-4-723044/beli-bbm-subsidi-dibatasi-50-liter-hari-ini-aturan-lengkapnya
- https://www.indomaret.co.id/e-voucher-mypertamina-resmi-hadir-di-indomaret-permudah-pengisian-bbm-di-seluruh-indonesia/
- https://tirto.id/alasan-pemerintah-tak-naikkan-pertalite-hingga-akhir-tahun-htNX
Hoaks, Video Antrian Penarikan Bantuan Dana Hibah dari Purbaya
Sumber:Tanggal publish: 13/05/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim terjadi antrian warga di bank untuk memproses penarikan bantuan dana hibah dari Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @wa.82312829631 (arsip) pada Senin (11/05/2026). Dalam video berdurasi 15 detik tersebut menampilkan suasana antrian masyarakat dan menambahkan logo Kemenkeu.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Persyaratan untuk menerima bantuan dana Hibah: warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, usia 18 sampai 70 tahun, memiliki KTP dan E-KTP. Dalam satu keluarga hanya berhak satu.” Begitu narasi diucapkan dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan tambahan dalam video: “VIRAL WARGA ANTRI DI BANK UNTUK PROSES PENARIKAN DANA HIBAH DARI BAPAK MENTRI PURBAYA YUDHI SADEWA DAFTARKAN DIRI ADAN.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1050 likes, 601 komentar, 325 kali disimpan, dan 23,5 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait cara pendaftaran program tersebut.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Hoaks, Akun TikTok Mencatut Sekretariat Jenderal Kemenkeu
Periksa Fakta Penarikan Dana Hibah. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @wa.82312829631 (arsip) pada Senin (11/05/2026). Dalam video berdurasi 15 detik tersebut menampilkan suasana antrian masyarakat dan menambahkan logo Kemenkeu.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Persyaratan untuk menerima bantuan dana Hibah: warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, usia 18 sampai 70 tahun, memiliki KTP dan E-KTP. Dalam satu keluarga hanya berhak satu.” Begitu narasi diucapkan dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan tambahan dalam video: “VIRAL WARGA ANTRI DI BANK UNTUK PROSES PENARIKAN DANA HIBAH DARI BAPAK MENTRI PURBAYA YUDHI SADEWA DAFTARKAN DIRI ADAN.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1050 likes, 601 komentar, 325 kali disimpan, dan 23,5 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait cara pendaftaran program tersebut.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Hoaks, Akun TikTok Mencatut Sekretariat Jenderal Kemenkeu
Periksa Fakta Penarikan Dana Hibah. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan logo Kementerian Keuangan RI sebagai foto profil, memiliki 1020 pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun: “Ayo Segera Daftarkan Diri Anda Dengan Menghubungi Nomer Di Bawah Ini 0823 1282 9631.”
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 470,6 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.
Video tersebut tidak ada kaitannya dan tidak menunjukkan antrian masyarakat yang tengah menarik uang bantuan dana hibah dari Purbaya seperti pada klaim video yang beredar. Faktanya, Purbaya tidak pernah menyebarkan nomor ponsel untuk pendaftaran bantuan dana hibah. Klaim pendaftaran bantuan dana hibah melalui nomor WhatsApp tersebut bukan berasal dari Purbaya ataupun Kemenkeu dan terindikasi pada penipuan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Penarikan Bantuan Dana Hibah dari Purbaya” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime yang menyatakan bahwa berita yang beredar mengenai masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dari Menteri Keuangan Purbaya dan menyebutkan persyaratan penerima bantuan dana hibah yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
Senada dengan informasi tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan dalam laman resminya juga menyatakan bahwa klaim video yang beredar tersebut adalah tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber dan bukti yang terpercaya.
Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Purbaya Akui Rotasi Pejabat Kemenkeu karena Persoalan Internal
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 470,6 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.
Video tersebut tidak ada kaitannya dan tidak menunjukkan antrian masyarakat yang tengah menarik uang bantuan dana hibah dari Purbaya seperti pada klaim video yang beredar. Faktanya, Purbaya tidak pernah menyebarkan nomor ponsel untuk pendaftaran bantuan dana hibah. Klaim pendaftaran bantuan dana hibah melalui nomor WhatsApp tersebut bukan berasal dari Purbaya ataupun Kemenkeu dan terindikasi pada penipuan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Penarikan Bantuan Dana Hibah dari Purbaya” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime yang menyatakan bahwa berita yang beredar mengenai masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dari Menteri Keuangan Purbaya dan menyebutkan persyaratan penerima bantuan dana hibah yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
Senada dengan informasi tersebut, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan dalam laman resminya juga menyatakan bahwa klaim video yang beredar tersebut adalah tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber dan bukti yang terpercaya.
Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Purbaya Akui Rotasi Pejabat Kemenkeu karena Persoalan Internal
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim terjadi antrian masyarakat di bank untuk proses pencairan bantuan dana hibah dari Purbaya bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kemenkeu menegaskan bahwa video masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dengan persyaratan, yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kemenkeu menegaskan bahwa video masyarakat sedang mengantri di bank untuk melakukan penarikan dana hibah dengan persyaratan, yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18 sampai dengan 70 tahun, memiliki KTP dan e-KTP, merupakan berita hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@wa.82312829631/video/7638489622993063186?is_from_webapp=1&web_id=7496041695453365767
- https://archive.today/SLTBJ
- https://tirto.id/hoaks-akun-tiktok-palsu-milik-sekretariat-jenderal-kemenkeu-hveG
- https://www.tiktok.com/@menkeuri
- https://www.instagram.com/menkeuri/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.instagram.com/p/DYO_w9aknsx/
- https://e-ppid.kemenkeu.go.id/in/post/%5Bhoaks%5D-penarikan-dana-hibah-dari-menteri-keuangan-purbaya
- https://tirto.id/purbaya-akui-rotasi-pejabat-kemenkeu-karena-persoalan-internal-huXE
Halaman: 15/8501





