Hoaks, Tautan Pendaftaran PPPK Kementerian Agama RI 2026
Sumber:Tanggal publish: 08/04/2026
Berita
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “infopendaftarankemenag” (arsip) pada Minggu (05/04/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan foto seorang pria yang mengenakan peci dan pakaian bercorak batik yang kemungkinan seorang pejabat Kemenag.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Resmi dibuka pendaftaran PPPK Kemenag. Kemenag RI, PPPK Kementerian Agama 2026. Pendaftaran mulai tanggal 1 April - Mei. Lulusan beragam jenjang (SMA SMK D3 S1 S2) dan jurusan, terutama untuk formasi guru. Info pendaftaran di bio.” Begitu narasi tertulis dalam video tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan persyaratan rekrutmen PPPK Kemenag RI 2026 tersebut: “REKRUTMEN PPPK KEMENTERIAN AGAMA 2026 RESMI DIBUKA. Persyaratan: 1. Warga Negara Indonesia (WNI). 2. Usia 18-45 tahun (untuk formasi umum, dosen S2/S3 memiliki batas usia lebih tinggi). 3. Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik 4. Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (07/04/2026), unggahan tersebut telah ditayangkan sebanyak 15 kali.
Tirto juga menemukan banyak unggahan serupa pada akun TikTok tersebut “infopendaftarankemenag” ini, ini, dan ini, serta pada akun Instagram @arusbudi999. Semua unggahan video tersebut menampilkan gambar yang berbeda, namun berkaitan dengan pendaftaran PPPK Kemenag 2026. Dalam unggahan tersebut juga dituliskan tanggal yang berbeda untuk pendaftaran PPPK Kemenag 2026 yaitu pada 8 Januari sampai 27 Februari 2026 dan video lainnya mencantumkan tanggal 25 Februari sampai 26 Maret 2026.
Lantas, benarkan Kementerian Agama RI membuka pendaftaran PPPK 2026 melalui tautan tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Manipulasi Video Kemenag Mengadakan Program Berbagi
periksa fakta Pendaftaran PPPK Kemenag 2026.
Hasil Cek Fakta
Akun tersebut menggunakan foto profil logo Kemenag dan hanya memiliki 3422 pengikut. Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukan akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Kemenag RI. Adapun akun TikTok resmi Kemenag RI bernama “kemenag_ri” dengan 243 ribu pengikut dan memiliki centang biru.
Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan yang diklaim untuk mendaftar PPPK Kemenag 2026 yang dicantumkan pada bio profil akun https://deuxfth.it.com/pendaftaran. Tautan tersebut mengarahkan pengunjung pada laman dengan tampilan logo Kemenag bertuliskan “Pendaftaran Resmi Kementrian Agama Republik Indonesia” dan pengisian data diri berupa nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif.
Setelah mengisi data pribadi, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirim melalui Telegram. Pengunggah juga mencantumkan nama-nama yang telah berhasil melakukan registrasi pada situs tersebut guna meyakinkan pengunjung untuk segera melakukan pendaftaran.
Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.
Selanjutnya, Tirto mencoba mengecek keaslian tautan yang diklaim untuk mendaftar PPPK Kemenag 2026 pada akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah maupun Kemenag. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island dengan domain deuxfth.it.com, dibuat pada 27 Februari 2026, dan berlaku selama 3 bulan.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah pria pada video tersebut tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video memiliki probabilitas 99 persen sebagai suara hasil manipulasi AI atau AI Generated Speech.
Melansir laman resmi Kementerian Agama RI, Kemenag meminta masyarakat berhati-hati terhadap beredarnya informasi palsu atau hoaks terkait rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengatasnamakan Kemenag.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Sampai saat ini Kementerian Agama tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK. Informasi yang beredar di media sosial terkait pendaftaran CPNS dan PPPK atas nama Kemenag adalah hoaks,” begitu keterangan Wawan di Jakarta, Selasa (21/1/2026).
Proses rekrutmen ASN di lingkungan Kemenag selalu dilakukan secara resmi, transparan, dan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah melalui website Kemenag.go.id, akun media sosial resmi, serta kanal resmi pemerintah lainnya. Tidak ada pengumuman melalui jalur pribadi atau tautan tidak jelas.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas, apalagi jika disertai permintaan data pribadi, biaya pendaftaran, atau janji kelulusan. Kemenag juga meminta masyarakat aktif melakukan pengecekan informasi melalui sumber resmi sebelum mengambil langkah apa pun.
“Apabila masyarakat menemukan konten mencurigakan yang mengatasnamakan Kemenag, silakan laporkan melalui akun Kemenag agar dapat segera kami tindaklanjuti,” begitu jelas Wawan.
Senada dengan hal tersebut, pada laman Kementerian Komunikasi dan Digital, ditulis laporan pernah beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim Kementerian Agama (Kemenag) membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Januari 2026. Klaim bahwa Kementerian Agama (Kemenag) membuka rekrutmen CPNS dan PPPK pada Januari 2026 adalah hoaks.
Adapun cara mendaftar PPPK Kemenag dapat dilakukan secara online melalui portal SSCASN BKN yaitu https://sscasn.bkn.go.id/, tidak melalui tautan lain yang tidak resmi. Pelamar wajib membuat akun, mengisi biodata, memilih formasi Kementerian Agama, dan mengunggah dokumen seperti KTP, ijazah, transkrip nilai, serta surat pernyataan. Pastikan data sesuai dengan PDM Non-ASN Kemenag.
Dengan demikian, tautan yang beredar diklaim untuk mendaftar PPPK Kemenag 2026 adalah tidak benar dan terindikasi pada penipuan.
Baca juga:Hoaks, Prabowo Umumkan PPPK Paruh Waktu Mulai Beralih ke PNS
Kesimpulan
Tautan yang disertakan tidak berasal dari kanal resmi milik Kemenag dan berujung pada permintaan data pribadi. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Kementerian Agama lewat unggahan di laman resminya berikut ini menegaskan belum membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@infopendaftarankemenag/video/7624429632175033607?is_from_webapp=1&web_id=7496041695453365767
- https://archive.ph/kkyfE
- https://www.tiktok.com/@infopendaftarankemenag/video/7611437893835312392
- https://www.tiktok.com/@infopendaftarankemenag/photo/7603731881682636040
- https://www.tiktok.com/@infopendaftarankemenag/photo/7601194585833917703
- https://www.instagram.com/reels/DVYltLdAjsZ/
- https://tirto.id/manipulasi-video-kemenag-mengadakan-program-berbagi-hs6p
- https://www.tiktok.com/@kemenag_ri
- https://deuxfth.it.com/pendaftaran
- https://urlscan.io./result/019d66f7-4d94-70b3-a1fb-637d45463a56/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://kemenag.go.id/nasional/waspada-hoaks-kemenag-tegaskan-tidak-ada-rekrutmen-cpns-dan-pppk-I9YWR
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-kemenag-buka-pendaftaran-cpns-dan-pppk-pada-januari-2026
- https://tirto.id/hoaks-prabowo-umumkan-pppk-paruh-waktu-mulai-beralih-ke-pns-htan
[SALAH] Video Meteor Jatuh di Lampung, Bakar Area Pendaratan
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 08/04/2026
Berita
Akun TikTok “Pedro_Sukatidur” pada Minggu (5/4/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan warga berkumpul menyaksikan kebakaran yang diklaim meteor yang jatuh di Lampung.
Unggahan tersebut disertai narasi :
“Ternyata cahaya yang menghebohkan masyarakat Lampung adalah fenomena jatuhnya Meteor di Jabung Lampung Timur. Terlihat meteor langsung membakar area pendaratannya.”
Per Rabu (8/4/2026) video tersebut telah dilihat 2,8 juta kali, disukai 55 ribu, dan menuai 1223 ribu komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim tentang meteor yang disebut jatuh di Lampung dan menyebabkan kebakaran di permukiman warga dengan memasukkan kata kunci “meteor jatuh di Lampung” ke mesin pencari Google.
Hasil penelusuran mengarah ke artikel mediapolri.id berjudul “Fenomena Cahaya di Langit Lampung Bukan Meteor Jatuh, Polisi Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Bijak Bermedsos” yang diunggah pada Senin (6/4/2026). Kepolisian Resor Tulang Bawang memastikan bahwa narasi mengenai meteor jatuh di Lampung tidak benar.
Dilansir dari detik.com, Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya yang menghebohkan warga merupakan sampah satelit. Ia juga memastikan bahwa benda tersebut tidak jatuh di wilayah Provinsi Lampung.
Kesimpulan
Rujukan
- https://www.instagram.com/reel/DWv924tiUDf/
- https://mediapolri.id/fenomena-cahaya-di-langit-lampung-bukan-meteor-jatuh-polisi-minta-masyarakat-tetap-tenang-dan-bijak-bermedsos.html
- https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8429510/ahli-astronomi-sebut-benda-bercahaya-di-langit-lampung-bukan-meteor
- https://www.tiktok.com/@pedro_sukatidur/video/7624955363946794241?_r=1&_t=ZS-95IfrRVeCv4
- https://arsip.cekfakta.com/archive/1775532886.355961/index.html
[SALAH] Warga Indonesia Sumbang Ratusan Miliar ke Iran
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/04/2026
Berita
Pada Sabtu (28/4/2026) akun Facebook “Udin Sanjaya” mengunggah foto [arsip] yang mengklaim warga Indonesia bernama M Hasbi Al-Khairi menyumbangkan bantuan uang miliaran Rupiah ke Iran.
“DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M. Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran”
Hingga Rabu (8/4/2026) unggahan tersebut disukai lebih dari 70 ribu kali, menuai lebih dari 7 ribu komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 1,9 ribu.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim dengan memasukkan kata kunci “Warga Indonesia sumbang miliaran ke Iran” ke mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
TurnBackHoax kemudian menganalisis foto yang beredar menggunakan dua alat pendeteksi kecerdasan buatan, yaitu Hive Moderation dan Wasit AI. Hasilnya menunjukkan bahwa foto tersebut merupakan buatan AI. Hive Moderation memberikan probabilitas sebesar 80,6 persen, sementara Wasit AI menandainya dengan indikator merah yang menunjukkan konten hasil rekayasa AI.
Kesimpulan
Rujukan
[PENIPUAN] Pendaftaran Bansos Beras dan Minyak Lewat Facebook
Sumber: FacebookTanggal publish: 08/04/2026
Berita
Akun Facebook “fara quen” pada Rabu (11/3/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“ASSALAMUALAIKUM BAPAK IBU YANG MAU DIDATA SEBAGAI PENERIMA BANSOS BERAS DAN MINYAK SEGERA KOMEN HADIR LALU BAGIKAN POSTINGAN INI DAN JANGAN LUPA IKUTI AKUN INI AGAR KEBACA NAMA KALIAN”
Unggahan disertai takarir:
“Khusus bapak ibu yang bilang hadir saya kirim beras bulog 40kg”
Per Rabu (8/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.400-an tanda suka, menuai 3.800-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 331 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, foto dalam konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,6 persen.
TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “pendaftaran bansos minyak dan beras” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke artikel pmbpesmaums.id “Bansos Beras 10 Kg dan 4 Liter Minyak Goreng 2026 Cair! Cek Jadwal Maret”.
Dalam artikel yang tayang Senin (9/3/2026) itu, disebutkan bahwa daftar penerima bansos 2026 didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial yang dapat dilacak melalui situs cekbansos.kemensos.go.id. Adapun bagi warga yang merasa berhak mendapatkan bansos namun namanya tidak muncul di sistem, dapat menempuh pengaduan resmi dengan cara:
Melaporkan ke aparat desa untuk mengusulkan pendaftaran nama ke dalam sistem DTKS.
Mengajukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos pada fitur “Usul Sanggah”.
Melampirkan foto kondisi rumah dan dokumen kependudukan sebagai bukti pendukung saat melakukan pengajuan ulang.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “pendaftaran bansos beras dan minyak lewat Facebook”.


.png)
.png)
.png)