• Salah, Dubes AS & Gus Yahya Ajak Umat Islam Kecam Tindakan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Duta Besar Amerika Serikat dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya, membahas masalah perang di Timur Tengah. Dubes AS tersebut diklaim memberikan mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran yang terakhir.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel

    Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Gus Yahya menemui Dubes AS untuk mengecam tindakan Iran.

    Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).

    Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.

    “Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.

    Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.

    “PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.

    Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.

    Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.

    Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.

    Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.

    Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.

    Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.

    Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Dubes AS dan Gus Yahya mengadakan pertemuan untuk mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Salah, Dubes AS & Gus Yahya Ajak Umat Islam Kecam Tindakan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Duta Besar Amerika Serikat dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya, membahas masalah perang di Timur Tengah. Dubes AS tersebut diklaim memberikan mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran yang terakhir.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel

    Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Gus Yahya menemui Dubes AS untuk mengecam tindakan Iran.

    Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).

    Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.

    “Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.

    Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.

    “PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.

    Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.

    Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.

    Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.

    Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.

    Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.

    Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.

    Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Dubes AS dan Gus Yahya mengadakan pertemuan untuk mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Jutaan Burung Gagak Serbu AS, Warga Tak Berani Keluar Rumah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Pada Selasa (24/3/2026) akun Facebook “Tarmizi Barmawi” mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan kerumunan burung gagak tersebut diklaim terjadi di Amerika hingga membuat warga tidak berani keluar rumah.

    Unggahan tersebut disertai narasi: 

    “Apa ini akan mengulangi pada jaman nabi dahulu. Dulu burung ababil, sekarang burung gagak. Kota Amerika di serang jutaan burung gagak, warga tidak ada yang keluar dari kendaraannya”

    Hingga Senin (6/4/2026) unggahan tersebut telah dilihat 4,8 juta kali, disukai lebih dari 70 ribu, dan menuai lebih dari 7 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut melalui Google Image Search dan menemukan versi aslinya diunggah oleh akun Instagram “kingxitytv”, kreator asal Spanyol, yang diunggah pada Kamis (29/1/2026) tanpa keterangan lokasi di Amerika.

    Turnbackhoax mengamati video terlihat logo “Veo”, yakni model AI pembuat video. Berdasarkan hasil analisis Hive Moderation menunjukkan video tersebut merupakan rekayasa AI dengan probabilitas 81,8 persen.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas mencapai 81,8 persen. Unggahan dengan narasi “Jutaan burung gagak serbu AS, warga tak berani keluar rumah” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Jutaan Rakyat Singapura Pindah ke Batam

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Pada Minggu (22/2/2026) akun Facebook “Hippo Academy” mengunggah video [arsip]  yang mengklaim jutaan warga Singapura pindah ke Batam akibat melemahnya ekonomi Singapura. Unggahan itu disertai dengan narasi : 

    “Jutaan rakyat Singapura pindah ke Batam Singapura diambang bangkrut otw jadi kota hantu”

    Hingga Rabu (06/4/2026) unggahan tersebut telah dilihat 50 ribu, disukai 1000 kali, dan menuai 37 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari kebenaran klaim dengan memasukan kata kunci “jutaan rakyat Singapura pindah ke Batam” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim. 

    Pencarian mengarah ke artikel Tempo.co “Turis Singapura dan Malaysia Belanja ke Batam” diunggah Selasa (20/1/2026). Artikel tersebut menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia ke Batam mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk kegiatan belanja dan wisata singkat.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri lebih jauh tentang jumlah kunjungan wisata Batam. Dilansir dari  batampos.co.id, sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam menembus 1.613.202 kunjungan.

    Kesimpulan

    Bukan jutaan warga Singapura yang pindah menetap, melainkan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan. Unggahan dengan narasi “jutaan rakyat Singapura pindah ke Batam” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini