• [SALAH] Iran Putus Kabel Optik Selat Hormuz, Bisa Bikin Saldo QRIS Hilang

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “berita viral” pada Senin (28/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “berita viral

    PETAKA DIDEPAN MATA: JIKA IRAN PUTUS KABEL OPTIK BAWAH LAUT DI SELAT HORMUZ, SALDO QRIS DAN MEDSOS BAKAL LENYAP”

    Hingga Senin (6/3/2026) unggahan telah mendapatkan 830 tanda suka, 196 komentar dan telah dibagikan ulang 86 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Iran putus kabel optik Selat Hormuz bisa bikin saldo QRIS hilang” ke mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada penjelasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang menyebutkan bahwa lebih dari 95 persen lalu lintas data global bergantung pada kabel bawah laut. Jika terjadi kerusakan, dampaknya adalah gangguan komunikasi dan perlambatan layanan digital, seperti transaksi keuangan atau akses internet, bukan hilangnya data. 

    Kabel optik bawah laut sendiri merupakan teknologi fiber optik yang digunakan untuk mentransmisikan data antarwilayah dengan cara dibentangkan di dasar laut. Dikutip dari IPTP Networks, kerusakan kabel optik memang dapat mengganggu koneksi internet dan transaksi digital. Namun, jaringan global tidak bergantung pada satu kabel saja. Terdapat banyak jalur kabel alternatif yang saling terhubung. Indonesia memiliki puluhan kabel optik bawah laut termasuk SeaMeWe-5 yang jalurnya berdekatan dengan kawasan Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz.

    Dengan demikian, gangguan pada satu kabel hanya berdampak pada wilayah atau jaringan tertentu, bukan melumpuhkan seluruh sistem digital. Selain itu, saldo QRIS tersimpan di server perbankan dan pusat data yang dilengkapi sistem cadangan, sehingga tidak akan hilang akibat gangguan jaringan. Hal serupa berlaku pada media sosial yang menyimpan data di server terdistribusi, sehingga gangguan kabel hanya mempengaruhi akses, bukan menghapus data atau platform.

    Kesimpulan

    Faktanya, kabel optik bawah laut hanya berfungsi sebagai jalur transmisi data, bukan tempat penyimpanan saldo atau data digital, gangguan pada kabel hanya berdampak pada koneksi internet, bukan menghapus saldo QRIS maupun media sosial. Unggahan berisi klaim “Iran putus kabel optik Selat Hormuz, bisa bikin saldo QRIS hilang” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Promosi Situs Judol

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 April 2026.
    Dalam unggahannya terdapat video Dedi Mulyadi sedang di dalam mobil dengan narasi sebagai berikut:
    "Sebelumnya ramai di sosmed yang menyatakan bahwa situs XXX sudah resmi. Hal itu saya tegaskan kembali benar adanya ya.
    Daripada kita mempersulit situs game online lebih baik kita pilih mana yang terbaik dan kita resmikan. Karena situs XXX yang paling banyak memberikan skater dan perkalian kepada masyarakat dan sudah pasti member pada WD.
    Sebelumnya di Jakarta tahun 57 juga pernah diresmikan dan sangat membantu perekonomian daerah. Jadi sekarang saya tegaskan lagi jika situs yang resmi hanya situs XXX dan sudah terbukti yang terbaik di antara yang lain.
    Jadi jika mau main game online jangan di tempat lain ya."
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Daftar segera, rekomendasi KDM"
    Lalu benarkah postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu?
     
     
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah dalam akun Instagramnya, @dedimulyadi71 pada 11 Juli 2025.
    Namun dalam video asli Dedi Mulyadi sama sekali tidak membahas promosi situs judol tertentu. Video asli membahas tenaga kerja ilegal asal Cirebon yang meninggal dunia di Malaysia.
    Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasilnya suara dalam postingan merupakan modifikasi AI dengan analis mencapai 99,3 persen.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu adalah hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Iran Ledakkan Tenaga Pembangkit Listrik Israel

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Akun X “Mukidioon” pada Senin (30/3/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    “Iran telah meledakkan pbangkit listrik haifa israhell, dengan rudal balistik!Dengan hancurnya pembangkit listrik dengan 828 MW ini, separuh penduduk israhell, menikmati kegelapan malam tanpa listrik!2”

    Per Senin (6/4/2026) video itu dilihat 51 ribu, disukai 1.000, dibagikan 357 kali dan menuai 37  komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan fitur pencarian di situs turnbackhoax.id yang menghasilkan artikel yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya yaitu pada 2025, yang artinya unggahan ini termasuk HDU/HLBK (Hoaks Daur Ulang/Hoaks Lama Bersemi Kembali.


    TurnBackHoax kemudian menelusuri lebih lanjut dengan cara memasukkan gambar screenshot lewat Google Lens. Diketahui gambar tersebut merupakan potongan video yang berasal dari momen video itu menunjukkan kebakaran dan ledakan di sebuah pabrik pabrik kimia Tiongkok.


    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, melansir dari afp.com faktanya, konteks asli video merupakan menunjukkan latihan kebakaran yang diadakan di Pangkalan Pelatihan Pemadam Kebakaran Keamanan Publik Chengdu pada November 2015.

    Kesimpulan

    Faktanya, konteks asli video tersebut adalah menunjukkan latihan kebakaran yang diadakan di Pangkalan Pelatihan Pemadam Kebakaran Keamanan Publik Chengdu pada November 2015. Unggahan video berisi narasi “Iran ledakkan tenaga pembangkit listrik milik Israel” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Bantuan Rice Cooker dan Kompor 2026 dari Pemerintah

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Nita Ayu Safitri” pada Senin (30/3/2026) membagikan foto [arsip] dengan narasi:

    “Ibu ibu yg mau bansos megicom & kompor coba bilang (HADIR)🙋‍♀️ nanti saya data dan proses pengiriman hari ini”

    Unggahan disertai takarir:

    KABAR BAIK BANSOS DARI PUSAT Lanjut sampai merata Bpk ibu sudah dapat belum megicom & blender untuk kebutuhan rumah kalo belum segera bilang (Hadir)”

    Per Senin (6/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 526 tanda suka, menuai 2.400-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 21 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, foto dalam konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 94 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “bantuan rice cooker dan kompor 2026 dari pemerintah” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita jawapos.com “Maret 2026 Bansos Dipastikan Cair, PKH, dan BPNT Tahap 1 Berjalan, Bantuan Beras 20 Kg Minyak 4 Liter untuk KPM”, tayang Selasa (3/3/2026). Berita ini melaporkan bahwa status bantuan rice cooker tahun anggaran 2026 belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

    • Berita metrotvnews.com “Program Kompor Listrik Bersubsidi Bisa Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional”, tayang Jumat (27/3/2026). Berita ini melaporkan bahwa Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi mendorong pemerintah untuk kembali menggaungkan pelaksanaan program kompor listrik bersubsidi.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “bantuan rice cooker dan kompor 2026 dari pemerintah”.

    Kesimpulan

    Foto konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 94 persen. Unggahan foto berisi klaim “bantuan rice cooker dan kompor 2026 dari pemerintah” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini