• [SALAH] Video "Kepanikan di Pantai Eilat karena Serangan Rudal Iran"

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Oposisi Cerdas” pada Rabu (18/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Berita Terkini Kepanikan massal dan orang-orang berhamburan dari pantai karang di Eilat dinukung selatan Negara Isreal.

    setelah mendengar suara rudal Khorramshahr dan Jabbar Iran”

    Hingga Senin (30/3/2026) unggahan telah mendapatkan 176 tanda suka, 10 komentar dan telah dibagikan 30 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan menggunakan Google Lens. Hasil pencarian mengarah ke unggahan akun Instagram ‘richmusicworld’ pada Senin (16/3/2026). Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyertakan keterangan bahwa massa panik setelah mendengar suara tembakan di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat.

    Sementara itu, dilansir dari Fox 35 Orlando, ribuan orang sempat berlarian karena suara yang diduga sebagai tembakan. Namun, otoritas setempat memastikan tidak terjadi penembakan di area pantai, dan kepanikan dipicu oleh suara benda seperti botol yang dihancurkan serta situasi kerumunan yang tidak terkendali. Peristiwa ini merupakan insiden lokal yang tidak berkaitan dengan konflik atau perang antara Israel dan Iran yang sedang berlangsung.

    Kesimpulan

    Faktanya, kepanikan di Daytona Beach dipicu oleh kerumunan saat spring break dan suara benda seperti botol yang dihancurkan. Unggahan video berisi klaim “kepanikan di pantai Eilat karena serangan rudal Iran” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bentrokan di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel

    Sumber: X
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    Pada Kamis (12/03/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “blackrengers” (@blackrenge85717) dengan narasi: 

    “✈️✈️
    Saat ini terjadi bentrokan di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
    "Kami ingin tiket, kami ingin penerbangan, kami ingin meninggalkan Israel."
    Kita tidak akan bertahan sampai kita dihancurkan oleh rudal Iran.
    Biarkan zionis Israel saling bunuh👏🤣
    #IranWar‌ #FreePalestine”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 51 ribu kali, mendapatkan 56 jawaban, di-post ulang 381 kali, disukai 1.3 ribu kali, dan  disimpan sebagai favorit oleh 33 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa gambar pratinjau (thumbnail) dari video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang membagikan video sebelumnya dengan konteks yang benar. 

    Ynet (ynet.co.il), sebuah media lokai Israel, menerbitkan sebuah artikel dengan video yang mirip pada 20 Juli 2025 lalu. Salinan sebagian isi artikel: “Puluhan anak laki-laki menghadapi pekerja prasmanan di kompleks bioskop Yerusalem, melemparkan benda-benda dan meneriakkan slogan-slogan rasis. 3 karyawan luka ringan, polisi belum menahan tersangka” (diterjemahkan dari bahasa Ibrani). 

    Sumber lainnya yang mengkoroborasi mendukung sumber di atas adalah unggahan dari akun “Times Of India” (@timesofindia) di YouTube pada 20 Juli 2025 lalu, salinan sebagian isi deskripsi: “Kerusuhan anti-Arab pecah di dalam teater Cinema City Yerusalem pada 19 Juli. Rekaman menunjukkan pemuda Yahudi merusak teater dan bentrok dengan karyawan Arab teater tersebut diiringi teriakan "matilah orang Arab." Times of Israel melaporkan bahwa belum ada penangkapan yang dilakukan terkait insiden tersebut.” (diterjemahkan dari bahasa Inggris).

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan terjadi di sebuah sinepleks dan sudah beredar sejak tahun 2025 lalu. Unggahan yang berisi video dengan klaim bentrokan di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel, merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bagi-Bagi Uang Tunai di Facebook

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Undian Berhadiah” pada Minggu (15/3/2026) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menuturkan narasi sebagai berikut:

    “Halo semuanya seluruh warga Indonesia. Saya Gubernur Maluku Ibu Sherly Sofyan ingin membantu memberikan bantuan berupa uang tunai puluhan juta rupiah bagi yang beruntung atau terpilih. Untuk mengikuti acara bantuan ini silakan hubungi saya di messenger dan diisi data diri lengkap yang tertulis di messenger. Saya tunggu. Salam sejahtera”.

    Hingga Senin (30/03/2026), unggahan telah ditonton lebih dari 1.400-an kali serta menuai sekitar 34 jumlah suka, 11 komentar, dan 2 kali dibagikan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax), video tersebut memiliki sejumlah kejanggalan yang mengarah ke rekayasa AI, seperti ketidaksesuaian gerakan mulut dengan audio yang dihasilkan. TurnBackHoax kemudian memverifikasi keaslian video menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 96,8%.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri konteks asli konten dengan memanfaatkan reverse image search terhadap potongan visual dalam video. Hasilnya, ditemukan video di akun Instagram pribadi Sherly “sherlytjoanda” yang diunggah pada (04/06/2025). Diketahui, konteks asli dari video tersebut adalah momen Sherly mengajak lulusan SMP/MTs untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK melalui pendaftaran SPMB 2025 yang dibuka pada 9–17 Juni mendatang.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 96,8%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bagi-bagi uang tunai” itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Token Listrik Gratis Rp 750 Ribu untuk Pelanggan PLN

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Maret 2026.
    Klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN berupa tulisan sebagai berikut.
    "⚡ TOKEN LISTRIK GRATIS Rp 750.000! ⚡
    Kabar baik untuk seluruh pelanggan PLN! 🎉
    Kamu bisa dapat token listrik GRATIS senilai Rp 750.000 langsung masuk ke meter listrikmu! 💡
    📌 Syaratnya gampang banget:
    ✅ Pelanggan PLN Prabayar
    ✅ Daya minimal 450 Watt
    ✅ Punya ID Pelanggan PLN aktif
    📌 Cara klaimnya:
    1️⃣ Klik link yang tersedia
    2️⃣ Masukkan ID Pelanggan PLN
    3️⃣ Token masuk otomatis!
    🆓 100% GRATIS!
    ⏰ Kuota TERBATAS!
    👇 Klik link di BIO untuk klaim!
    🔗 Link ada di BIO"
    Dalam unggah tersebut terdapat menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://token.newinformationhub.com/?fbclid=IwY2xjawQ3JkhleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFHaHNyVlA0OGZkTVBlNGNhc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHhSiskwfnl-GBpG8lkn1GuZqQj5ySoJP48jXrvImZsqjh2OGrCxOaW4ZRldQ_aem_7vyQXiAIAIGRQrTHGSsvKg"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah data, yaitu nama lengkap, nomor pelanggan, jenis meteran, alamat lengkap dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN, penelusuran mengarah pada artikel situs Liputan6.com berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN" yang dimuat pada 23 September 2025.
    Pada artikel ini, PLN mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah tergiur tawaran promo token listrik gratis. Pasalnya, ini merupakan hoaks yang menjadi modus kejahatan siber.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa 23 September 2025.
    Dia menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," kata Gregorius.
    Penelusuran juga mengarah pada unggahan dari PLN melalui akun Instagram resminya @pln_id. Dalam unggahannya PLN meminta masyarakat hati-hati karena sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan hoaks promo listrik gratis.
    "Hati-hati ya Electrizen, sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan HOAX promo listrik gratis. PLN hanya informasi promo resmi via media sosial korporat milik PLN atau aplikasi PLN Mobile," tulis PLN dikutip pada Jumat (6/3/2026).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN tidak benar.
    PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
     

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini