• [SALAH] Menag Minta Warga Setor Dana untuk Pengganti Kurban

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    Pada Rabu (29/4/2026) akun Facebook “Status Untuk Ayah” mengunggah unggahan [arsip] yang Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyarankan agar masyarakat menyetor dana uang sebagai pengganti Kurban. Berikut narasi lengkapnya: 

    "VIR4L..‼️😱

    Pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar Yang menyarankan agar masyarakat menyetor dana uang untuk Kurban bisa lewat transfer atau cash ke pihak Akikah, Kurban ke Baznas atau dikelola Pemerintah dari pada repot-repot memotong sapi dan kambing sendiri. 27 April 2026,

    KEMENAG beranggapan "Berkurban itu adalah tradisi yang kurang populer .

    Jadi untuk mengatasinya cukup serahkan dana ke Baznas agar bisa diserahkan kepada orang yang tepat.

    Baznas kini bekerja sama dengan pemerintah agar dana dana umat bisa terapliasi dengan benar"

    Hingga Selasa (12/5/2026) unggahan itu mendapat lebih dari 280 tanda suka, menuai lebih dari 450 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 20 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa klaim soal “Menag minta warga setor dana pengganti kurban” dengan menelusurinya melalui Google. Hasil pencarian mengarah ke siaran pers Kementerian Agama “Menag Tidak Larang Warga Sembelih Hewan Kurban” yang dipublikasikan Selasa (28/4/2026).

    Dalam keterangan resminya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, membantah informasi tersebut. Ia menyatakan narasi yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan maksud pernyataan Menteri Agama dan telah dipelintir dari konteks aslinya.

    Thobib menjelaskan, Menteri Agama hanya menyampaikan gagasan agar pengelolaan penyembelihan hewan kurban lebih tertata dan memberi manfaat lebih luas, tanpa menghapus praktik ibadah kurban.

    Kesimpulan

    Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks. Unggahan dengan narasi “Menag minta warga setor dana untuk pengganti kurban” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Rekrutmen Bersama SKK Migas dan Petronas Carigali Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran rekrutmen bersama SKK Migas Petronas Carigali Indonesia, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 4 Mei 2026.
    Klaim link pendaftaran rekrutmen bersama SKK Migas Petronas Carigali Indonesia berupa poster digital yang terdapat logo SKK Migas dan Petronas, dalam poster tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
    "OPEN RECRUITMENT OPERATOR & TEKNISI PERUSAHAAN MIGAS PETRONAS CARIGALI INDONESIA
    DIBUKA SAMPAI 02 JUNI 2026"
    Unggahan menyertakan menu daftar, jika diklik mengarah pada link berikut.
    "https://apdaftarskrg.dilinii.com/?fbclid=IwY2xjawRvZQxleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFIaFMwblBjSGEydm9Da2N6c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHsR57n-gpGu5iy6JsbHCiOJfpuQA7wt31gufPvjCZYyO_m8NiH8PiXUgkMwC_aem_3iRx39BOGbbWAYLWusdNjA"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
    Unggahan tersebut diberik keterangan sebagai berikut.
    "Program Rekrutmen Bersama Skk Migas & Kkks 2026.
    Daftar Dan Cek Posisi👇👇👇"
    Benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen bersama SKK Migas Petronas Carigali Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen bersama SKK Migas Petronas Carigali Indonesia, penelusuran mengarah pada artikel berujudul "Awas Penipuan Rekrutmen Bersama SKK Migas dan KKKS, Perhatikan Hal Ini untuk Hindarinya" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 8 Juni 2025.
    Dalam artikel situs Liputan6.com, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengimbau masyarakat, untuk mewaspadai informasi pendaftaran  rekrutmen bersama SKK Migas dan KKKS. Pasalnya, menjadi modus penipuan yang bisa merugikan.
    Kepala Divisi Program dan Komunikasi  SKK Migas Hudi D. Surodipuro mengatakan, saat ini marak terjadinya penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab terkait lowongan kerja di lingkungan hulu migas.
    "Perlu adanya kesadaran dan ketelitian terhadap informasi," kata Hudi, dikutip dari akun Instagram @skkmigasofficial, Minggu (8/6/2025).
    Dia pun menyebutkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika mendapat informasi terkait lowongan kerja SKK Migas, yaitu pastikan hanya mengakses informasi rekrutmen melalui portal resmi rekrutmen bersama hulu migas di https://jobs.talentics.id/skk-migas dan informasi di kanal resmi SKK Migas.
    "Hati-hati dan perhatikan nama perusahaan pembuka lowongan, jadwal rekrutmen dan prosedur pendaftaran dengan seksama," tutur Hudi dalam unggahan tersebut.
    SKK Migas dan KKKS tidak pernah meminta biaya apapun dalam bentuk apapun dalam proses rekrutmen. Serta, tidak meyebarkan informasi lowongan kerja yang tidak dan belum terverifikasi pada rekrutmen bersama hulu migas.
    Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "? PERHATIAN! Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan ?
    Sobat Migas, belakangan marak banget modus penipuan berkedok lowongan pekerjaan di sektor hulu migas. Yuk, kita sama-sama lebih waspada dan teliti!
    Bagikan informasi ini ke teman, keluarga, dan rekan kerja agar semakin banyak yang terhindar dari penipuan, ya! ⚠️".
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen bersama SKK Migas Petronas Carigali Indonesia tidak benar.
    Saat ini marak terjadinya penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab terkait lowongan kerja di lingkungan hulu migas.
    Pastikan hanya mengakses informasi rekrutmen melalui portal resmi rekrutmen bersama hulu migas di https://jobs.talentics.id/skk-migas dan informasi di kanal resmi SKK Migas.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Salah, Purbaya Resmikan Bantuan Dana Hibah Rp900 Miliar

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial TikTok yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa meresmikan dan mengajak masyarakat untuk mendaftar program bantuan dana hibah dengan total anggaran Rp900 miliar untuk seluruh wilayah di Indonesia.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @bantuan.dana.hiba3649 (arsip) pada Selasa (28/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan Purbaya berada di sebuah kantor dengan tulisan latar belakang “Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Program Dana Hibah.”

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Program Dana Hibah sudah saya resmikan dengan jumlah total anggaran 900 miliar. Ayo daftarkan diri Anda segera. Jangan sampai terlambat,” begitu narasi yang diucapkan Purbaya dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan keterangan lain: “MENTERI KEUANGAN MERESMIKAN BANTUAN DANA HIBAH KE SELURUH WILAYAH INDONESIA. BANTUAN DANA HIBAH. AYO DAFTAR SEGERA,” begitu keterangan tertulis dalam video.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (11/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1566 likes, 1036 komentar, dan 44,5 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap program tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @danahibah2026program, YouTube “BANTUANDANAHIBAH-s6n” dan “BANTUANDANAHIBAH-f5w.” Semua unggahan tersebut menampilkan cuplikan video serupa terkait program bantuan dana hibah Rp900 miliar yang diresmikan Purbaya.

    Lantas, benarkah Purbaya meresmikan bantuan dana hibah Rp900 miliar tersebut?

    Baca juga:Purbaya: Selama Saya Jadi Menkeu, Tidak akan Lakukan Tax Amnesty

    Periksa Fakta Dana Hibah 900 M.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 1289 pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun: “jika minat silahkan hubungi link dibawah ?.” Namun, tidak ditemukan tautan yang dapat diakses.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 470,7 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Bantuan dana hibah Rp 900 miliar dari Purbaya” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @ppid.kemenkeu yang menyatakan bahwa video yang mencatut Menteri Keuangan Purbaya, yang menyatakan telah meresmikan program dana hibah dengan jumlah anggaran sebesar Rp 900 miliar dan mengajak masyarakat untuk segera mendaftar, merupakan video hoaks deepfake.

    Senada dengan hal tersebut, melansir akun Instagram @cekfaktakeuangan, juga menyatakan bahwa video yang diunggah oleh akun TikTok bantuan.dana.hiba3649 mengenai program dana hibah sebesar Rp900 miliar adalah tidak benar. Visual dalam video yang diunggah terindikasi hasil manipulasi digital (deepfake) dan mencatut identitas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Faktanya, secara birokrasi, bantuan dari pemerintah asing seperti Arab Saudi tidak pernah dikelola oleh Kementerian Keuangan melalui pendaftaran di media sosial seperti TikTok. Dana hibah resmi antarnegara dikelola melalui mekanisme G2G (Government to Government) yang transparan dan diumumkan melalui situs web resmi kementerian terkait (Kemenkeu atau Kemenag).

    Dalam CNBC Indonesia, Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa video tersebut merupakan hoaks yang menggunakan teknologi deepfake.

    “Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menkeu,” begitu keterangan Tim PPID Kemenkeu melalui akun media sosialnya, dikutip Senin (11/5/2026).

    Sebelumnya, Kemenkeu juga pernah mendapati hoaks yang menyeret Sekretariat Jenderal Kemenkeu. Tahun lalu, beredar pesan pada aplikasi WhatsApp dengan pengirim yang mengatasnamakan Sekretaris Jenderal Kemenkeu yang masih dijabat oleh Heru Pambudi.

    Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan:

    ✅ Waspada konten yang berasal dari sumber yang TIDAK KREDIBEL

    ✅ Cek Fakta pada situs resmi

    ✅ Jangan menyebarkan konten tanpa ada sumber dan bukti yang tepercaya

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Purbaya Beri Batas Waktu Repatriasi Dana Luar Negeri 6 Bulan

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa Purbaya meresmikan dan mengajak masyarakat mendaftar program bantuan dana hibah dengan total anggaran Rp900 miliar bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar terkait pernyataan Purbaya yang mengajak masyarakat agar mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan dana hibah Rp900 miliar tersebut adalah video hoaks deepfake.

    Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks, Pendaftaran Bantuan Dana Hibah dan KUR Online Catut BRI

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial TikTok unggahan yang mengklaim Bank Rakyat Indonesia (BRI) membuka pendaftaran pinjaman KUR online dan bantuan dana hibah dengan menghubungi nomor WhatsApp tertentu.

    Unggahan terkait bantuan dana hibah dibagikan oleh akun TikTok bernama @bantuan.dana.hibah183 (arsip) seperti unggahan ini (arsip). Dalam unggahan menampilkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah menawarkan bantuan tersebut. Pengunggah juga menggunakan logo BRI dan menuliskan keterangan: “VIRAL HARI INI, SENIN 11 MEI 2026.”

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Untuk yang ingin mendaftar bantuan Dana Hibah, silakan hubungi saya segera sebelum pendaftaran tertutup,” begitu narasi yang diucapkan Purbaya dalam video. Video tersebut telah mendapatkan 27 likes, 13 komentar, dan 628 kali ditayangkan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun unggahan terkait pinjaman KUR online oleh akun TikTok @dewi.sriwiyanti (arsip) seperti unggahan ini (arsip). Dalam unggahan video berdurasi 11 detik tersebut menampilkan kerumunan masyarakat yang sedang mengantri. Video tersebut juga mencantumkan logo BUMN dan BRI. Unggahan tersebut telah mendapatkan 119 likes, 21 komentar, dan 21,8 ribu kali ditayangkan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “KABAR GEMBIRA RESMI DARI BANK BRI MENJELANG HARI RAYA KURBAN RESMI DIBUKA KUR BRI BERBASIS ONLINE TANPA ANGGUNAN ATAU JAMINAN DAN BUNGA RINGAN 0,2%, BERLAKU UNTUK SELURUH MASYARAKAT INDONESIA MULAI HARI INI TGL 6 MEI SAMAPAI AKHIR TGL 31 MEI 2026. SYARAT: FOTO KTP & KK. USIA: 21-65 TAHUN. LIMIT: 5 JUTA - 500 JUTA. TANPA ANGGUNAN DAN TANPA SURVEU LOKASI.” Begitu keterangan tertulis dalam video.

    Artikel ini ditulis pada Senin (11/05/2026). Klaim yang diunggah oleh kedua akun TikTok tersebut mendapatkan banyak perhatian publik.

    Lantas, benarkah BRI membuka pendaftaran bantuan dana hibah dan KUR online melalui nomor WhatsApp seperti pada klaim yang beredar?

    Baca juga:Cara Mudah Investasi di Bank BRI, Mandiri, dan BCA untuk Pemula

    Periksa Fakta Hoaks BRI.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun TikTok penyebar klaim pendaftaran dana hibah @bantuan.dana.hibah183, memiliki 282 pengikut dan mencantumkan nomor Whatsapp dan keterangan pada bio profil: “PROGRAM BANTUAN DANA HIBAH TELAH DIBUKA AYO DAFTAR SEKARANG. NO WA:087891132920.”

    Pada foto profil akun digunakan gambar dengan tulisan “BANTUAN DANA HIBAH SAUDI ARABIA.” Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan BRI ataupun Purbaya.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural dan datar. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,2 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Adapun akun penyebar klaim pendaftaran KUR online @dwi.sriwiyanti memiliki 4648 pengikut dan mencantumkan nomor Whatsapp dan keterangan pada bio profil: “PINJAMAN SE-INDONESIA PINJAMAN KUR BRI ONLINE HUB WA 0813-5614-4099.” Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan BRI.

    Sebagai informasi, KUR adalah salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan lewat lembaga keuangan dengan sistem penjaminan.

    Merujuk laman BRI, ada dua macam pinjaman dalam KUR BRI. Pertama, pinjaman KUR Mikro Bank BRI untuk usaha mikro dengan plafond pinjaman maksimum sampai dengan Rp100 juta per debitur. Kedua, KUR Kecil Bank BRI dengan plafond pinjaman maksimum hingga Rp500 juta per debitur.

    Selanjutnya, untuk memastikan klaim yang beredar, Tim Riset Tirto menghubungi pihak BRI. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa akun media sosial yang menggunakan atribut dan identitas BRI untuk menawarkan program “bantuan dana hibah” dan “KUR online” adalah hoaks.

    Dhanny menegaskan bahwa BRI tak memiliki nomor ponsel untuk pendaftaran dana hibah ataupun KUR. Klaim pendaftaran dana hibah dan KUR online melalui nomor WhatsApp tersebut bukan berasal dari BRI dan tidak memiliki keterkaitan dengan produk, layanan, maupun program resmi Perseroan.

    “BRI tidak pernah meminta masyarakat untuk melakukan pendaftaran, transfer dana, maupun memberikan data pribadi dan data perbankan, termasuk PIN, password, OTP, maupun informasi rahasia lainnya. BRI tidak pernah menggunakan tokoh/pejabat pemerintah dalam melakukan promosi produk dan jasa yang ditawarkan.” Begitu tegas Dhanny.

    BRI hanya menggunakan saluran resmi, baik website maupun media sosial, yang terverifikasi (centang biru atau hijau). Adapun media sosial resmi BRI, antara lain:

    Website: www.bri.co.idInstagram: @bankbri_idTwitter: @bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRIFacebook: BANK BRIYouTube: Bank BRITiktok: @bankbri_id

    @bankbri_id

    kur.bri.co.id

    Dalam rangkuman Tirto, Purbaya tidak pernah memberikan bantuan berbentuk uang langsung kepada masyarakat dengan cara menghubunginya atau berkomentar pada unggahan dalam akun tidak resmi.

    Akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan Purbaya biasanya meminta pengguna menghubungi melalui Messenger atau membayar sejumlah biaya sebagai syarat. Ini merupakan indikasi phishing atau penipuan.

    Sekali lagi, Dhanny mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus-modus penipuan serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI, seperti website resmi BRI, akun media sosial terverifikasi, Contact BRI 1500017, serta unit kerja BRI terdekat.

    Baca juga:Hoaks, Tautan Pendaftaran Pinjaman BRI Rp10 Juta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa BRI membuka pendaftaran bantuan dari hibah yang ditawarkan Purbaya dan KUR online tanpa agunan dan survey bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa akun media sosial yang menggunakan atribut dan identitas BRI untuk menawarkan program “bantuan dana hibah” dan “KUR online” adalah hoaks. BRI tidak memiliki nomor WhatsApp dan tidak memiliki keterkaitan dengan produk, layanan, maupun program resmi Perseroan untuk pendaftaran dana hibah ataupun KUR. Klaim pendaftaran dana hibah dan KUR online.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini