• [SALAH] HP Panas dan Baterai Boros Itu Indikasi Penyadapan

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 21/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “fatimvlog30” pada Jumat (3/4/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Awas!! Jika handphone kamu tiba-tiba panas dan boros baterai, ini salah satu tanda aktivitas penyadapan”

    Hingga Selasa (21/4/2026) unggahan telah mendapatkan 10.700 tanda suka, 150-an komentar dan telah dibagikan ulang 4.890 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.

    Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa kondisi ponsel panas dan baterai cepat habis dapat dipicu berbagai faktor. Karena itu, dua gejala tersebut tidak bisa langsung dijadikan indikator bahwa perangkat sedang disadap.

    Alfons menyebut beberapa tanda lain yang lebih patut dicurigai, seperti fitur aksesibilitas yang terus aktif, kamera atau mikrofon menyala sendiri, hingga ponsel tetap aktif pada malam hari tanpa digunakan. 

    Ia juga menegaskan bahwa fitur notifikasi pelacak tidak berkaitan dengan baterai boros. Fitur tersebut justru berguna untuk mendeteksi perangkat pelacak seperti AirTag yang mungkin disisipkan pada tas atau barang pribadi.

    Untuk mencegah ancaman siber, pengguna disarankan mengaktifkan Google Protect atau menggunakan aplikasi keamanan seperti G-Data Mobile Security guna melindungi perangkat dari malware berbahaya.

    Sementara itu, dilansir dari avast.com, sejumlah indikasi lain yang patut dicurigai antara lain baterai cepat habis, ponsel panas berlebihan saat tidak digunakan, lonjakan pemakaian data internet, suara aneh ketika menelpon, munculnya pop-up atau aplikasi asing, perangkat menyala dan mati sendiri, hingga pesan teks mencurigakan. 

    Jika ditemukan indikasi malware serius, pengguna disarankan mencadangkan data penting dan melakukan factory reset pada perangkat.

    Kesimpulan

    Faktanya, handphone yang cepat panas dan baterai boros bukan tanda pasti perangkat sedang disadap. Unggahan video berisi klaim “HP panas dan baterai boros itu indikasi penyadapan” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi Nasional 2026 dari BPS

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran rekrutmen 190 ribu petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 18 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) Melakukan Rekrutmen 190 Ribu Petugas Untuk Melakukan Sensus Ekonomi Nasional 2026
    Yuk Daftar Sekarang Sebelum Kuota Penuh!🚀
    INFO PENDAFTARAN KLIK DAFTAR DIBAWA👇"
    Unggahan menyertakan poster mengenai rekrutmen 190 petugas sensus ekonomi nasional 2026. Terdapat tulisan "informasi mengenai pendaftaran klik link di bio profil".
    Sementara itu, jika link daftar diklik maka akan mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta sejumlah identitas, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen 190 ribu petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar BPS? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen 190 ribu petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar BPS. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Lowongan Kerja 190 Ribu Petugas Sensus 2026 Marak di Medsos, Begini Kata BPS".
    Dalam artikel ini, Badan Pusat Statistik memastikan informasi rekrutmen hingga 190 ribu petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang beredar di medsos, tidak benar alias hoax.  
    "Enggak, enggak ada. Itu pasti hoax," kata Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BPS Favten Ari Pujiastuti kepada Liputan6.com di kantornya, Jakarta, Selasa (21/4/2026). 
    Favten mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus terhadap Sensus Ekonomi 2026 yang bakal digelar pada Mei mendatang. "Jadi rekrutmen yang paling dekat itu sensus ekonomi. Tapi ini kami masih berproses, belum ada pengumuman," ujarnya.  
    BPS dalam waktu dekat akan segera menggelar Sensus Ekonomi 2026, alias survei ke-5 yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sejak 1986. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026. 
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen 190 ribu petugas sensus ekonomi nasional 2026 yang digelar BPS, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Anies Baswedan Umumkan Kuis Tebak Kata Berhadiah Rp 100 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan tebak kata berhadiah Rp 100 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 19 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Tebak Kata Berhadiah! Jawab dengan benar & menangkan Rp100.000.000 💰siapa cepat dia dapat Siap? Kirim jawabanmu sekarang! 📞"
    Unggahan menyertakan video Anies Baswedan, berikut isinya:
    "Siapa saja yang menemukan video ini dan berhasil menebak kata dari gambar dengan benar, saya akan memberikan hadiah spesial sebesar 100 juta. Jawaban yang tepat akan berhak mendapatkan hadiah tersebut, kesempatan ini hanya berlaku hari ini, jadi jangan sampai terlewat, siapa cepat dia dapat. Segera kirimkan jawaban terbaik kamu melalui messenger sekarang juga. Semoga beruntung"
    Terdapat link kirim pesan dalam klaim yang beredar tersebut.
    Lalu benarkah klaim video Anies Baswedan mengumumkan kuis tebak kata berhadiah Rp 100 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Anies Baswedan mengumumkan kuis tebak kata berhadiah Rp 100 juta. Hasil penelusuran, video klaim identik dengan kegiatan Anies Baswedan saat mengumumkan selamat menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya seperti Instagram dan TikTok @aniesbaswedan pada 11 Maret 2024.
    Berikut isu lengkapnya:
    "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, izinkan oleh rekaman ini mengucapkan selamat menyambut bulan suci yang penuh keberkahan Ramadan 1445 Hijriah. Insyallah Ramadan ini menjadi momentum meningkatkan kualitas keislaman kita, kualitas keimanan kita, kualitas ketakwaan kita, insyaalah nantinya semua kegiatan ibadah ini akan dilipatgandakan pahalanya isnyaallah kita akan mencapai derajat mujtahid. Selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, salam hangat untuk semua
    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh"
    Tidak ada pernyataan Anies mengenai kuis tebak kata berhadiah seperti dalam klaim yang beredar di Facebook.
    Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.  
    Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa 60,8 persen video dihasilkan AI, 99,2 persen suara juga dihasilkan oleh AI. 
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video  Anies Baswedan mengumumkan kuis tebak kata berhadiah Rp 100 juta, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Salah, Purbaya Tawarkan Bantuan Modal Usaha Rp85 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim Menteri Keuangan RI tawarkan bantuan modal usaha sebesar Rp85 juta dengan cara mendaftar langsung dengan menghubungi Purbaya.



    Video tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @purb4ya_ _ (arsip) dengan keterangan nama akun “Menteri Keuangan RI.” Dalam video berdurasi 10 detik tersebut terlihat Purbaya dan beberapa orang di belakangnya tengah berjalan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Bagi yang melihat video ini, berarti Anda berkesempatan mendapatkan modal usaha dari saya sebesar 85 juta rupiah. Segera hubungi saya sekarang untuk daftarkan data diri Anda,” begitu narasi yang diucapkan Purbaya pada video tersebut.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Namun, Tirto menemukan beberapa kejanggalan di mana video yang ditayangkan terlihat tidak proporsional dan gerak bibir yang tidak sesuai. Selain itu, dua orang di belakang Purbaya terlihat memiliki ekspresi wajah yang datar dan pucat.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2985 likes, 1752 komentar, dan 50,9 ribu kali ditonton. Kolom komentar terbagi dua, sebagian memercayai informasi tersebut dan yang lainnya mempertanyakan kebenarannya.

    Lantas, benarkah Purbaya menawarkan bantuan modal usaha sebesar Rp85 juta?

    Baca juga:Anak Buah Purbaya Febrio Nathan Kacaribu Jadi Komisaris BNI

    Periksa Fakta Bantuan 85 Juta Menkeu Purbaya. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 157 pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun: “AKUN PRIBADI PURBAYA YUDHI SADEWA DIKELOLA OLEH STAF PRIBADI.”

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 473,1 ribu pengikut dengan centang biru, dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Bantuan 85 juta dari Purbaya”. Hasil penelusuran di Google mengarah pada laman Instagram @ppid.kemenkeu dan laman PPID Kemenkeu. Kedua laman tersebut menyatakan bahwa video yang beredar terkait pernyataan Purbaya menawarkan bantuan dana modal usaha sebesar Rp85 juta adalah video hoaks deepfake.

    Purbaya tidak pernah memberikan bantuan berbentuk uang langsung kepada masyarakat dengan cara menghubunginya. Akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan Purbaya biasanya meminta pengguna menghubungi melalui Messenger atau membayar sejumlah biaya sebagai syarat, yang merupakan indikasi phishing atau penipuan.

    Adapun bantuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) umumnya dilakukan melalui program pembiayaan UMKM (Ultra Mikro/UMi), hibah, atau beasiswa LPDP. Cara utamanya adalah mengajukan melalui lembaga penyalur resmi (seperti Pegadaian atau PNM untuk UMi), mendaftar via portal resmi Kemenkeu, atau melalui dinas terkait, dengan syarat utama WNI, memiliki NIK/KTP, dan memiliki usaha/izin yang sah.

    Melansir laman resmi Kementerian Keuangan RI, adapun bantuan yang diberikan Kemenkeu yaitu Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menuju kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah yang disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

    Kemenkeu mengimbau agar masyarakat waspada terhadap berbagai penipuan yang mengatasnamakan pejabat/pegawai Kementerian Keuangan. Adapun informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, Sobatkeu dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Purbaya Klaim Sukses Yakinkan World Bank dan S&P soal Fiskal

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa Purbaya menawarkan bantuan modal usaha Rp85 juta bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar terkait pernyataan Purbaya yang mengajak masyarakat agar mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan modal usaha Rp85 juta adalah video hoaks deepfake.

    Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini