Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial YouTube mengeklaim bahwa situasi di Lebanon semakin memanas sehingga Panglima TNI menginstruksikan seluruh prajurit untuk masuk ke bunker sebagai prioritas utama.
Unggahan tersebut juga menyebut bahwa Indonesia telah menarik seluruh pasukan perdamaian dari Lebanon.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Situasi Lebanon memanas: panglima TNI instruksikan seluruh prajurit masuk ke dalam bunker keamanan adalah prioritas utama
Indonesia resmi Tarik seluruh pasukan perdamaian dari Lebanon! Panglima TNI perintahkan semua pasukan evakuasi ke bunker!”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah seluruh pasukan perdamaian TNI ditarik dari Lebanon?
Hoaks! Seluruh pasukan perdamaian TNI ditarik dari Lebanon
Sumber:Tanggal publish: 21/04/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun laporan media kredibel yang menyebutkan bahwa Indonesia menarik seluruh pasukan perdamaian dari Lebanon.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dilansir dari ANTARA, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada keputusan untuk menarik pasukan TNI dari misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Teddy menjelaskan bahwa pemerintah tetap melanjutkan penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut, sambil melakukan evaluasi secara berkala, baik dari sisi internal maupun eksternal.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa masa penugasan pasukan TNI dalam UNIFIL memang dijadwalkan berakhir pada Mei 2026, sehingga seluruh personel akan kembali ke Jakarta sesuai jadwal tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyebut seluruh pasukan perdamaian TNI ditarik dari Lebanon merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Seluruh pasukan perdamaian TNI ditarik dari Lebanon
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dilansir dari ANTARA, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada keputusan untuk menarik pasukan TNI dari misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Teddy menjelaskan bahwa pemerintah tetap melanjutkan penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut, sambil melakukan evaluasi secara berkala, baik dari sisi internal maupun eksternal.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa masa penugasan pasukan TNI dalam UNIFIL memang dijadwalkan berakhir pada Mei 2026, sehingga seluruh personel akan kembali ke Jakarta sesuai jadwal tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyebut seluruh pasukan perdamaian TNI ditarik dari Lebanon merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Seluruh pasukan perdamaian TNI ditarik dari Lebanon
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Hoaks! BMKG sebut musim kemarau 2026 akan jadi kemarau terparah
Sumber:Tanggal publish: 21/04/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan musim kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir.
Unggahan tersebut juga menampilkan foto Kepala BMKG seolah-olah pernyataan tersebut disampaikan langsung olehnya.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BMKG ingatkan kemarau 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir”
Namun, benarkah musim kemarau 2026 akan menjadi yang terparah?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut juga menampilkan foto Kepala BMKG seolah-olah pernyataan tersebut disampaikan langsung olehnya.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BMKG ingatkan kemarau 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir”
Namun, benarkah musim kemarau 2026 akan menjadi yang terparah?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi dari BMKG maupun laporan media kredibel yang menyatakan bahwa musim kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. BMKG melalui kanal resminya justru telah membantah narasi tersebut.
BMKG, dilansir dari ANTARA, memprediksi bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 cenderung berada di bawah normal atau lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis. Artinya, kondisi kemarau diperkirakan lebih kering, tetapi bukan yang paling parah dalam tiga dekade terakhir.
Bahkan, dibandingkan tahun-tahun ekstrem seperti 1997 dan 2015, kondisi kemarau 2026 masih tidak seburuk periode tersebut, meskipun diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun 2023.
Dengan demikian, klaim yang menyebut musim kemarau 2026 sebagai yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: BMKG sebut musim kemarau 2026 akan jadi kemarau terparah
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
BMKG, dilansir dari ANTARA, memprediksi bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 cenderung berada di bawah normal atau lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis. Artinya, kondisi kemarau diperkirakan lebih kering, tetapi bukan yang paling parah dalam tiga dekade terakhir.
Bahkan, dibandingkan tahun-tahun ekstrem seperti 1997 dan 2015, kondisi kemarau 2026 masih tidak seburuk periode tersebut, meskipun diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun 2023.
Dengan demikian, klaim yang menyebut musim kemarau 2026 sebagai yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: BMKG sebut musim kemarau 2026 akan jadi kemarau terparah
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Hoaks! Bahlil denda Rp20 juta bagi yang tidak matikan lampu dan kulkas pada malam hari
Sumber:Tanggal publish: 21/04/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mengenakan denda sebesar Rp20 juta kepada masyarakat yang tidak mematikan kulkas dan lampu pada malam hari.
Unggahan tersebut juga menyertakan foto Bahlil serta narasi yang menegaskan bahwa pernyataan itu serius dan tidak main-main.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Bahlil: Rakyat Indonesia Harus Hemat Listrik Matikan Kulkas dan Lampu Malam Hari Kalau Ga Didenda 20 juta Saya Ga Main Main”
Namun, benarkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia katakan hal tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut juga menyertakan foto Bahlil serta narasi yang menegaskan bahwa pernyataan itu serius dan tidak main-main.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Bahlil: Rakyat Indonesia Harus Hemat Listrik Matikan Kulkas dan Lampu Malam Hari Kalau Ga Didenda 20 juta Saya Ga Main Main”
Namun, benarkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia katakan hal tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi valid maupun pernyataan resmi dari Bahlil Lahadalia yang menyebut adanya kebijakan denda Rp20 juta bagi masyarakat terkait penggunaan listrik di rumah. Konten tersebut merupakan hasil penyuntingan yang menyesatkan.
Faktanya, narasi tersebut identik dengan artikel yang dimuat di Detik pada 30 Maret 2026 berjudul “Bahlil soal Dampak Harga Minyak Naik ke BBM Subsidi: Tunggu Tanggal Mainnya!”.
Artikel itu membahas kenaikan harga minyak dunia dan potensi dampaknya terhadap BBM subsidi, bukan kebijakan denda penggunaan listrik rumah tangga.
Selain itu, pemerintah justru berfokus menjaga stabilitas energi dan memastikan BBM subsidi tetap terjangkau di tengah tekanan global, tanpa mengeluarkan aturan seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, klaim bahwa Bahlil akan mendenda masyarakat sebesar Rp20 juta karena tidak mematikan kulkas dan lampu pada malam hari merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Bahlil denda Rp20 juta bagi warga yang tak matikan kulkas pada malam hari
Klaim: Hoaks
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Faktanya, narasi tersebut identik dengan artikel yang dimuat di Detik pada 30 Maret 2026 berjudul “Bahlil soal Dampak Harga Minyak Naik ke BBM Subsidi: Tunggu Tanggal Mainnya!”.
Artikel itu membahas kenaikan harga minyak dunia dan potensi dampaknya terhadap BBM subsidi, bukan kebijakan denda penggunaan listrik rumah tangga.
Selain itu, pemerintah justru berfokus menjaga stabilitas energi dan memastikan BBM subsidi tetap terjangkau di tengah tekanan global, tanpa mengeluarkan aturan seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, klaim bahwa Bahlil akan mendenda masyarakat sebesar Rp20 juta karena tidak mematikan kulkas dan lampu pada malam hari merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Bahlil denda Rp20 juta bagi warga yang tak matikan kulkas pada malam hari
Klaim: Hoaks
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Hoaks! Prabowo sebut Iran keras kepala tetapi lemah, tidak setara Israel
Sumber:Tanggal publish: 21/04/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto menyebut Iran sebagai negara “keras kepala tetapi lemah” dan tidak setara dengan Israel.
Unggahan tersebut menyertakan narasi yang seolah-olah merupakan kutipan langsung dari pernyataan Prabowo terkait konflik Iran dan Israel.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO SAMPAIKAN: IRAN ITU KERAS KEPALA TAPI LEMAH, SOMBONG TAPI TIDAK KEKUATAN SETARA ISRAEL”
Namun, benarkah Prabowo menyatakan hal tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut menyertakan narasi yang seolah-olah merupakan kutipan langsung dari pernyataan Prabowo terkait konflik Iran dan Israel.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO SAMPAIKAN: IRAN ITU KERAS KEPALA TAPI LEMAH, SOMBONG TAPI TIDAK KEKUATAN SETARA ISRAEL”
Namun, benarkah Prabowo menyatakan hal tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan sumber resmi, rekaman pidato, maupun laporan dari media kredibel yang menyebut bahwa Prabowo pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.
Faktanya, konten yang beredar kemungkinan merupakan potongan yang disalahartikan dari pernyataan Prabowo dalam konteks berbeda.
Dalam salah satu video di YouTube ini, Prabowo menanggapi kritik yang menyebut dirinya keras kepala, bukan membahas Iran sebagaimana narasi yang beredar.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo Subianto mengatakan Iran “keras kepala tetapi lemah dan tidak setara dengan Israel” merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Prabowo sebut Iran keras kepala tetapi lemah, tidak setara Israel
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Faktanya, konten yang beredar kemungkinan merupakan potongan yang disalahartikan dari pernyataan Prabowo dalam konteks berbeda.
Dalam salah satu video di YouTube ini, Prabowo menanggapi kritik yang menyebut dirinya keras kepala, bukan membahas Iran sebagaimana narasi yang beredar.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo Subianto mengatakan Iran “keras kepala tetapi lemah dan tidak setara dengan Israel” merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Prabowo sebut Iran keras kepala tetapi lemah, tidak setara Israel
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 26/8346



