• [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran CPNS POLSUSPAS 2026

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “informasi.polsusp” pada Kamis (9/4/2026), isinya memperlihatkan foto berseragam POLSUSPAS (Polisi Khusus Pemasyarakatan) disertai narasi:

    PENERIMAAN CPNS POLSUSPAS 2026 RESMI DIBUKA .”

    Unggahan disertai takarir:

    PENERIMAAN CPNS POLSUSPAS RESMI DIBUKA TAHUN 2026

    1. LAKI-LAKI & PEREMPUAN

    2. LULUSAN SMA, SMK, S1, S2, SEDERAJAT

    3. USIA MINIMAL 20 SAMPAI 40 TAHUN

    4. SEHAT JASMANI ROHANI & BERKELAKUAN BAIK

    5. PENEMPATAN DAERAH MASING-MASING DOMISILI PESERTA

    DAFTAR SEKARANG

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat tautan pendaftaran di bio akun.

    Hingga Senin (20/4/2026), konten tersebut menuai hampir 120 tanda suka dan dibagikan ulang lebih dari 50 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax menelusuri informasi tentang pembukaan CPNS POLSUSPAS (Polisi Khusus Pemasyarakatan) 2026 melalui laman resmi kemenimipas.go.id. Hasilnya, ditemukan artikel “[HOAKS] Penerimaan CPNS IMIGRASI Tahun 2026”.

    Artikel yang tayang pada Rabu (18/2/2026) tersebut menjelaskan bahwa Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan maupun Direktorat Jenderal Imigrasi belum mengumumkan pendaftaran seleksi CPNS secara nasional untuk tahun anggaran 2026. Selain itu, semua informasi terkait penerimaan pegawai maupun informasi lainnya yang berhubungan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan hanya diterbitkan melalui media dan laman resmi sebagai berikut:

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran CPNS POLSUSPAS 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Prabowo Bagikan Bansos 2026 Lewat Facebook

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Bantuan Masyarakat” pada Kamis (9/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “ASSALAMUALAIKUM SAYA PRABOWO SUBIANTO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SAYA AKAN MEMBERI BANTUAN UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA KHUSUS YANG SUDAH FOLLOW DAN BENAR-BENAR MEMBUTUHKAN BANTUAN SAYA AKAN BERIKAN HARI INI LANGSUNG SILAKAN TEKAN TANDA LOVE DAN PANAH BANTUAN AKAN SEGERA SAYA BERIKAN SEMOGA BISA MERINGANKAN PEREKONOMIAN RAKYAT KU TERCINTA”

    Unggahan disertai takarir:

    “Jawab dengan jujur kalian butuh apa? Biaya Melahirkan : Rp 70jt Biaya Sekolah : Rp 50jt Modal Usaha : Rp 50jt Bayar Hutang : Rp 50jt”

    Per Senin (20/4/2026) konten tersebut telah mendapatkan lebih dari 557 tanda suka, menuai 724 komentar, dan dibagikan ulang 108 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Prabowo bagikan bansos lewat Facebook” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel, antara lain:

    • Artikel turnbackhoax.id “[PENIPUAN] Video Prabowo Bagikan Undangan BLT Kesra Melalui Facebook”, tayang Senin (23/2/2026). Artikel ini menyebut bahwa klaim Presiden Prabowo yang membagikan undangan BLT Kesra melalui Facebook adalah hoaks.

    • Artikel turnbackhoax.id “[PENIPUAN] Pendaftaran Bansos Kemensos Lewat Facebook”, tayang Kamis (9/4/2026). Artikel ini menyebut bahwa klaim Kementerian Sosial (Kemensos) membuka pendaftaran bantuan sosial melalui Facebook adalah hoaks.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Presiden Prabowo bagikan bantuan sosial 2026 lewat Facebook”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2 persen. Unggahan video berisi klaim “Presiden Prabowo bagikan bantuan sosial 2026 lewat Facebook” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Menkeu Purbaya Resmikan Program Bantuan Dana Hibah Arab Saudi

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Lunas Hutang” pada Jumat (3/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “SAYA TELAH MERESMIKAN PROGRAM BANTUAN DANA HIBAH PROGRAM INI BENTUK KERJASAMA KAMI DAN PEMERINTAH ARAB SAUDI DAN PROGRAM INI SEMATA-MATA BERTUJUAN UNTUK MEMBANTU MASYARAKAT INDONESIA YANG SEDANG KESULITAN DENGAN MASALAH EKONOMI.”

    Unggahan disertai takarir:

    JUMAT BERKAH REZEKI lansia

    VIRAL KLARIFIKASI MENTRI KEUANGAN PURBAYA YUDHI SADEWA MENGENAI PROGRAM BANTUAN DANA HIBAH 2026 DARI SAUDI ARABIA”

    Per Senin (20/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.800-an tanda suka, menuai 753 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 68 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Menkeu Purbaya resmikan program bantuan dana hibah Arab Saudi” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram “kemenkeu.prime” milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dalam unggahan yang tayang Kamis (9/4/2026) itu, Kemenkeu mengonfirmasi bahwa klaim Menkeu Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah adalah hoaks.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen. Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya resmikan program bantuan dana hibah Arab Saudi” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "KDM Usulkan Semua Aset Koruptor Dirampas"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Dharma” pada Senin (2/3/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “ORANG KORUPSI MILYARAN DIPENJARA BEBERAPA TAHUN HABIS ITU KELUAR MASIH KAYA RUMAH ADA MOBIL ADA REKENING AMAN MENURUT SAYA ITU TIDAK MASUK AKAL KALAU UANGNYA DARI RAKYAT YA HARUS BALIK KE RAKYAT RAMPAS SEMUA ASETNYA BIAR KAPOK SAYA MAU DENGAR PENDAPAT KALIAN JUGA SETUJU TIDAK ASET KORUPTOR DISITA HABIS JIKA SETUJU BAGIKAN BIAR SUARA INI DIDENGAR OLEH BAPAK PRESIDEN”

    Unggahan disertai takarir:

    “Statmen KDM Rampas aset pejabat koruptor

    Suara KDM untuk presiden Uang rakyat kembali kerakyat”

    Per Senin (20/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 6.400-an tanda suka, menuai 2.900-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 1.100-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,1 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “KDM usulkan semua aset koruptor dirampas” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke berita kpk.go.id “KPK: Pengesahan RUU Perampasan Aset, Percepat Pemulihan Kerugian Keuangan Negara”, tayang Jumat (21/11/2025). Berita ini melaporkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong RUU Perampasan Aset agar segera disahkan. Aturan ini diyakini mampu mempercepat pemulihan kerugian negara tanpa perlu menunggu putusan pidana inkrah, sehingga aset hasil korupsi tidak dialihkan atau dihilangkan.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “KDM usulkan semua aset koruptor dirampas”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,1 persen. Unggahan video berisi klaim “KDM usulkan semua aset koruptor dirampas” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini