• [SALAH] Video "Tentara Iran Masuk Wilayah Darat Israel"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “GerakanRakyar BersamaAnies” pada Sabtu, (11/04/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan tentara Iran yang diduga sudah memasuki wilayah daratan Israel. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Potensi masa depan Tel Aviv dalam setahun ke depan telah menimbulkan kengerian di media Israel. Semoga keadaan mereka semakin memburuk.

    Aamiin 🤲🤲🤲

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 200 kali, mendapat 32 reaksi, menuai 4 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 2 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri keaslian video tersebut dengan memanfaatkan fitur pencarian gambar serupa melalui Google Image Search. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar telah diunggah sebelumnya oleh akun Facebook “Ahmed Sobh” pada Juli 2025, sehingga bukan merupakan peristiwa terbaru. Keterangan dalam unggahan tersebut, yang ditulis dalam bahasa Arab, menjelaskan bahwa kejadian dalam video berlangsung di Provinsi Sweida, wilayah selatan Suriah.

    Penelusuran lebih lanjut melalui pemberitaan media kredibel memperkuat konteks tersebut. Dilaporkan oleh Kompas.com, wilayah Sweida memang mengalami konflik yang melibatkan milisi suku Beduin beserta sekutunya yang berhadapan dengan milisi Druze, kelompok yang mempertahankan wilayah tempat tinggal mereka. Bentrokan tersebut dipicu oleh eskalasi ketegangan yang ditandai dengan aksi saling serang serta insiden penculikan antara kedua kelompok.

    Kesimpulan

    Video tersebut merupakan dokumentasi konflik lokal di Suriah Selatan pada 2025. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “tentara Iran masuk wilayah darat Israel” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ratusan Ribu Pemukim Israel Panik setelah Runtuhnya Negosiasi AS-Iran

    Sumber: X
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun X “@qentrunx” pada Senin, (13/04/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan ratusan ribuan orang diduga merupakan warga Israel yang sedang dalam kondisi panik. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Eksodus ratusan ribu pemukim dari Israel mencerminkan keadaan panik yang nyata setelah runtuhnya negosiasi AS-Iran.


    Semua orang berada dalam ketegangan, dan pemerintah Israel lumpuh karena takut akan konfrontasi besar yang tidak dapat mereka hadapi.

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 136 ribu kali, disukai lebih dari 2 ribu akun, menuai 161 komentar, dibagikan ulang sebanyak 775 kali, dan 105 disimpan.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri keaslian video tersebut dengan memanfaatkan fitur pencarian gambar serupa melalui Google Image Search. Hasil penelusuran mengarah pada unggahan akun TikTok “rey.marques” yang dipublikasikan pada 2024, sehingga menunjukkan bahwa video tersebut bukan peristiwa baru.

    Berdasarkan keterangan dalam unggahan, video tersebut merekam momen kedatangan Paus Fransiskus di Timor Leste pada tahun 2024. Hal ini sejalan dengan pemberitaan detik.com berjudul “Paus Fransiskus Tiba di Timor Leste, Disambut Presiden Ramos Horta” yang tayang Senin (09/09/2024). Dalam berita tersebut menyebutkan bahwa Timor Leste merupakan negara ketiga dalam rangkaian kunjungan Paus selama 12 hari di kawasan Asia-Pasifik. Kedatangannya disambut langsung oleh Presiden José Ramos-Horta di bandara setempat.

    Dalam kunjungan tersebut, Paus Fransiskus yang saat itu berusia 87 tahun menjalani agenda selama tiga hari, termasuk memimpin misa akbar. Menurut informasi dari Vatikan, perayaan misa tersebut dihadiri lebih dari separuh dari total sekitar 1,3 juta penduduk Timor Leste, yang mayoritas merupakan penganut Katolik.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan rekaman lama yang menunjukkan kedatangan Paus Fransiskus di Timor Leste pada tahun 2024, bukan peristiwa terbaru. Oleh karena itu, video tersebut tidak memiliki kaitan dengan konflik yang sedang berlangsung di Israel. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “ratusan ribu pemukim Israel panik setelah runtuhnya negosiasi AS-Iran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "Rudal Israel Hantam Rumah Sakit"

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun TikTok “945120ck1” pada Rabu, 08/04/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan kondisi panik warga saat terjadinya peristiwa kebakaran rumah sakit yang diklaim diakibatkan oleh rudal Israel. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Berita Terviral Hari ini

    Rumah Sakit Iran Di Rudal Israel Hingga Mengakibatkan Pasien Yang Di rawat Di RS tersebut Meninggal Hingga Ribuan Orang..😱😱😱


    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 280 ribu kali, disukai lebih dari 2.800 akun, menuai 188 komentar, dan 296 disimpan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memverifikasi video yang beredar dengan menggunakan fitur pencarian gambar serupa melalui Google Image Search. Hasil penelusuran mengarah pada unggahan akun TikTok “kamelmhenni” yang dipublikasikan pada 21 Februari 2026, sehingga menunjukkan bahwa video tersebut telah beredar sebelumnya.

    Keterangan dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa peristiwa dalam video adalah kebakaran besar yang terjadi di sebuah pabrik pakaian di Kota 6th of October, wilayah Giza, Mesir, pada 19 Februari 2026. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya 25 orang mengalami luka-luka.

    Informasi ini juga diperkuat oleh pemberitaan dari media lokal Mesir yang melaporkan kejadian serupa, sehingga dapat dipastikan bahwa video tersebut berkaitan dengan peristiwa kebakaran pabrik di Mesir, bukan kejadian lain seperti yang diklaim dalam narasi yang beredar.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan rekaman kebakaran pabrik di Mesir pada Februari 2026. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “rudal Israel hantam rumah sakit” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Bantuan Untuk Umat Hindu di Bali

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Bantuan Untuk Agama Hindu” pada Kamis, (09/04/2026) mengunggah informasi [arsip] mengenai dana bantuan untuk umat Hindu di Bali. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    PROGRAM DANA BANTUAN D.A.P AUSTRALIA 

    UNTUK UMAT HINDU DI BALI – INDONESIA

    Om Swastyastu

    Pemerintah melalui program kerjasama internasional membuka

    Dana Bantuan D.A.P dari Australia untuk mendukung:

    Bayar utang

    Tambah Modal/Buka Usaha

    Biaya Pendidikan

    Biaya Pengobatan/kesehatan

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah mendapatkan sebanyak 17 reaksi dan 13 interaksi komentar.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut melalui mesin pencari Google dengan mengacu pada kata kunci terkait bantuan untuk umat Hindu tahun 2026. Hasil penelusuran tidak menemukan informasi resmi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan adanya program bantuan tersebut pada periode 2026.

    Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu memang menyalurkan bantuan sebesar Rp11 miliar kepada umat Hindu di Bali. Program tersebut dilaporkan dalam laman Sekretariat Kabupaten Badung dan merupakan bagian dari kebijakan daerah dalam kerangka Program Sapta Kriya Adicipta, yakni tujuh program unggulan untuk mendorong kesejahteraan dan daya saing masyarakat Badung. Namun, program ini bersifat spesifik, terverifikasi, dan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.

    Di sisi lain, terdapat indikasi kuat bahwa informasi yang beredar merupakan modus penipuan. Unggahan tersebut mengarahkan calon penerima untuk menghubungi “penanggung jawab” melalui WhatsApp, yang merupakan pola umum dalam praktik phishing atau penipuan bantuan. Selain itu, klaim bantuan yang mencatut program DAP (Direct Aid Program) Australia juga telah berulang kali muncul dan dibantah. Salah satunya pernah diulas oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo dalam artikel “[PENIPUAN] Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026” yang terbit pada Februari 2026, dengan pola penipuan yang serupa.

    (lanjutan narasi)

    Nominal Bantuan:

    Rp 300.000.000 – Rp 5.000.000.000

    Syarat & Ketentuan:

    Warga Negara Indonesia (khusus umat Hindu)

    Memiliki identitas lengkap (KTP & KK)

    Beragama Hindu

    INI BUKAN PINJAMAN DAN TIDAK PERLU DI KEMBALIKAN LAGI KARNA BANTUAN INU KHUSUS UNTUK MASYARAKAT HINDU AGAR BISA MEMULAI USAHA AGAR PEREKONOMIAN BISA BERKEMBANG DAN JAUH DARI KATA KEMISKINAN


    Kesimpulan

    Klaim tersebut mencatut program bantuan yang tidak relevan dengan program DAP Australia dan pernah digunakan dalam pola penipuan serupa sebelumnya. Dengan demikian, informasi mengenai “bantuan untuk umat Hindu di Bali” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini