• [SALAH] Dokumentasi "Gencatan Senjata Tipuan, Iran akan Menghapus Israel dari Muka Bumi"

    Sumber: X
    Tanggal publish: 29/05/2026

    Berita

    Pada Rabu (22/04/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “blackrengers” (@blackrenge85717) dengan narasi: 

    “Iran akan menghapus Israel dari muka bumi! Gencatan senjata itu tipuan!! 

    🚀💥💥

    🎥 @AlnsarAllah10”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 4.9 ribu kali, mendapatkan 25 jawaban, di-post ulang 160 kali, dan disukai 670 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa gambar pratinjau (thumbnail) dari video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang membagikan video sebelumnya dengan konteks yang benar. 

    Akun X “OnlyBangers” (@OnlyBangersEth) membagikan video dengan segmen yang mirip pada 10 Mei 2023 lalu. 

    Sumber-sumber lainnya yang mengkoroborasi mendukung adalah akun YouTube “BBC News” (@BBCNews) dengan publikasi hasil liputannya pada 14 Agustus 2015 lalu, dan hasil pencarian Google Videos dengan kata kunci “tianjin explosion 2015” yang selain menampilkan hasil pencarian video yang mirip menampilkan juga video-video lainnya yang relevan dengan peristiwa. 

    Sumber-sumber di atas menjelaskan bahwa video yang dibagikan oleh @blackrenge85717 faktanya adalah video peristiwa ledakan gudang di Tianjin, Tiongkok, pada tahun 2015 lalu, tidak berkaitan dengan konflik Iran dengan Israel saat ini.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan adalah video peristiwa ledakan gudang di Tianjin, Tiongkok, pada tahun 2015 lalu, tidak berkaitan dengan konflik Iran dengan Israel saat ini. Jadi, unggahan yang berisi video dengan klaim mengenai gencatan senjata tipuan oleh Iran terhadap Israel dengan tujuan menghapus Israel dari muka bumi merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Salah, Rudal Iran Hantam Kilang Minyak Israel Saat Idul Adha

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim serangan rudal Iran menghantam kilang minyak Bazan di Haifa, Israel pada hari raya Idul Adha.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Riyatno Beng-beng” (arsip) pada Rabu (27/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan foto kilang minyak yang terbakar dengan kobaran api yang sangat besar.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Berita internasional. Kiriman Rudal IRAN di Hari Raya IDUL ADHA Presisi Menghantam Kilang Minyak Bazan Haifa ISRAEL,” begitu klaim tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (29/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 3 ribu likes, 333 komentar, dan 38 kali dibagikan. Kolom komentar diisi dengan harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Mantap iran sedikit demi sedikit israel lenyap dari palestina alhamdulillah,” begitu salah satu komentar dituliskan dalam unggahan.

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @putriwati907. Unggahan tersebut menampilkan gambar serupa dengan narasi yang berbeda “Israel umumkan status darurat nasional, sekolah, kerja diliburkan kini Iran serang kilang minyak Israel.”

    Lantas, benarkah kilang minyak Bazan milik Israel terkena serangan rudal Iran pada hari Raya Idul Adha?

    Baca juga:Netanyahu Perintahkan Tentara Israel Rebut 70 Persen Jalur Gaza

    Periksa Fakta Rudal Iran Saat Idul Adha. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada YouTube iNews Jabar, sebuah rudal menghantam area kilang minyak di Haifa dan memicu kebakaran besar yang terlihat dari kejauhan pada Senin, 30 Maret 2026.

    Rekaman yang beredar memperlihatkan kobaran api dan asap tebal membumbung tinggi di salah satu fasilitas energi penting tersebut. Insiden ini langsung memicu kekhawatiran soal dampaknya terhadap pasokan energi dan situasi keamanan di kawasan.

    Lebih lanjut, Tirto menemukan beberapa kejanggalan pada foto dimana gambar pada video asli berbeda dengan unggahan yang beredar, bentuk api menjulang tinggi, dan tampak kurang alami, serta struktur bangunan yang kabur. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI). Narasi yang ditulis juga terlihat menimpa gambar biru di bawahnya seolah-olah baru ditambahkan dan menutup narasi asli.

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang digunakan dalam unggahan tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Kilang minyak Israel diserang saat lebaran Idul Adha” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas. Pada laman tersebut, Kompas menyebutkan bahwa kilang minyak Bazan terdampak dua serangan rudal pada Maret 2026, bukan saat Idul Adha 1447 H. Salah satu serangan dikonfirmasi berasal dari Iran.

    Sebagaimana dalam akun Instagram Tirto, memperlihatkan rekaman video detik-detik serangan udara yang diduga berasal dari Iran-Hizbullah terhadap kilang minyak Bazan di Haifa, Israel utara, Senin (30/3/2026) waktu setempat.

    Gumpalan asap pekat terlihat membumbung tinggi dari atas fasilitas penyulingan terbesar di Israel tersebut, sementara kobaran api masih tampak menyala.

    Sebelumnya, Iran juga menyerang pusat kimia Israel di Beersheba, Minggu (29/3) waktu setempat. Serangan ini menyebabkan kebakaran dengan satu orang dilaporkan mengalami luka ringan di lokasi kejadian.

    Dilansir dari Viory, kilang Bazan merupakan salah satu dari dua fasilitas penyulingan minyak yang beroperasi di Israel dan sekaligus menjadi kompleks petrokimia terbesar di negara itu.

    Rudal Iran menyerang kompleks kilang minyak Bazan di Haifa, Israel, sebanyak dua kali pada bulan Maret 2026. Serangan pertama yang terdampak terjadi pada pertengahan bulan, disusul oleh serangan masif berikutnya pada 30 Maret 2026 yang memicu kobaran api besar.

    Dikutip dari Al Jazeera, media Israel melaporkan Kilang Minyak, yang juga dikenal sebagai kilang minyak Bazan, di Haifa dihantam pada hari Senin. Kebakaran terjadi di fasilitas tersebut dan kepulan asap hitam besar terlihat di atas area tersebut.

    Belum jelas apakah kebakaran tersebut disebabkan oleh serangan langsung atau puing-puing yang berjatuhan. Belum jelas juga apakah rudal tersebut ditembakkan dari Iran atau Lebanon. Namun, insiden tersebut telah sepenuhnya ditangani dan tidak ada korban jiwa.

    “The incident has been fully contained. There are no casualties, no hazardous materials risks and no danger to the public,” begitu keterangan Eitan Rifa, seorang komandan pemadam kebakaran dikutip Al Jazeera.

    Bazan Group, perusahaan yang mengelola kilang tersebut, juga mengatakan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa yang mereka gambarkan sebagai serangan rudal di atap tangki distilat.

    Melansir Tempo, Bazan, perusahaan kilang minyak terbesar di Israel, pada Senin malam waktu setempat mengumumkan bahwa seluruh fasilitasnya di Pelabuhan Haifa telah ditutup sepenuhnya akibat kerusakan yang disebabkan oleh serangan rudal Iran.

    Tiga karyawan perusahaan tewas dalam serangan sebelum fajar, yang memicu kebakaran di kompleks strategis tersebut. Rekaman video menunjukkan kobaran api yang terlihat jelas, dan tim pemadam kebakaran masih berjuang untuk memadamkan api, menurut harian Israel Ha'aretz.

    “Akibat kerusakan fasilitas tersebut, pembangkit listrik rusak parah, dan karena itu semua fasilitas kilang dan anak perusahaan ditutup,” begitu keterangan Bazan Group dalam sebuah pernyataan kepada Bursa Efek Tel Aviv, menurut surat kabar Israel The Times of Israel seperti dilansir Anadolu.

    Dengan demikian, sampai saat ini tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim kilang minyak Bazan di Haifa Israel diserang Iran saat hari raya Idul Adha. Namun, kilang minyak Bazan memang pernah diserang pada 30 Maret 2026, jadi informasi tersebut merupakan informasi tidak utuh dan ada keterangan waktu yang dihilangkan.

    Baca juga:Harga Minyak Dunia Turun Tipis saat AS-Iran Hampir Sepakat Damai

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim rudal Iran menghantam kilang minyak Bazan di Haifa, Israel pada hari raya Idul Adha adalah informasi yang tidak utuh dan perlu diluruskan (missing context).

    Rudal Iran memang menyerang kompleks kilang minyak Bazan di Haifa, Israel, sebanyak dua kali pada Maret 2026 yang memicu kobaran api besar. Namun, sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim Iran menyerang kilang minyak Bazan di Haifa, Israel pada hari raya Idul Adha.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pemerintah Kota Tangerang Selatan Siap Legalkan Miras

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 29/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Instagram “cupangslayer69” pada Rabu (20/5/2026). Unggahan beserta narasi :

    “KEBIJAKAN BERANI!

    TANGSEL AKAN

    MELEGALKAN MINUMAN KERAS!

    DEMI PENINGKATAN PAD

    PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN SIAPKAN REGULASI UNTUK LEGALISASI MIRAS

    SUMBER PENDAPATAN BARU UNTUK DONGKRAK PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

    IKUTI TREND KOTA LAIN, TANGSEL SIAP JADI KOTA YANG LEBIH MAJU!

    SATU LANGKAH BERANI HARI INI, UNTUK PAD YANG LEBIH TINGGI BESOK”

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Pemerintah Kota Tangerang Selatan siap legalkan miras” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan tangerangdaily.id “Satpol PP Tangsel Sita Ribuan Botol Miras dalam Operasi Gabungan di Serpong” yang tayang pada Selasa (19/5/2026).

    Dalam pemberitaan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan justru melakukan operasi penegakan peraturan daerah di wilayah Kecamatan Serpong. Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Dahlan, menyebut petugas menyita sebanyak 1.561 botol minuman beralkohol dari berbagai merek dan jenis yang diduga dijual tanpa izin atau melanggar ketentuan yang berlaku. Ribuan botol miras tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.

    Sementara itu, dilansir dari berita tangerangselatankota.go.id, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memusnahkan 13.970 botol minuman keras ilegal hasil penindakan sejak awal 2025 hingga November. Pemusnahan dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Ia juga menegaskan bahwa minuman beralkohol dilarang di wilayah Tangerang Selatan sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan melegalkan minuman keras demi meningkatkan PAD. Pemerintah Kota Tangerang Selatan justru melakukan penertiban, penyitaan, dan pemusnahan minuman keras ilegal, bukan melegalkan peredarannya.

    Kesimpulan

    Faktanya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan justru melakukan penertiban, penyitaan, dan pemusnahan minuman keras ilegal, bukan melegalkan peredarannya. Unggahan dengan klaim “Pemerintah Kota Tangerang Selatan siap legalkan miras” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ratusan Purnawirawan Duduki MPR RI, Desak Percepat Pemakzulan Gibran

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 29/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Murshid 2” pada Senin (11/5/2026). Unggahan beserta narasi :

    “BREAKING NEWS

    398 PURNAWIRAWAN

    DUDUKI MPR RI

    DESAK PERCEPAT PEMAKZULAN GIBRAN

    NYATAKAN PRABOWO TAK PERCAYA LAGI GIBRAN?”

    Hingga Jumat (29/5/2026) unggahan telah mendapatkan 2.400 tanda suka, 608 komentar dan telah dibagikan ulang 70 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “purnawirawan duduki MPR RI desak pemakzulan Gibran” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan informasi resmi, antara lain : 

    • Berita kompas.com “Bagaimana Sikap MPR Terkait Surat Pemakzulan Gibran?” yang tayang pada Jumat (6/6/2025). Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa MPR RI masih menunggu proses dan mekanisme konstitusional terkait surat pemakzulan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyebut usulan tersebut harus melalui proses konstitusional yang panjang, dimulai dari pembahasan di DPR RI, dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi, lalu kembali ke DPR sebelum dapat dibahas di MPR RI. Tidak disebutkan adanya aksi ratusan purnawirawan menduduki gedung MPR RI. 

    • Berita kompas.com “PDIP soal Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran: Bentuk Perhatian” yang tayang pada Minggu (27/7/2025). Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Forum Purnawirawan Prajurit TNI memang mengirim surat kepada DPR dan MPR RI untuk mengusulkan pemakzulan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka melalui mekanisme konstitusional sesuai Pasal 7A UUD 1945. Dalam artikel tersebut juga dijelaskan bahwa proses pemakzulan harus melalui rapat paripurna DPR dan pemeriksaan Mahkamah Konstitusi. Namun, tidak ada informasi mengenai aksi ratusan purnawirawan menduduki gedung MPR RI.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim “ratusan purnawirawan duduki MPR RI, desak percepat pemakzulan Gibran”.

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan dengan klaim “ratusan purnawirawan duduki MPR RI, desak percepat pemakzulan Gibran” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini