• Keliru, Anies Baswedan Tawarkan Kuota Haji Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta pada periode 2017–2022, menawarkan kuota haji gratis dan bantuan tunai. Dalam unggahan disebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui nomor WhatsApp pribadinya.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “H. Anies Baswedan, SE” (arsip) pada Sabtu (11/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan dua cuplikan video, yaitu gambar Anies di sebelah kiri dan suasana jamaah haji di sebelah kanan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Panggilan Allah tidak pernah salah alamat. Kesempatan emas bagi Bapak Ibu yang memiliki kerinduan mendalam untuk bersujud di depan Ka'bah, namun terhalang biaya. Kami membuka kuota haji secara gratis sebagai wujud syukur dan ikhtiar membantu sesama umat muslim. Semoga ini menjadi jalan pembuka bagi doa-doa yang selama ini dipanjatkan di sujud malam. Silakan untuk mendaftarkan diri dengan menghubungi WhatsApp saya. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan. Ini bukan rekayasa. Saya siap bertanggung jawab, atau kalau tidak mau bisa diganti dengan bantuan tunai. Mungkin ini saja salam akal sehat saya Anies Baswedan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Begitu narasi yang diucapkan Anies dalam unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Namun, ditemukan keterangan tertulis dalam video dan caption yang ditulis pengunggah. Dalam gambar video dituliskan “RI 1 2029 H. Anies Rasyid Baswedan, bantuan kuota haji gratis.” Adapun yang tertulis dalam caption: “🔥Tunjangan dana bantuan modal usaha 🔥
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Program resmi dan berizin real juga amanah. Pencairan langsung diproses. Langsung menghubungi (WhatsApp) untuk keterangan lebih lanjut.”

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 45 likes, 13 komentar, 1 kali dibagikan, dan 1,8 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:348 Petugas Haji Berangkat Hari Ini, Kemenhaj: Jaga Wajah Negara

    Periksa Fakta Kuota Haji Gratis Anies. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut menggunakan foto profil dengan gambar Anies Baswedan, hanya memiliki 7 pengikut, dan sering membagikan unggahan yang menawarkan bantuan uang. Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukan akun resmi Anies. Adapun akun resmi milik Anies bernama “Anies Baswedan” dengan 2,4 juta pengikut dan centang biru.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya mengarah pada laman YouTube “Anies Baswedan” yang menunjukkan video identik dengan unggahan yang beredar.

    Dalam video asli tersebut, Anies menyampaikan terkait ajakan kumpul akbar di JIS, Sabtu, 10 Februari 2024 dan tidak mengatakan terkait bantuan kuota haji ataupun bantuan lainnya.

    “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya menerima banyak kabar dan banyak sekali pesan yang masuk terkait acara Digis pada hari Sabtu 10 Februari ini,” begitu narasi yang disampaikan Anies pada video asli.

    Acara tersebut merupakan kampanye terakhir pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    Kemudian, Tirto menonton video yang diunggah di Facebook dari awal hingga akhir. Tirto menemukan kejanggalan pada audio yang diklaim sebagai suara Anies. Suara Anies cenderung datar layaknya robot, dengan intonasi dan gestur yang tidak alami, minim penekanan emosi, serta ritme bicara yang terlalu konsisten.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi, yakni 98 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Anies Baswedan.

    Senada dengan hal tersebut, Kompas melaporkan bahwa video Anies menawarkan bantuan berupa kuota haji gratis merupakan konten hasil manipulasi. Suara Anies dalam video terdeteksi dihasilkan oleh AI.

    Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim Anies menawarkan kuota haji gratis dan bantuan tunai dengan cara mendaftar melalui nomor WhatsApp adalah tidak benar dan terindikasi sebagai penipuan.

    Baca juga:Polri Bentuk Satgas Haji 2026, Cegah Penipuan dan Dokumen Palsu

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Anies menawarkan kuota haji gratis dan bantuan tunai resmi dengan mendaftar melalui nomor WhatsApp pribadinya adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Anies, melainkan dibuat menggunakan AI.

    Video asli tersebut merupakan kampanye pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Anies menyampaikan ajakan kumpul akbar di JIS pada Sabtu, 10 Februari 2024, dan tidak mengatakan terkait bantuan kuota haji ataupun bantuan lainnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Purbaya: Indonesia Berpotensi Krisis Moneter

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun Instagram “iswanto9970” pada Minggu (14/3/2026) yang memuat narasi :

    “PURBAYA.

    INDONESIA BERPOTENSI MENGALAMI KRISIS MONETER.

    PENDAPAΤΑΝ ΑΡΒN SUDAH TIDAK ADA, ANGGARAN HANYA DIDAPAT DARI HUTANG SEMUA.”

    Hingga Jumat (17/4/2026) unggahan telah mendapatkan 36 tanda suka dan 25 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukan kata kunci “pernyataan Purbaya Indonesia berpotensi krisis moneter” ke kolom pencarian Google. Namun tidak dapat ditemukan pemberitaan kredibel sesuai narasi tersebut.

    Berdasarkan hasil pencarian di Google, justru ditemukan beberapa artikel yang membantah tentang hal tersebut, diantaranya:

    • Artikel kompas.com “[HOAKS] Purbaya Sebut Indonesia Berpotensi Krisis pada 2030” yang tayang Rabu (17/3/2026).

    • Artikel tirto.id “Keliru, Purbaya Sebut Indonesia Terancam Bangkrut pada 2030” yang tayang Rabu (17/3/2025).

    Kedua artikel tersebut sama-sama menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya pernyataan Purbaya mengenai Indonesia akan krisis moneter. Selain itu, klaim tersebut juga dibantah oleh dua akun Instagram resmi Kementerian Keuangan yakni akun kemenkeu.prime dan ppid.kemenkeu.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pernyataan dari Menteri Purbaya tentang krisis moneter Indonesia. Unggahan tentang klaim “pernyataan Purbaya tentang Indonesia berpotensi krisis moneter” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Misil Israel Hantam Mekkah, Tewaskan Puluhan WNI yang Beribadah Haji”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Sukmana Wijaya” pada Rabu (8/4/2026) berisi narasi:

    “sungguh mengerikan sekali bom israel menyasar ke tempat suci mekah 

    puluhan orang dari Indonesia yang naik haji meninggal di tempat”

    Hingga Jumat (17/4/2026) unggahan ini telah ditonton sebanyak 844 tanda suka, 289 komentar, dan dibagikan 82 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar memperlihatkan dua misil yang meledak di sebuah kota. Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang pria berteriak “awas” secara histeris, disusul teriakan orang lain di sekitarnya.

    Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax) kemudian menelusuri sumber asli video dengan memanfaatkan Google Lens. Hasil penelusuran menemukan sejumlah video serupa yang diunggah pada Maret 2026, salah satunya oleh akun YouTube “Metro Morning Digital News” pada Senin (16/3/2026).

    Dalam video yang diunggah akun tersebut, tidak terdengar teriakan berbahasa Indonesia saat misil menghantam daratan. Hal ini menunjukkan bahwa video yang beredar di Facebook telah mengalami penyuntingan. Selain itu, berdasarkan keterangan pada deskripsi video, peristiwa tersebut merupakan serangan terhadap Ibu Kota Iran, bukan serangan ke Mekkah.

    Lebih lanjut, perlu diluruskan bahwa berdasarkan informasi dari muhammadiyah.or.id, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ihsan Marsa, menyampaikan bahwa ibadah haji tahun 2026 baru akan dimulai pada 21 April.

    Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa video yang beredar di Facebook bukan merupakan serangan misil yang menyasar Kota Mekkah maupun yang menewaskan jemaah haji Indonesia.

    Kesimpulan

    Serangan tersebut merupakan serangan di Kota Teheran, Iran, bukan di Mekkah, selain itu ibadah haji belum dimulai ketika serangan tersebut terjadi. Unggahan berisi klaim “puluhan jamaah haji Indonesia tewas akibat serangan misil di Mekkah” konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Indonesia Deklarasikan Perang dengan Israel saat Rapat PBB

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun YouTube “Kajian Online” pada Sabtu (4/4/2026) yang memuat narasi :

    “INDONESIA RESMI DEKLARASIKAN PERANG KE ISRAEL! SEISI RUANG RAPAT PBB RIUH! RI GABUNG KUBU IRAN!”

    Hingga Jumat (17/4/2026) unggahan telah mendapatkan 2.700 tanda suka, 1.690 komentar dan telah ditonton sebanyak 150 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 13 menit tersebut untuk memastikan kebenarannya. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut hanya berisi pernyataan resmi Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Selasa (31/3/2026).

    Pernyataan tersebut bukan merupakan deklarasi perang, melainkan langkah diplomatik Indonesia untuk mengecam serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai lima lainnya yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Dalam pernyataannya, Umar Hadi juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Dewan Keamanan PBB terkait pertanggungjawaban serta jaminan perlindungan hukum bagi pasukan perdamaian.

    Secara keseluruhan, tidak ada satu kalimat yang diucapkan Umar Hadi yang merujuk pada deklarasi perang Indonesia kepada Israel.

    Kesimpulan

    Faktanya perwakilan RI untuk PBB, Umar Hadi, hanya memberikan kecaman kepada pelaku penyerangan pasukan perdamaian PBB di Lebanon, bukan deklarasi perang. Unggahan tentang klaim “Indonesia deklarasikan perang lawan Israel di sidang PBB” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini