• [SALAH] Malaysia Dilanda Bencana Kelaparan

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada Selasa (19/5/2026) berisi narasi:

    “RAJA MALAYSIA PANIK 60% RAKYATNYA KELAPARAN! SULTAN IBRAHIM DATANG LANGSUNG KE RI UNTUK MINTA BERAS!”

    Hingga Senin (25/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 220 tanda suka, menuai 161 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 5 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menyimak video berdurasi 14 menit 02 detik tersebut dari awal hingga akhir. Isi video hanya membahas Malaysia berencana mengimpor 500 ribu ton beras dari Indonesia.

    Melansir dari media berita Malaysia, buletintv3.my “Perubahan cuaca, masalah infrastruktur punca pengeluaran padi negara menurun” yang terbit Kamis (12/2/2026), menjelaskan bahwa memang saat ini cadangan beras Malaysia mengalami penurunan akibat cuaca serta infrastruktur. Hal tersebut menjadi salah satu faktor kenapa Malaysia berencana untuk mengimpor 500 ribu ton beras dari Indonesia.

    Meskipun cadangan beras Malaysia sedang menurun, tidak langsung menjadikan rakyat Malaysia sedang menghadapi krisis kelaparan massal. 

    Kesimpulan

    Malaysia ingin mengimpor 500 ribu ton beras karena memang kekurangan cadangan beras akibat cuaca buruk, namun hal ini bukan berarti Malaysia dilanda kelaparan. Unggahan berisi klaim “Malaysia dilanda bencana kelaparan” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Kemenag Tuding Amien Rais Provokator Bangsa

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] pada Selasa (5/5/2026) dari akun Facebook “Nexs Times” berisi narasi:

    KEMENAG menuding Amin rais Adalah propokator Bangsa ,yang bisa merusak tatanan demokrasi.

    KEMENAG juga menegaskan"Kalau mau mencati jabatan tidak usah berdalih menjatuhkan lawan,itu salah satu perbuatan yang hina.

    Hingga Senin (25/5/2026), unggahan tersebut mendapat 3.500-an tanda suka, 3.500-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 90 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Kemenag tuding Amien Rais provokator bangsa” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, seperti:

    • rmol.id “Sebut Amien Rais "Provokator Bangsa", AMM Sumbar Desak Feri Amsari Minta Maaf” yang tayang Mei 2019. Berita ini melaporkan bahwa Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sumatra Barat mendesak Feri Amsari selaku Direktur Pusat Kajian Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas untuk meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut Amien Rais sebagai provokator bangsa. Pernyataan tersebut dinilai mengganggu mereka sebagai Kader Muhammadiyah dan menimbulkan kegaduhan di internal Muhammadiyah.
    • antaranews.com “PAN: jangan provokasi Amien Rais demi agenda politik pribadi” yang tayang Maret 2020. Berita ini melaporkan bahwa politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi meminta kader yang tidak masuk kepengurusan baru agar berhenti menghasut Amien Rais untuk mendirikan "PAN Reformasi" demi kepentingan politik pribadi.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Kemenag tuding Amien Rais provokator bangsa”.

    Untuk diketahui, tudingan ini bermula dari viralnya pernyataan Amien Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dilansir dari detik.com, pernyataan Amien Rais menyinggung tuduhan perilaku menyimpang dan hubungan yang dinilai tidak profesional antara Teddy dan Prabowo.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan bukti kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Kemenag tuding Amien Rais provokator bangsa” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Zulhas Minta Tambah Anggaran Koperasi Desa Rp60 T dari APBN

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “bummu.ayyas” pada Jumat (8/5/2026), isinya memperlihatkan dua foto Ketua Satgas Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan (Zulhas) sedang melakukan konferensi pers dan bersalaman dengan sejumlah orang.
    Unggahan disertai narasi:
    “ZULKIFLI mintak tambahan anggaran KOPDES sebesar 60,57 Triliun Dari APBN ,pemerintah usulkan kenaikan pajak 12%”
    Hingga Senin (25/5/2026), konten itu mendapat hampir 30 tanda suka dan belasan komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Zulkifli Hasan minta tambahan anggaran Koperasi Desa Rp60 triliun dari APBN”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.
    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax)melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari akun Instagram “
    Zulkifli Hasan” dan kanal berbagi video dailymotion KompasTv.

    Diketahui, konteks asli dokumentasi pertama adalah silaturahmi dan buka puasa bersama Presiden Prabowo, para Menteri Kabinet Merah Putih, para ulama, serta tokoh masyarakat Islam pada Kamis (5/3/2026). Foto kedua merupakan dokumentasi konferensi pers  Zulhas di kantor Kementerian Koordinator Pangan (Kemenko Pangan) Jakarta, Senin (4/5/2026). Zulhas  dalam kesempatan tersebut memaparkan perkembangan seleksi pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), bukan membahas permintaan tambahan anggaran.

    Sebagai informasi, berdasarkan laporan tirto.id “Perkuat Koperasi Desa, Zulhas Usul Tambahan Anggaran Rp272 M” yang tayang Senin (7/7/2025), Zulhas meminta tambahan anggaran Rp272 miliar untuk Kemenko Pangan tahun 2026, dari Rp137 miliar menjadi Rp410 miliar. Tambahan anggaran ini diperlukan mengingat proses pendirian dan operasionalisasi KDKMP memerlukan pemantauan langsung di lapangan.

    Untuk diketahui, KDKMP merupakan koperasi serba usaha yang dibentuk di tingkat desa atau kelurahan. Koperasi ini menyediakan bahan pokok, layanan simpan pinjam, distribusi hasil pertanian, hingga akses kesehatan dan logistik. 

    Kesimpulan

    Faktanya, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta tambahan anggaran Rp272 miliar untuk Kemenko Pangan. Tambahan anggaran diperlukan mengingat proses pendirian dan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memerlukan pemantauan langsung di lapangan. Jadi, unggahan foto berisi klaim “Zulhas minta tambahan anggaran Koperasi Desa Rp60 triliun dari APBN” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Peringatan ke Warga untuk Meninggalkan Tel Aviv

    Sumber: X
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Pada Senin (20/04/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “blackrengers” (@blackrenge85717) dengan narasi: 

    “Berita Terkini🚨 Genderang perang kembali berdentuman, Kami tidak akan meninggalkan Lebanon. Dunia harus melihat apa yang akan kami lakukan pada malam yang penuh berkah ini. Peringatan mendesak, Seluruh warga diperingatkan untuk segera meninggalkan Tel Aviv.
    🎥 @QMAAsif”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 10.8 ribu kali, mendapatkan 2 jawaban, di-post ulang 76 kali, dan disukai 274 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa gambar pratinjau (thumbnail) dari video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang membagikan video sebelumnya dengan konteks yang benar. 

    Akun X “Ragıp Soylu” (@ragipsoylu), kepala biro perusahaan media dan berita “Middle East Eye” (x.com/MiddleEastEye), membagikan ulang video dengan segmen yang mirip dengan yang dibagikan oleh @blackrenge85717 pada 4 Agustus 2020 lalu. 

    Sumber-sumber lainnya yang mengkoroborasi mendukung sumber di atas adalah situs “Reuters Graphics” (reuters.com) yang menampilkan foto yang cocok di sebuah artikel yang tayang pada 5 Agustus 2020, dan akun YouTube “Stones of Beirut” (@stonesofbeirut2422) yang membagikan video dengan segmen yang cocok pada 30 Juli 2021.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang disebarkan adalah video ledakan di pelabuhan Beirut pada tahun 2020 lalu, tidak berkaitan dengan Tel Aviv dan situasi konflik Israel dengan Libanon dan Iran saat ini. Jadi, unggahan yang berisi video dengan klaim yang memperingatkan warga untuk meninggalkan Tel Aviv situasi konflik Israel dengan Libanon dan Iran merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini