• [SALAH] Israel Akui Kalah atas Iran, Bakal Ganti Biaya Perang

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “beby.beby323” pada Senin (6/4/2026) yang memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang berpidato.

    Unggahan disertai narasi:

    Israel Mengakui Kekalahan Atas Iran dan berjanji tidak akan menjajah Palestina, serta akan mengganti biaya perang Iran.

    Hingga Selasa (14/4/2026), konten itu mendapat lebih dari 2.600-an tanda suka, 200-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang hampir 500 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dari akun Instagram “officialinewstv” yang tayang pada Juni 2025.

    Diketahui, konteks asli dokumentasi adalah momen Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  pada Selasa (24/6/2025) mengumumkan bahwa Israel sepakat gencatan senjata dengan Iran. Tidak ditemukan narasi Israel mengaku kalah atas Iran dan akan mengganti biaya perang.

    Dilansir dari laporan detik.com, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS-Israel sejak akhir Februari 2026. Hingga saat ini, berdasarkan pemberitaan bbc.com, perundingan damai pada Sabtu (11/4/2026) gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

    Kesimpulan

    Konteks asli dokumentasi adalah momen Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (24/6/2025) mengumumkan Israel sepakat gencatan senjata dengan Iran. Jadi, unggahan video berisi klaim “Israel akui kalah atas Iran, bakal ganti biaya perang” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Astronot Artemis di Permukaan Bulan”

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “angkasa.com26” pada Selasa (7/4/2026), isinya memperlihatkan seorang astronot yang berada di permukaan bulan.

    Unggahan disertai narasi: 

    “artemis menjelajahi bulan”

    Hingga Selasa (14/4/2026), konten itu mendapat 30.000 tanda suka, sekitar 6.200-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 14.700-an kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Artemis II menginjakan kaki di bulan”. Hasilnya, ditemukan pemberitaan dari laman fox35orando.com “Why Artemis II astronauts didn't land on the moon”.

    Pemberitaan yang tayang pada Selasa (7/4/2026) tersebut menjelaskan bahwa misi Artemis II adalah mengelilingi bulan dan tidak mendarat di sana.

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “angkasa.com26”. Hal itu terlihat dari berubahnya bentuk permukaan, serta adanya barang yang langsung jatuh ketika di bulan (seolah terdapat gaya gravitasi).

    TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, Hive Moderation Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 91,1 persen.

    Dilansir dari laman nasa.gov, misi Artemis II dimulai dengan peluncuran roket SLS (Space Launch System) NASA pada 1 April 2026 pukul 18.35 dari Landasan Peluncuran 39B di Kennedy Space Center di Florida.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 91,1 persen. Jadi, unggahan video berisi klaim "astronot Artemis menjelajahi bulan” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Dirjen Bimas Islam Kemenag Umumkan Hibah dari Arab Saudi untuk 500 Orang

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima. Informasi diunggah salah satu akun di Facebook pada 4 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Bagi Masyarakat Agama Muslim Yang Belum Menerima Bantuan Dana Hibah Segera Daftar Sekarang Sebelum Terlambat, Karena Bantuan Ini Untuk Periode Tahun 2026 Akan Segera Di Tutup.Terima Kasih.🙏🙏🙏👏👏👏"
    Turut menyertakan video berita dari Kompas TV, dengan narasi sebagai berikut:
    "Berita viral, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad memberikan klarifikasi dan angkat bicara terkait isu bantuan dana hibah dari Arab Saudi, dalam pernyataannya beliau menyampaikan penjelasan secara terbuka untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat, berikut penjelasan lengkapnya.
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Abu Rokhmad Direktur Jenderal Pendidikan Islam ingin menyampaikan bahwa telah tersedia bantuan dana hibah dari pemerintah Arab Saudi untuk umat Islam di Indonesia.
    Program ini khusus bagi 500 orang penerima, bagi yang ingin mendapatkan bantuan silakan daftarkan diri anda sekarang"
    Terdapat menu kirim pesan dalam postingan.
    Lalu benarkah klaim video Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad  menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama @bimasislam.
    Dalam unggahannya, Ditjen Bimas Islam meminta masyarakat hati-hari terhadap informasi hoaks dan penipuan yang mengatasnamakan pihaknya.
    "Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa informasi tentang program bantuan hibah dari Kerajaan Arab Saudi adalah hoaks. Informasi tersebut mencatut nama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Abu Rokhmad oleh pihak tidak bertanggung jawab.
    Minbi ingetin ya, yuk lebih bijak dalam menerima dan mengolah informasi agar kita tidak mudah terkecoh???," demikian tulis Bimas Islam yang dikutip pada Selasa 14 April 2026.
    Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.  
    Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa 89,4 persen suara dihasilkan oleh AI. Video mengandung deepfake 3,4 persen.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk 500 penerima merupakan hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Tautan Pendaftaran Petugas Haji 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran petugas haji 2026 yang digelar Kementerian Haji (Kemenhaj). Informasi diunggah salah satu akun di Facebook pada 13 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "KEMENTERIAN HAJI INDONESIA
    MEMBUKA PENDAFTARAN PETUGAS HAJI TAHUN 2026 /M/1447 H
    Persyaratan Umum :
    1.Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Beragama Islam
    3. Sehat jasmani dah rohani
    4.Tidak dalam keadaan hamil
    5. Berkomitmen dalam pelayanan jemaah
    6. Mampu mengoperasikan aplikasi pelaporan berbasis Android/ios
    7. Memiliki integritas, kredibilitas, dan rekam jejak yang baik
    UNTUK INFO PENDAFTARAN SILAHKAN KLIK LINK https://hx1.segera-daftar.click
    #hajiindonesia #promomakanharian #haji2026ilyassofwan #lokerterbaru"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran petugas haji 2026 yang digelar Kemenhaj? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran petugas haji 2026 yang digelar Kemenhaj. Penelusuran mengarah pada pernyataan resmi Kementerian Haji dan Umrah melalui akun Instagram @Kemenhaj pada Sabtu 22 November 2025.
    Dalam pernyataannya, Kemenhaj resmi membuka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) atau petugas haji tingkat daerah (Kabupaten/Kota dan Provinsi) tahun 1447 Hijriah/2026. Pendaftarannya dibuka pada 22-28 November 2025.
    Link pendaftarannya adalah petugas.haji.go.id
    Seluruh proses pendaftaran dan seleksi telah selesai digelar. Petugas haji telah mengikuti Diklat PPIH 2026 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta selama 20 hari dari 10 hingga 30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan secara daring pada awal Februari hingga 9 Februari 2026.
    Usai mengikuti diklat, 1.636 petugas haji kemudian dikukuhkan oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf.
    Sementara itu, keberangkatan jemaah haji gelombang I akan dimulai 22 April 2026 menuju Madinah Al-Munawwarah.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran petugas haji 2026 yang digelar Kemenhaj, tidaklah benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini