• [SALAH] Video “Asrama Mahasiswa Papua di Jogja Diserang Orang Tidak Dikenal”

    Sumber: instagram
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Instagram “suaraakarrumputt” pada Minggu (5/4/2026) berisi narasi: 

    Malam mencekam di Jogja, Asrama Papua Kamasan tiba-tiba diserang OTK

    Hingga Selasa  (14/4/2026) unggahan tersebut telah ditonton 461.000-an kali, mendapatkan 10.600-an tanda suka, 490-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 2.720 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “asrama mahasiswa papua di kamasan jogja diserang orang tidak dikenal” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, beberapa di antaranya adalah reportase detik.comPolisi Pastikan Video Bernarasi Asrama Papua Diserang Hoax!” dan kompas.com “Viral Unggahan Asrama Papua di Yogyakarta Diserang OTK, Ini Penjelasan Polisi”, keduanya tayang pada Senin (6/4/2026).

    Dari pemberitaan tersebut diketahui bahwa Polresta Yogyakarta telah membantah informasi adanya penyerangan Asrama Papua di Yogyakarta tersebut. Diketahui, konteks asli dari video itu adalah dokumentasi keributan di depan asrama mahasiswa Papua yang terjadi antara penjual kopi dan empat orang tak dikenal.

    Kesimpulan

    Polresta Yogyakarta menegaskan video tersebut merupakan dokumentasi keributan di depan asrama mahasiswa Papua yang terjadi antara penjual kopi dan empat orang tak dikenal. Jadi, unggahan video berisi klaim “asrama mahasiswa Papua di Jogja diserang orang tidak dikenal” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rekaman Wawancara Pilot AS yang Ditangkap di Iran

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita

    Akun TikTok “domainrakyat.com” pada Senin, (06/04/2026) mengunggah video [arsip] yang diklaim merupakan wawancara pilot AS yang ditangkap di Iran pada insiden yang terjadi di timur tengah saat ini. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Iran tembak jatuh pesawat tempur canggih AS F15E Strike Eagle. Sang pilot kini di bawah penahanan Iran.

    Sebelumnya, AS telah mengkonfirmasi jatuhnya pesawat tempur seharga 1,5 Triliun ini akibat tembakan sistem pertahanan udara Iran.

    Pilot jatuh di Tanah Iran, dan pemerintah Iran telah menawarkan 30.000 dolar kepada siapapun yang bisa menemukan pilot tersebut.

    Info disisi lain, pilot tertangkap oleh IRGC, AS masih belum bisa menemukan pilot yang jatuh. 3 pesawat pencarian pilot di lokasi jatuhnya pesawat ini juga ditembak oleh tentara Iran.

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 600 ribu kali, mendapatkan 24 ribu suka, 397 interaksi komentar, 1.996 disimpan dan dibagikan ulang sebanyak 912 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah pada unggahan akun Instagram “apt_news”, yang menunjukkan bahwa video tersebut telah beredar sebelumnya dengan konteks berbeda, yakni terkait Perang Teluk.

    Diketahui, sosok dalam video adalah Kolonel David William Eberly yang ditangkap oleh pasukan Irak saat Operasi Badai Gurun, bukan oleh Iran dalam peristiwa terbaru. Informasi ini diperkuat oleh unggahan di akun YouTube HOCFoundation yang menampilkan wawancara Eberly bersama istrinya saat membahas peristiwa penangkapan tersebut.

    Sementara itu, terkait insiden 3 April 2026 sebagaimana diberitakan oleh Bangkok Post, meskipun Iran dilaporkan menembak jatuh jet tempur Amerika Serikat, kedua kru disebut berhasil diselamatkan dan identitas mereka belum diumumkan ke publik.

    Kesimpulan

    Video tersebut merupakan rekaman lama yang berkaitan dengan Perang Teluk dan menampilkan David William Eberly yang ditangkap oleh pasukan Irak. Sementara itu, insiden pada 3 April 2026 sebagaimana diberitakan oleh Bangkok Post tidak menyebut adanya pilot yang ditangkap Iran. Dengan demikian, informasi dengan klaim “rekaman wawancara pilot AS yang ditangkap di Iran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Video Mahfud Md Umumkan Bantuan Modal Usaha Rp 100 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengumumkan dana bantuan untuk modal usaha sebesar Rp 100 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 4 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "𝐀𝐬𝐬𝐚𝐥𝐚𝐦𝐮𝐚𝐥𝐚𝐢𝐤𝐮𝐦"
    🎉SELAMAT UNTUK BAPAK/IBU YG TELAH MENEMUKAN POSTINGAN SAYA 🎇🎆🎆
    🎀 KAMU BERHAK MENERIMA DANA BANTUAN DARI SAYA MAHFUD MD SEBESAR Rp. 100.000.000💶.SESUAI JANJI SAYA AKAN BANTU📲📲"
    Postingan menyertakan foto Mahfud Md dan audio yang berisi narasi sebagai berikut: 
    "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
    selamat kepada bapak ibu yang melihat postingan ini, ibu bapak berhak mendapatkan dana bantuan dari saya untuk modal usaha silakan tinggalkan nomor WhatsApp nya untuk saya hubungi"
    Terdapat menu kirim pesan dalam postingan tersebut. 
    Lalu benarkah klaim video Mahfud Md mengumumkan dana bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Mahfud Md mengumumkan dana bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.  
    Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa 11,1 persen video dihasilkan AI, kemudian 89,1 persen suara juga dihasilkan oleh AI. Video mengandung deepfake 79,6 persen.
     
     
    Penelusuran pun dilakukan dengan google image. Hasilnya ditemukan bahwa klaim identik dengan foto yang telah lama beredar salah satunya pada 2023. Seperti dalam postingan akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Digital yakni @kemkomdigi pada 19 Mei 2023.
    Postingan tersebut berisi bahwa Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan sebagai Pelaksana Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Menteri Komunikasi dan Informatika.
    "Selamat bertugas Bapak Mahfud Md. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan pengabdian atas jabatan baru," demikian isi postingannya.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Mahfud Md mengumumkan dana bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Akun TikTok Pertamina Patra Niaga untuk Pendaftaran Pangkalan LPG Bersubsidi

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim akun TikTok Pertamina Patra Niaga untuk pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi, informasi tersebut beredar di platform TikTok.
    Klaim akun TikTok Pertamina Patra Niaga meminta biaya pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi menampilkan keterangan akun tersebut official PT Pertamian Patra Niaga Pemasaran dan mencantumkan nomor WhatsApp untuk mendaftar.
    Akun tersebut menampilkan sejumlah video yang menawarkan untuk bergabung menjadi pangkalan LPG bersubsidi.
    Benarkah klaim akun TikTok Pertamina Patra Niaga untuk pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim akun TikTok Pertamina Patra Niaga untuk pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Awas Tertipu, Informasi Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar Dipastikan Hoaks" yang dimuat Liputan6.com, pada 14 April 2026.
    Dalam artikel Liputan6.com, Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi yang beredar di media sosial yang disebar pada keterangan (caption) video pada tautan akun https://vt.tiktok.com/ZSHg8QpF8/ terkait adanya biaya pendaftaran pangkalan dan sub pangkalan (pengecer) LPG, khususnya LPG 3 kg bersubsidi, adalah tidak benar atau hoax yang menyesatkan.
    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun memastikan bahwa LPG 3 kg merupakan produk subsidi pemerintah yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu, sehingga penyalurannya mengacu pada kebijakan pemerintah dan mekanisme subsidi tepat sasaran.
    “LPG 3 kg adalah produk subsidi yang pendistribusiannya diatur oleh pemerintah dengan sistem kuota, sehingga harus dipastikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.
    Roberth juga menambahkan bahwa masyarakat agar lebih waspada terhadap informasi yang menyesatkan dan meminta bayaran mengatasnamakan Pertamina, maupun Pertamina Patra Niaga melalui berbagai platform komunikasi termasuk media sosial yang bisa menyerupai akun resmi ataupun akun palsu seperti contoh tautan akun di atas.
    “Perlu kami tegaskan bahwa pendaftaran menjadi pangkalan LPG 3 kg bersubsidi tidak dipungut biaya alias gratis. Informasi yang mencantumkan biaya tertentu tersebut tidak benar dan bukan berasal dari Pertamina maupun Pertamina Patra Niaga, bahkan akun tersebut yaitu akun platform media sosial TikTok @pertaminagas3kg_lpg yang memberikan informasi juga merupakan bukan akun resmi, yang mencoba menyerupai akun milik perusahaan dan berusaha memberikan informasi yang menyesatkan masyarakat,” jelas Roberth.
    Sumber:https://www.liputan6.com/bisnis/read/6316088/awas-tertipu-informasi-pendaftaran-pangkalan-lpg-berbayar-dipastikan-hoaks
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim akun TikTok Pertamina Patra Niaga untuk pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi tidak benar.
    Akun platform media sosial TikTok yang memberikan informasi pendaftaran pangkalan LPG bersubsidi merupakan bukan akun resmi  Pertamina Patra Niaga.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini