• BKMG menyarankan menaruh baskom air yang dicampur garam supaya hujan cepat turun

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 23/10/2015

    Berita

    Ajakan menaruh air dicampur dengan garam di dalam ember untuk membantu proses turunnya hujan.

    Hasil Cek Fakta

    1. BMKG tidak pernah mengeluarkan himbauan seperti itu.

    2. Baskom air yang dicampur garam sangat tidak mencukupi untuk kondensasi pembentukan awan di atmosfer.

    3. Hujan yang terjadi di bumi sebagian besar berasal dari konsensasi uap air dari hasil penguapan lautan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Pemerintah Tidak Serius Menangani Kebakaran Hutan, Usahanya Sejauh Ini Cuma Pencitraan

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 23/10/2015

    Berita

    Pemerintah tidak serius menangani kebakaran hutan, usahanya sejauh ini cuma pencitraan

    Hasil Cek Fakta

    kabar mengenai pemerintah tidak menangani secara serius perihal kebakaran hutan telah di-debunk oleh akun Nophie Frinsta. Berikut kutipannya:

    […] Setelah tiba di Pangkalan Udara Lanud Palembang, ribuan prajurit TNI yang akan diperbantukan memadamkan api terlebih dahulu melaksanakan salat Istisqa, Kamis (22/10/2015).

    Para prajurit memperbanyak zikir sebelum melaksanakan salat sembari memohon untuk minta diturukan hujan. Pangdam II Sriwijaya Mayjen Purwadi Mukson, mengatakan, seluruh prajurit baik yang pulang maupun datang melaksanakan salat istisqa supaya ketika berada di lapangan dan pulang dalam keadaan suci. “Saya instruksikan seluruh prajurit yang beragama Islam untuk salat sebelum pulang dan berangkat ke lokasi ke bakaran,” katanya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Indonesia Gagal Wujudkan Swasembada Pangan

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 22/10/2015

    Berita

    Pemerintah rencana impor beras 1 juta ton = Indonesia gagal swasembada

    Hasil Cek Fakta

    Rencana impor beras 1 juta ton dari Vietnam/Thailand. Apakah bisa dikatakan sebagai gagalnya upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan?

    Pemerintahan sekarang sangat fokus untuk membenahi bidang pertanian, kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman cukup baik, dengan memberikan banyak pendampingan, perbaikan infrastruktur, dan mengerahkan Babinsa untuk mendorong pertanian yang lebih baik. Banyak sekali terobosan di bidang pertanian. Sekarang jarang terdengar kelangkaan pupuk atau benih yang dulu sering menjadi obyek mafia.

    Dan di era sekarang ini, kita diberkahi dengan hasil penelitan seperti benih IPB 3S yang tahan kemarau. Juga semangat untuk bertani secara organik semakin tinggi.

    Dikutip dari liputan6.com, Kementerian Pertanian (Kementan) telah memiliki strategi khusus untuk mencapai swasembada pangan. Meski tak menjelaskan secara detil, Amran mengatakan akan mendorong fasilitas pendukung pertanian.

    “Dalam swasembada pangan adalah irigasi, bibit, pupuk, mekanisasinya penting dan jaminan pasar,” kata dia di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

    Soal target swasembada beras, itu ada di tahun 2017. Meski ada beberapa pihak yang optimis 2016 kita sudah bisa swasembada. Tahun 2015 ini, masih dalam tahap proses menuju kesana.

    Presiden Joko Widodoi (Jokowi) menargetkan paling lama tiga tahun ke depan atau pada akhir tahun 2017 Indonesia telah berswasembada beras. Untuk itu, menteri pertanian diberi waktu tiga tahun untuk mewujudkan target tersebut.

    Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Kamis (18/12).

    “Menteri pertanian saya beri target tiga tahun swasembada beras. Tak ada lagi impor beras,” katanya.

    Setelah swasembada beras, Jokowi menargetkan swasembada gula, jagung, dan komoditas lainnya.

    Untuk mewujudkan target tersebut, dalam lima tahun pemerintahannya, Jokowi akan membangun 49 waduk dari target sebelumnya hanya 30 waduk.”Tahun depan kita bisa membangun 13 waduk,” katanya.

    Sedangkan untuk irigasi, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla menargetkan tahun depan irigasi bagi 1 juta hektare lahan sudah baik.

    “Kedaulatan pangan tidak jauh-jauh dari kita. Saya meyakini itu. Gubernur, bupati, wali kota, harus mengawal program swasembada,” katanya.

    Faktor pokok yang menantang hasil produki beras di 2015 adalah kemarau yang lebih panjang akibat fenomena El Nino. Terakhir kita kena dampak El Nino di tahun 2010.

    Dikutip dari kompas.com, Kementan menyiapkan upaya khusus (upsus) guna mengantisipasi ancaman dampak gelombang panas El Nino terhadap pertanian. Sebanyak 18 provinsi terindikasi rawan terdampak gelombang panas El Nino.

    “Namun, kalau toh terjadi El Nino yang berbahaya untuk pertanian, Kementan sudah mengantisipasi,” kata Syakir, di Jakarta, Rabu (17/6/2015). Kementan, sambung Syakir, telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan terdampak gelombang panas.

    Kementan telah menyiapkan pula program upaya khusus (upsus) diantaranya penyediaan pompa air, benih, dan pupuk. Pembagian pompa air sudah dilakukan sebagian. “Kegiatan upsus itu salah satu inputnya adalah pompa air,” kata Syakir.

    Selain itu, Kementan juga menyiapkan benih dan pupuk manakala ada produksi padi yang terganggu kekeringan, dan petani perlu menanam kembali. Menurut Syakir, komoditas pertanian yang kemungkinan besar akan terdampak gelombang panas adalah padi dan jagung.

    “Tentu tanaman semusim. Yang harus kita jaga adalah target swasembada padi itu nomer satu kita amankan,” kata Syakir.

    Sementara itu, untuk komoditas hortikultura seperti cabai, Syakir mengatakan sentra produksi hortikultura tidak banyak yang berada pada daerah rawan dampak El Nino. Apalagi, hortikultura biasanya ditanam di masa penghujan, bukan di musim kemarau.

    “Kalau ditanam di musim kering pun rata-rata di daerah yang punya sumber air yang cukup. Jadi selama ini hortikultura itu punya daerah yang memiliki infrastruktur yang bagus,” sambung Syakir.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Lab RS Angkatan Laut membuat Daftar Minuman Berbahaya

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 22/10/2015

    Berita

    Sebuah postingan gambar surat dari “Lembaga Penanggulangan Sel Karsinogen Indonesia.” Dalam surat tersebut terdapat 43 nama minuman yang disinyalir berbahaya.

    Hasil Cek Fakta

    adan POM telah membuat klarifikasi yang dimuat dalam Fanpage Indonesia Hoaxes. Berikut kutipan penjelasannya:

    [Klarifikasi] Badan POM Bantah Edarkan Daftar Berbahaya!

    Badan Pengawas Obat dan Makanan, sejak hari Jumat 13 Februari 2009 lalu telah membantah bahwa pihaknya mengeluarkan edaran selebaran berisi 7 jenis obat serta 53 makanan dan minuman berbahaya untuk dikonsumsi. Bantahan ini diumumkan Badan POM untuk menghilangkan keresahan di masyarakat terkait beredarnya nama jenis obat, makanan dan minuman yang disebut dalam selebaran tersebut.

    Kepala BPOM ‘Husniah Rubiana Thamrin Akib’ (yang menjabat saat itu) membantah, pihaknya telah mengedarkan selebaran berisi daftar obat, makanan dan minuman yang dianggap berbahaya, seperti surat edaran yang dikeluarkan laboratorium Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Ramelan, Surabaya.

    Untuk itu pihaknya sudah mengklarifikasi dengan instasi terkait untuk segera melaksanakan klarifikasi, mengingat selebaran telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

    Dalam daftar tersebut dicantumkan 7 jenis obat – obatan serta 53 jenis makanan dan minuman yang ditulis mengandung zat berbahaya. Bahkan ikut dicantumkan efek yang terjadi jika mengkonsumsinya, seperti gangguan pada otak dan mempercepat proses penuaan. Berikut Klarifikasi POM :

    PRESS RELEASE TENTANG KLARIFIKASI SURAT EDARAN DAFTAR MINUMAN BERBAHAYA

    Jakarta, 31 Agustus 2007

    Dengan adanya pemberitaan melalui internet, surat kabar, selebaran dan Pertanyaan kepada Unit Layanan Penganduan Konsumen (ULPK) Badan POM Mengenai daftar minuman yang megandung bahan berbahaya, yang bersumber dari Surat Edaran Kepala Staf Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Nomor SE/14/VIII/2007 tanggal 10 Agustus 2007, dengan ini disampaikan penjelasan Sebagai berikut:

    Surat Kepala Staf Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Nomor : B/658/VIII/2007 Tanggal 27 Agustus 2007 menyatakan bahwa Surat Edaran tersebut di atas berasal dari sumber yang TIDAK BENAR dan tidak dapat di pertanggungjawabkan.
    Surat Kepala Rumah Sakit Angkatan laut Dr. Ramelan Surabaya Nomor :B/895/VIII/2007 tanggal 27 Agustus 2007 menyatakan bahwa Rumkital Dr. Ramelan Tidak pernah melakukan penelitian terhadap makanan dan minuman tersebut.
    Bahwa sesuai dengan Permenkes No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan, Siklamat merupakan pemanis buatan yang diijinkan digunakan dalam makanan dan minuman, serta aman di kosumsi apabila digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Kosumen Badan POM di nomor 021-4263333.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini