• Hoaks, Dana Hibah Rp11 Miliar dari Menteri Purbaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/04/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan ini beredar informasi yang mengklaim bahwa Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, membagikan dana hibah kepada masyarakat sebesar Rp11 miliar.



    Klaim tersebut disebarkan oleh “program.dana_hibah” (arsip) pada 10 April 2026 di akun TikTok miliknya. “DANA SENILAI 11 MILYAR SIAP DISALURKAN KE MASYARAKAT INDONESIA AYO SEGERA DAFTAR SEBELUM TERLAMBAT.” Tulis pengunggah di dalam video.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam unggahan itu, pengunggah mengklaim bahwa masyarakat dapat memperoleh dana hibah dalam jumlah besar dengan cara mendaftar melalui tautan atau tombol yang disediakan dalam unggahan tersebut. Klaim tersebut disertai dengan audio yang menirukan suara Menteri Keuangan, seolah-olah berasal langsung dari Purbaya Yudhi Sadewa untuk meyakinkan publik.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Saya Menteri Keuangan ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk anda, jangan lupa klik semua tombol di samping.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026) unggahan tersebut telah memperoleh 23 tanda suka dan 9 komentar. Dari pantauan Tirto, warganet yang berkomentar terlihat mempercayai klaim tersebut.

    Baca juga:Purbaya Sebut Akan Ada Insentif Baru untuk Motor Listrik

    Periksa Fakta Dana HIbah dari Purbaya. foto/hotline periska fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mengamati konten dengan seksama. Dari hasil pantauan, Tirto menemukan kejanggalan pada audio yang diklaim sebagai suara Purbaya. Suara Purbaya cenderung datar layaknya robot, dengan intonasi yang tidak alami, minim penekanan emosi, serta ritme bicara yang terlalu konsisten.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi yakni 98,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Purbaya Yudhi Sadewa.

    Hive Moderation Dana Hibah Rp11M Purbaya. (FOTO/Hive Moderation)

    Tirto lantas menelusuri akun resmi Kementerian Keuangan untuk memverifikasi klaim. Hasilnya, kami menemukan unggahan di Instagram dan X resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan pada 10 April 2026 yang membantah klaim tersebut.

    “Video yang mengatasnamakan Menteri Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah senilai 11 M karena bukan pinjaman, merupakan video deep fake.” Tulis PPID Kemenkeu dalam takarir.

    PPID Kemenkeu mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.

    Baca juga:Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Mulai Berjalan Mei

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Menkeu Purbaya membagikan dana hibah sebesar Rp11 miliar adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Purbaya, melainkan dibuat menggunakan AI. PPID Kemenkeu juga menyatakan di akun Instagram dan X resmi miliknya bahwa konten tersebut adalah hoaks.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Meteor Jatuh di Lampung Utara

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim meteor jatuh di Lampung Utara. Video berdurasi 18 detik tersebut memperlihatkan kobaran api dan sekumpulan orang disekitarnya.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Ahmad Jailani” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan kerumunan masyarakat dan kobaran api terlihat seperti di kebun yang memiliki pepohonan, lalu pada detik ke 16, tayangan memperlihatkan tulisan: “Meteor jatuh di Lampung Utara dipeladangan.”

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Meteor sudah jatuh di Lampung Utara,” begitu keterangan dalam unggahan tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut, Tirto menemukan beberapa kejanggalan, dimana tempat yang disebutkan yaitu Lampung Utara, namun dalam cuplikan video terdengar suara gaduh dan orang-orang yang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Sugan etana, apal meren, eta, heula,” begitu kata-kata yang terdengar bersahutan dengan gaduh.

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 155 likes, 48 komentar, 24 kali dibagikan, dan 24 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan yang lainnya mempertanyakan kebenarannya. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Lantas, benarkah meteor jatuh di Lampung Utara?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Kapan Puncak Hujan Meteor Geminid? Catat Tanggal & Jamnya

    periksa fakta Meteor di Lampung.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa meteor jatuh di Lampung Utara.

    Kami justru diarahkan ke laman Kompas, Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda bercahaya misterius yang melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa benda itu bukanlah fenomena alam alami seperti meteor atau komet.

    Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut teridentifikasi sebagai sampah antariksa dari bagian roket asal China. Fenomena langit di benda bercahaya yang melintasi Lampung bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China, dikonfirmasi, pada Minggu (5/4/2026).

    Dalam rilis Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan, informasi benda langit jatuh di Lampung adalah hoaks. Visualisasi pada video pun disebut terjadi kebakaran akibat pecahan roket tersebut.

    “Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” begitu keterangan Yuni, Minggu (5/4/2026).

    Melansir Instagram @polres_oki, video tersebut juga pernah beredar menampilkan cuplikan video yang sama terkait jatuhnya meteor, namun berbeda tempat, yaitu di OKI. Polres Oki menegaskan dalam unggahan tersebut: “Tidak ada meteor jatuh di Oki, berita yang beredar adalah hoaks.”

    Teranyar, beredar video yang mengklaim adanya meteor jatuh di wilayah Tugumulyo, OKI, informasi tersebut bukan merupakan peristiwa jatuhnya benda dari langit di wilayah OKI, melainkan kejadian lain yang tidak berkaitan.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Meteor jatuh di Lampung Utara”. Hasil pencarian mengarahkan pada laman arus media utama Antara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilansir dari ANTARA, mengkonfirmasi benda langit bercahaya tersebut melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China.

    Analisis menunjukkan bahwa objek yang terlihat merupakan benda yang memasuki atmosfer dan terbakar akibat gesekan saat berada di ketinggian sekitar 120 kilometer. Peristiwa tersebut menimbulkan cahaya terang di langit, tetapi tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.

    Senada dengan hal itu, Tirto dalam artikel berjudul "BRIN Jelaskan Benda Langit Bercahaya di Lampung: Eks Roket Cina"menulis, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.

    “Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).

    Space-Track

    Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi saat dihubungi terpisah juga menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.

    Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.

    Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

    Baca juga:Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan meteor jatuh di Lampung adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, bahwa situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung.

    Adapun fenomena benda langit bercahaya melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China dan tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks, Dana Hibah Rp11 Miliar dari Menteri Purbaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/04/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan ini beredar informasi yang mengklaim bahwa Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, membagikan dana hibah kepada masyarakat sebesar Rp11 miliar.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut disebarkan oleh “program.dana_hibah” (arsip) pada 10 April 2026 di akun TikTok miliknya. “DANA SENILAI 11 MILYAR SIAP DISALURKAN KE MASYARAKAT INDONESIA AYO SEGERA DAFTAR SEBELUM TERLAMBAT.” Tulis pengunggah di dalam video.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam unggahan itu, pengunggah mengklaim bahwa masyarakat dapat memperoleh dana hibah dalam jumlah besar dengan cara mendaftar melalui tautan atau tombol yang disediakan dalam unggahan tersebut. Klaim tersebut disertai dengan audio yang menirukan suara Menteri Keuangan, seolah-olah berasal langsung dari Purbaya Yudhi Sadewa untuk meyakinkan publik.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Saya Menteri Keuangan ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk anda, jangan lupa klik semua tombol di samping.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026) unggahan tersebut telah memperoleh 23 tanda suka dan 9 komentar. Dari pantauan Tirto, warganet yang berkomentar terlihat mempercayai klaim tersebut.

    Baca juga:Purbaya Sebut Akan Ada Insentif Baru untuk Motor Listrik

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Dana HIbah dari Purbaya. foto/hotline periska fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mengamati konten dengan seksama. Dari hasil pantauan, Tirto menemukan kejanggalan pada audio yang diklaim sebagai suara Purbaya. Suara Purbaya cenderung datar layaknya robot, dengan intonasi yang tidak alami, minim penekanan emosi, serta ritme bicara yang terlalu konsisten.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi yakni 98,9 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Purbaya Yudhi Sadewa.

    Hive Moderation Dana Hibah Rp11M Purbaya. (FOTO/Hive Moderation)

    Tirto lantas menelusuri akun resmi Kementerian Keuangan untuk memverifikasi klaim. Hasilnya, kami menemukan unggahan di Instagram dan X resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan pada 10 April 2026 yang membantah klaim tersebut.

    “Video yang mengatasnamakan Menteri Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah senilai 11 M karena bukan pinjaman, merupakan video deep fake.” Tulis PPID Kemenkeu dalam takarir.

    PPID Kemenkeu mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.

    Baca juga:Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Mulai Berjalan Mei

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Menkeu Purbaya membagikan dana hibah sebesar Rp11 miliar adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Purbaya, melainkan dibuat menggunakan AI. PPID Kemenkeu juga menyatakan di akun Instagram dan X resmi miliknya bahwa konten tersebut adalah hoaks.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat di Kementerian PU

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 7 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Kementerian PU Buka Lowongan buat Tenaga Pendamping Masyarakat, Cek Syaratnya"
    Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk mendukung pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026. Program ini akan dilaksanakan di sekitar 12.000 lokasi di seluruh Indonesia.
    Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi P3TGAI atau melalui tautan https://x4.daftar-2026.click/"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU)? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di Kementerian PU. Penelusuran mengarah pada artikel dari website sahabat.pu.go.id yang merupakan situs Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Pekerjaan Umum berjudul "Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyar".
    Dalam artikel berita ini dijelaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menjalankan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang akan dilaksanakan di sekitar 12.000 lokasi di seluruh Indonesia, sekaligus membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk mendukung pelaksanaannya.
    Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, program padat karya seperti P3TGAI memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
    Seiring dengan perluasan program di tahun 2026, kebutuhan TPM menjadi krusial untuk memastikan pelaksanaan berjalan efektif di lapangan.
    TPM akan mendampingi kelompok petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), dan Induk P3A (IP3A) mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi sederhana, hingga pengelolaan administrasi kegiatan.
    Selain itu, TPM juga berperan dalam menjaga kualitas pekerjaan di lapangan, membantu penyusunan laporan, serta memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat agar pengelolaan irigasi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
    Salah satu unit pelaksana teknis Kementerian PU, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, telah membuka pendaftaran TPM secara daring mulai 2 April hingga 5 April 2026. 
    Proses seleksi meliputi tahapan administrasi, tes tertulis, dan wawancara, dengan pengumuman hasil akhir direncanakan pada 17 April 2026.
    Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi P3TGAI atau melalui tautan https://bit.ly/P3TGAI2026BBWSPOMJEN dengan melengkapi dokumen administratif yang dipersyaratkan.
    Penelusuran juga mengarah ke website Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum mengenai rekrutmen TPM P3TGAI. 
    Terdapat kualifikasi khusus yang harus dipenuhi seperti:
    • Pendidikan minimal D3/S1 Teknik Sipil/Pengairan atau bidang terkait (sesuai ketentuan)
    • Memiliki pengalaman di bidang P3-TGAI atau kegiatan ke-PU-an menjadi nilai tambah
    • Mampu mengoperasikan komputer (Ms. Word & Ms. Excel)
    • Diutamakan berdomisili di wilayah lokasi kegiatan
    • Memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan
    Periode Pendaftaran: 08 April – 13 April 2026
    Website Pendaftaran: https://p3tgai.pu.go.id/rekrutmentpm/
    Tutorial Pendaftaran: https://bit.ly/PanduanRekrutmenTPMBBWSPemaliJuana
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di Kementerian PU, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini