Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian Berhadiah Bank BSI 2026
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BSI 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 2 Mei 2026.
Berikut isi unggahannya:
"🎉Khusus Nasabah Bank BSI yang sudah Pengguna BYOND by BSI, 📢Event Spesial BSI Festival Berhadiah Hadir lagi, jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Bank BSI Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik lain nya tinggal klik,
(𝐃𝐀𝐅𝐓𝐀𝐑) Dibawah ini.
BSI Mobile Banking,/ Byond by BSI BELIMPAH HADIAH
• 25 Unit Emas & Logam Mulia
• 10 Unit Mobil Alphard
• 10 Unit Mobil Lexus
• 8 Unit Mobil BMW
• 8 Unit Mobil Mercedes-Benz
• 8 Unit Mobil Pajero Sport
• 8 Unit Mobil CR-V Turbo
• 8 Unit Mobil Fortuner GR
• 8 Unit Mobil HR-V RS
• 8 Unit Mobil BYD
• 25 Unit Rumah Gratis
• 30 Unit Umroh Gratis
Untuk Kepada pemenangnya akan diumumkan diseluruh indonesia Di sosial media, Pendaftaran terakhir sampai dengan 7 Mei 2026. Pendaftaran tidak dipungut biaya sepeserpun (GRATIS),"
Unggahan disertai menu daftar. Ketika diklik, mengarah pada kolom di Facebook yang meminta data pribadi seperti nama, nomor WhatsApp aktif, hingga sisa saldo.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BSI 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BSI 2026. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) di akun Instagram resminya @banksyariahindonesia.
Dalam unggahannya itu, BSI menyampaikan saat ini marak terjadi penipuan undian berhadiah yang menggunakan nama dan atribut Bank Syariah Indonesia.
Modus ini bertujuan mencuri data pribadi kamu melalui metode phishing dan social engineering.
"Yuk, jadi nasabah yang cerdas dan lindungi saldo kamu. Jika menemukan pesan mencurigakan, segera hubungi BSI Call di 14040 atau di sosial media BSI," demikian tulis BSI yang dikutip pada Senin (4/5/2026).
BSI juga mengunggah ciri-ciri penipuan undian berhadiah.
1. Menggunakan link palsu yang meminta data pribadi seperti nama, nomor WhatsApp, sisa saldo, NIK, nomor kartu kredit/debit, CVV, OTP.
2. Pelaku menghubungi korban menggunakan WhatsApp pribadi yang dimodifikasi.
3. Menawarkan hadiah yang sangat menarik seperti mobil, motor, liburan, umroh, ataupun uang tunai.
Tips agar terhindar dari penipuan
- Jangan klik link/file/gambar dari nomor pribadi yang mengatasnamakan BSI atau instansi lainnya.
- Hanya akses link dari website resmi BSI yang berakhiran bankbsi.co.id.
- Bank BSI tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti Nama, Nomor Whatsapp, Sisa Saldo, NIK, No Kartu, OTP dll.
- Jika menerima pesan mencurigakan mengatasnamakan BSI segera hubungi BSI Call 14040.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank BSI 2026, tidak benar.
Rujukan
Salah, Narasi Putin Akan Lindungi Indonesia dari Ancaman Amerika
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2026
Berita
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Aisyah Qirania” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Dalam unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan Putin bersama dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Vladimir Putin sudah deklarasi bakal lindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat. Prabowo berhasil menjawab kritik setelah diisukan mengizinkan pesawat AS melintas di langit RI. Presiden Indonesia ini berani terbang ke Kremlin untuk meminta perlindungan Rusia. Hebatnya permintaan tanah air direspon dengan sangat baik oleh Putin. (0:20) Dirinya bakal memberikan perlindungan penuh sekaligus mentransfer kekuatan militer ke Nusantara.” Begitu narasi yang diucapkan dalam unggahan video tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan “Vladimir Putin bakal lindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (04/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 3,4 ribu tanda suka, 250 komentar, dan 148 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, beberapa komentar menyatakan kepercayaannya dan menuliskan bahwa Indonesia memiliki hubungan baik dengan Rusia dan sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun YouTube bernama @SEAupdate yang menampilkan video serupa dengan klaim Putin yang menyatakan akan melindungi Indonesia dari ancaman Amerika.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Putin Undang Lagi Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Periksa Fakta Putin Deklarasi Lindungi Indonesia. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Kami justru diarahkan ke laman Kompas yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengaku berkonsultasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).
Prabowo menyatakan perlunya konsultasi dengan Rusia di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dunia. Adapun pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kemitraan strategis kedua negara dan tidak membahas ancaman militer dari AS terhadap Indonesia.
Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara RI, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/04/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerjasama strategis Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang pesat. Prabowo sekaligus berkonsultasi dengan Putin terkait situasi geopolitik dunia dan tidak ada deklarasi yang dikeluarkan oleh kedua negara.
“Saya juga datang untuk konsultasi, karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” begitu keterangan Presiden Prabowo.
Dalam laman Dewan Pertimbangan Presiden RI, Rusia memang pernah mengeluarkan deklarasi bersama Indonesia pada 19 Juni 2025. Namun, deklarasi itu sebatas kemitraan strategis. Deklarasi tersebut berisi hubungan bilateral Indonesia-Rusia, mencakup pendidikan dan ekonomi digital, investasi, transportasi, serta penguatan konektivitas antar lembaga strategis.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyaksikan langsung prosesi pertukaran sejumlah dokumen kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Rusia di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Kamis, 19 Juni 2025. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyepakati “Deklarasi Kemitraan Strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia”.
Selain itu, salah satu tayangan pada detik ke-12 dari video yang beredar menampilkan Putin. Klip yang dipakai merupakan pertemuan Putin dan Prabowo tahun lalu di YouTube Sekretariat Presiden, yaitu pertemuan Prabowo dengan Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada 10 Desember 2025.
Dengan demikian, narasi yang menyebutkan Putin mendeklarasikan Indonesia dari ancaman Amerika Serikat adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Kado Presiden Prabowo untuk Buruh di May Day 2026
Kesimpulan
Presiden Prabowo Subianto pernah berkonsultasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerjasama strategis Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global.
Adapun deklarasi Rusia bersama Indonesia pernah dilakukan pada 19 Juni 2025. Namun, deklarasi itu sebatas kemitraan strategis dan tidak ada pembahasan terkait perlindungan Indonesia dari AS.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/4460504834185055
- https://archive.today/ZOooz
- https://www.youtube.com/shorts/AT0xDMVbvUI
- https://tirto.id/putin-undang-lagi-prabowo-ke-rusia-mei-dan-juli-mendatang-huir
- https://www.kompas.tv/internasional/662681/prabowo-konsultasi-dengan-putin-atas-situasi-geopolitik-sebut-rusia-berperan-positif-menghadapinya
- https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_dan_presiden_putin_perkuat_arah_baru_kemitraan_strategis_indonesia_rusia
- https://wantimpres.go.id/id/2025/06/presiden-prabowo-dan-presiden-putin-sepakati-deklarasi-kemitraan-strategis/
- https://www.youtube.com/watch?v=An2UBq_cqck
- https://tirto.id/kado-presiden-prabowo-untuk-buruh-di-may-day-2026-hvpr
Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kemenag 2026
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama (Kemenag) 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Mei 2026.
Berikut isi unggahannya:
"PENERIMAAN CPNS
KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2026
Bergabunglah bersama Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan membangun bangsa yang berakhlak mulia.”
Tersedia Berbagai formasi
DAFTAR SEKARANG
MELALUI LINK RESMI"
Dalam unggahannya, pemilik akun mengarahkan warganet yang bertanya seputar pendaftaran di kolom komentar ke link di bio profil. "Betul silahkan daftar di link pendaftaran ada di bio profil"
Jika diklik, akan muncul tautan yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap sesuai KTP hingga nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS Kemenag 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS Kemenag 2026. Penelusuran mengarah pada pernyataan Kemenag dalam website resminya berjudul "Waspada Hoaks! Kemenag Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS dan PPPK".
Dalam keterangannya, Kemenag meminta masyarakat berhati-hati terhadap beredarnya informasi palsu atau hoaks terkait rekrutmen CPNS dan PPPK yang mengatasnamakan pihaknya.
“Sampai saat ini Kementerian Agama tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK. Informasi yang beredar di media sosial terkait pendaftaran CPNS dan PPPK atas nama Kemenag adalah hoaks," ujar Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama, Wawan Djunaedi di Jakarta, Selasa 21 Januari 2026.
Wawan menjelaskan, setiap proses rekrutmen ASN di lingkungan Kemenag selalu dilakukan secara resmi, transparan, dan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
"Jika ada kebijakan pembukaan rekrutmen, pasti akan kami umumkan melalui website Kemenag.go.id, akun media sosial resmi, serta kanal resmi pemerintah lainnya. Tidak ada pengumuman melalui jalur pribadi atau tautan tidak jelas," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas, apalagi jika disertai permintaan data pribadi, biaya pendaftaran, atau janji kelulusan.
"Kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati. Jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama Kemenag untuk kepentingan pribadi,” ujar Wawan.
Kemenag juga meminta masyarakat aktif melakukan pengecekan informasi melalui sumber resmi sebelum mengambil langkah apa pun.
Penelusuran juga mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya".
Artikel ini menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN yakni https://sscasn.bkn.go.id.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran CPNS Kemenag 2026 merupakan hoaks.
Rujukan
[SALAH] Korea Utara Luncurkan Ratusan Misil ke Sekutu AS
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 03/05/2026
Berita
Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Cetakgol IDN” pada Kamis (23/4/2026) berisi narasi:
“Korut Tantang Perang Trump, Kim Jong-un Tembakan 300 Rudal ke Sekutu AS! Terdesaknya Koalisi AS”
Hingga Minggu (3/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 934 tanda suka, menuai 78 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 90 ribu kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 18 menit 16 detik tersebut dari awal hingga akhir. Setelah disimak isi video tersebut tidak menjelaskan pemberitaan yang sesuai dengan klaim pada judul.
Dilansir dari pemberitaan cnbcindonesia.com “Korea Utara Tembak 10 Rudal Balistik Saat AS-Korsel Latihan Militer” yang terbit Sabtu (14/3/2026). Menurut laporan CNBC, rudal yang diluncurkan Korea Selatan hanya 10 rudal saja, bukan 300 rudal seperti yang disebut dalam klaim video. Selain itu rudal-rudal tersebut diluncurkan Korea Utara ke arah luar zona ekonomi eksklusif Jepang, itu artinya rudal tersebut jatuh di lautan lepas, tidak mengenai wilayah sekutu AS mana pun.
Waktu uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara memang terjadi bertepatan dengan latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di wilayah Yeoncheon, Korea Selatan. Namun demikian, peluncuran rudal tersebut hanya sebatas uji coba saja, tidak terdapat bukti adanya serangan terhadap pasukan Korea Selatan maupun bentuk aksi peperangan terhadap sekutu AS yang lainnya.


.jpg)